PENGERTIAN SUATU KRITIK TERHADAP PANDANGAN PESIMISTIK ADALAH – Pandangan “suram dan malang” terhadap masa datang yang dikemukakan oleh Heilbroner telah banyak dikritik oleh ahli ekonomi Julian Simon (1981). Simon dengan keras membantah pandangan bahwa kita sedang dengan cepat mulai kehabisan sumber daya yang penting. Dikemukakannya bahwa sumber daya alam kita tidak malah terbatas menurut pengertian yang dimaksud, karena terobosan-terobosan teknologi akan ada di masa datang, dan terobosanterobosan itu akan dapat mengatasi setiap masalah serius yang ditimbulkan oleh berkurangnya sumber daya. Simon percaya bahwa para peramal kesuraman itu telah salah dalam cara metodologis yang mendasar: mereka telah mendasarkan ramalan mereka hanya pada konsep “persediaan sumber daya alam yang diketalmi” (known reserves). Sebagaimana ditandaskan oleh Simon, konsep ini pada dasarnya tidakberguna untuk membuat prediksi masa datang, karena “persediaan yang diketahui” tentang sumber daya alam hanya terbatas sampai pada seberapa rajinkah para ilmuwan dan insinyur mencarinya. Simon menegaskan bahwa sumber daya alam kita barangkali ada secara melimpah melebihi konsep “persediaan yang diketahui”. Menurut Simon, jenis perkiraan izli harus diganti dengan suatu metode yang menggunakan trend harga sumber daya untuk menentukan kejarangamiya. Data trend harga, katanya, secara jelas memperlihatkan bahwa sumber daya kita semakin berkurang, bukarmya semakin jarang, karena arah sejarah harga-harga untuk sumber daya-sumber daya itu menurun. Singkatnya, Simon percaya bahwa tidak ada alasan untuk khawatir mengenai tersedianya sumber daya alam yang penting, baik di masa datang yang dekat mauptm masa datang yang jauh. Simon juga sangat kritis terhadap mereka yang memperkirakan adanya akibat-akibat sosial yang malang di masa datang sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk yang cepat. Ia percaya bahwa catatan sejarah memperlihatkan bahwa pertumbuhan penduduk tidak perlu menimbulkan akibat-akibat sosial yang negatif; memang, ditandaskannya bahwa dalam banyak hal per-tumb uhan penduduk sesungguhnya menguntungkan bukannya merugikan. Sebagai contoh, pertumbuhan itu sering merupakan suatu pendorong bagi kemajuan teknologi. Jadi tidak ada penyebab tertentu untuk khawatir mengenai pertumbuhan penduduk yang terus-menerus, baik di negara-negara yang sedang berkembang ataupun yang maju. Sementara sulit untuk menilai penegasan Simon (atau Heilbroner) mengenai tersedianya sumber daya alam, terdapat alasan yang baik untuk berhati-hati terhadap argumennya dalam hubungan dengan penduduk. Sebagai contoh, di salah satu tempat ia menandaskan hal-hal berikut (1981:185):

Dalam tahun1960-an para ahli demografi mulai khawatir bahwa fertilitas tak akan menurun di negara-negara miskin walaupun mortalitasnya jauh. Jadi, dalam tahun 1970-an, bukti menunjukkan bahwa fertilitas memang menurun di sekurang-kurangnya beberapa negara yang sedang berkembang. Jadi dewasa ini kita dapat yakin bahwa pola transisi demografi Eropa juga akan muncul di bagian-bagian lain dunia ini di mana mortalitas turun dan pendapatan naik.

Ini adalah penalaran yang salah. Sementara tingkat fertilitas turun di beberapanegara miskin (Cina adalah contoh yang paling baik), tingkat itu tetap sangat tinggi di mayoritas negara sedang berkembang. Tidaklah logis untuk mendesak, seperti dilakukan Simon, bahwa ada kepastian yang beralasan bahwa negara-negara yang sedang berkembang segera akan mengikuti jalur sejarah demografi negara-negara yang telah maju. Sesunggulmya, tidak ada yang kurang pasti. Negara-negara yang sedang berkembang tidak lagi mengikuti jalur his toris demografi negara-negara yang sudah maju bila dibandingkan dengan jalur historis ekonomi mereka.

Untuk mengemukakan cacat logis yang fundamental dalam argumen Simon, tidak berarti bahwa ia jelas salah dan bahwa Heilbroner dan mereka yang memihak kepadanya adalah benar. Malah, maksudnya bahwa penolakan Simon yang kuat mengenai argumen yang dibuat Heilbroner tidak dapat dibenarkan. Apa yang dapat dipandang sebagai suatu pandangan optimistik yang tidak kritis mengenai masa lalu maupun masa datang sangat karakteristik pada buku Simon. Ia telah menjadi korban pandangan bahwa manusia secara mantap melakukan kemajuan selama masa milenia. Sebagai contoh, ditandaskannya bahwa “standar hidup telah naik sejalan dengan besarnya populasi dunia sejak awal masa yang tercatat” (1981: 345). Ini tidakbenar. Seperti terlihat dalam seluruh buku ini, dan seperti telah dicatat di muka dalam bab ini, sejak Revolusi Neolitik sampai sekarang, perubahan-perubahan teknologi besar telah diassosiasikan dengan menurunnya standar hidup bagi mayoritas populasi dunia. Jadi, meskipun Simon secara terus-menerus menandaskan bahwa peramal-peramal kesuraman tidak pernah mau belajar dari sejarah, namun ia pun tidak. Kemudian, seperti cukup jelas saya kemukakan di depan, saya lebih bersimpati kepada pandangan Heilbroner daripada kepadapandangan Simon. Ciri yang menarik dari analisis Heilbroner ialah realismenya yang keras kepala: pengakuannya tentangmasalah-masalah yang menyiksa yang sekarang diperlihatkan oleh ratusan tahun ekspansi kapitalisme dan industrialisme. Namun analisis Heilbroner itu, meskipun berj asa, barangkalimelebih-lebihkan masalah itu. Heilbronerjelas adalah seorang yang khawatir, tetapi sesuriggulmya tidak ada alasan untuk itu. Mereka yang khawatir itu (alannists) banyak membantu kita jika kita memperhatikan nasihat mereka dan mereka itu ternyata benar. Masalah serius yang sesungguhnya mengenai penilaian Heilbroner tentang masa datang bukan alarmismenya; malah fatalisme dekat dalam posisinya. Meskipun Heilbroner secara teknis menghindar untuk menyatakan kesimpulan-kesimpulan yang fatalistik, ia jelas telah menempatkan sebelah kaki di dalam kemah u1i. Fatalisme tidak dapat dibenarkan karena sangat ‘4,erb atasnya pengetalman kita sekarang. Siapa yang telah meramalkan komputer atau bom nuklir dari sudut yang menguntungkan pada abad xvi? Siapa sesungguhnya dapat meramalkan bahwa kita tidak akan mampu untuk membuat lompatan-lompatan teknologis yang besar ke depan yang kita perlukan agar dapat membuat langkah-langkah besar dalam mengatasi masalahmasalah ekologi kita yang paling mendesak?

Filed under : Bikers Pintar,