PENGERTIAN SUDUT ELEVASI MERIAM

179 views

Dalam bidang senja­ta berbalistik lintasan lengkung khususnya, adalah be­sar sudut antara aksis/poros meriam dan basis/tanah. Sudut elevasi meriam ditentukan dengan besar terten­tu. Sesuai dengan prinsip dalil lontaran/lintasan ba­listik, sudut elevasi meriam ini ditentukan untuk meng­imbangi tarikan gaya-berat sebagai salah satu para­meter utama yang berpengaruh terhadap lintasan ba­listik (dalam hal ini peluru meriam yang ditembak­kan). Dengan perhitungan yang tepat akan dicapai suatu jarak-tembak balistik yang diinginkan.

Besar sudut elevasi dalam menembak suatu sasaran dipengaruhi oleh jarak sasaran, tipe peluru, termasuk banyaknya isian dorong yang diinginkan, dan faktor cuaca yang berupa angin maupun kelembapan udara.

Di antara bermacam-macam sistem penembakan meriam, terdapat paling kurang dua ukuran besaran sudut elevasi yang terpenting. Yang pertama dinya­takan dalam besaran derajat, yang kedua dalam be­saran satuan jarak, misalnya mil. Cara yang kedua ini pada dasarnya merupakan perbandingan langsung antara jarak tembak efektif dan besar sudut yang di­perlukan untuk itu.

Dalil yang berlaku pada sudut elevasi meriam ini juga berlaku untuk pada mortir, maupun meriam-tank. Karena meriam-tank pada dasarnya dirancang untuk menembak sasaran yang dapat secara visual di­bidik langsung, penentuan besar sudut elevasi meriam- tank berjalan secara otomatis dengan memasukkan ja­rak sasaran.

Seperti diketahui, sasaran mortir maupun meriam tidak selalu dapat dilihat langsung secara visual dari posisi tembaknya. Dalam penembakan meriam atau mortir terhadap sasaran yang tidak langsung, digu­nakan tabel yang menggambarkan hubungan antara jarak sasaran dan sudut elevasi yang sesuai.

Incoming search terms:

  • cara kerja meriam
  • cara kerja mortir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *