Advertisement

Atau juga Parthayana, merupakan karya sastra berbentuk puisi dalam bahasa Jawa Kuno. Diduga kakawin ini ditulis pada akhir abad ke-15 atau permulaan abad ke-16. Di dalamnya ditulis nama pelindung sastra ini, yakni Surawiryawangsaja, mirip dengan nama Suraprabhawa dalam kitab Kakawin Lubdhaka.

Subadrawiwaha adalah perkawinan Subadra, istri Arjuna, sedangkan Parthayana berarti pengembaraan Arjuna. Cerita kakawin ini diambil dari Adiparwa (Mahabharata jilid pertama) dan mengisahkan pengembaraan Arjuna untuk mengunjungi tempat-tempat suci (tirtha) sebagai pemenuhan janjinya kepada Yudhistira. Kisahnya dimulai dengan pertemuan Arjuna dengan Ulupuy, putri raja naga, yang kemudian menjadi istrinya. Arjuna berangkat meninggalkan istrinya dan sampai di sebuah permandian suci ia menjelmakan seorang apsari yang dikutuk menjadi seekor buaya. Kemudian Arjuna mengawini putri raja Citradahana atas petunjuk apsari yang ditolongnya. Setelah itu istrinya ini ditinggal juga untuk mengunjungi tirtha-tirtha yang lain. Ia diundang oleh Krishna ke negerinya. Di sana Arjuna jatuh cinta kepada Subadra, adik Krishna. Saran Krishna, menurut adat Yadhu, Arjuna dianjurkan melarikan Subadra. Tetapi abangnya, Baladewa, merasa terhina oleh pelarian gadis ini. Krishna meredakan amarah Baladewa dan akhirnya kedua merpati ini dinikahkan dengan pesta besar. Setelah lewat 12 tahun, Arjuna membawa pulang Subadra ke saudara-saudaranya di Indraprastha.

Advertisement

 

Advertisement