Advertisement

Atau point of view, adalah istilah teknis dalam penulisan fiksi modem. Dalam pengungkapan novel atau cerpen selalu ada yang dipilih sebagai “siapa” yang mengisahkan cerita tersebut meskipun pada dasarnya pengarangnyalah yang bercerita. Dalam usaha “meniru” kenyataan sehari-hari harus ada seseorang yang dianggap mengetahui seluruh kejadian cerita. Pengarang harus memilih “siapa” pencerita kisahnya. Pemilihan ini akan menentukan corak cerita yang akan diung- kapkan. Dalam cerita yang menekankan simpang siurnya berbagai kejadian, pengarang akan menemui kesulitan dalam memaparkannya apabila ia hanya memilih salah satu tokoh yang terlibat dalam cerita itu. Akan lebih mudah apabila seluruh kejadian diceritakan “dari atas”, dalam arti ada tokoh yang mengetahui seluruh kejadian. Tetapi dalam menceritakan masalah-masalah bersifat kejiwaan, lebih mungkin memilih gaya penceritaan “aku” (sudut pandang orang pertama).

Pada dasarnya ada empat jenis sudut pandang pencerita:

Advertisement
  1. Sudut pandang yang berkuasa, yakni bila pengarang bertindak sebagai “pencipta segalanya”, ia mengetahui segalanya. Ia dapat bertindak dengan menceritakan apa saja yang diperlukan dalam ceritanya. Ia pendapat berada di pihak tokoh maupun lawannya. Pengarang mengetahui isi hati dan isi pikiran setiap tokohnya secara detail.
  2. Sudut pandang objektif, apabila pengarang hanya bertindak sebagai “saksi mata” belaka tanpa mampu memasuki perasaan dan pemikiran tokoh-tokoh ceritanya. Dalam sudut pandang ini pengarang hanya menggambarkan tindak tanduk dan percakapan tokoh-tokohnya, tanpa ada komentar dari si pencerita. Untuk melukiskan kesedihan seorang tokoh, pengarang hanya dapat melukiskan apa yang dilakukan dan diucapkannya.
  3. Sudut pandang orang pertama, apabila pengarang memilih tokoh “aku” sebagai yang mengetahui segala kejadian cerita. “Aku” dalam cerita tidak identik dengan pengarangnya. “Aku” dalam sudut pandang ini hanyalah fiksi, pengarang memilih salah satu tokohnya untuk bercerita. Kalau “aku” dalam sebuah cerita adalah “orang gila” tidak berarti pengarangnya gila.
  4. Sudut pandang peninjau, apabila pengarang menggunakan gaya “dia” dalam bercerita. Dalam sudut pandang ini jalannya cerita diikuti bersama tokoh (si “dia”) yang juga ikut terlibat, bahkan kadang menjadi tokoh utama, dalam cerita itu.

Incoming search terms:

  • pengertian sudut pandang objektif
  • sudut pandang objektif
  • pengertian sudut pandang
  • jelaskan yang dimaksud dengan sudut pandang objektif
  • sudut pandang objektif adalah
  • sudut pandang pencerita
  • sudut pandang pengarang sebagai pencerita
  • yang dimaksud sudut pandang objektif
  • sudut pandang subjektif
  • apa yang dimaksud dengan sudut pandang objektif

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian sudut pandang objektif
  • sudut pandang objektif
  • pengertian sudut pandang
  • jelaskan yang dimaksud dengan sudut pandang objektif
  • sudut pandang objektif adalah
  • sudut pandang pencerita
  • sudut pandang pengarang sebagai pencerita
  • yang dimaksud sudut pandang objektif
  • sudut pandang subjektif
  • apa yang dimaksud dengan sudut pandang objektif