Advertisement

PENGERTIAN SUKU BANGSA KLUET – Salah satu di antara dela­pan suku bangsa asui yang mendiami daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Mereka berdiam di  kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Kluet Utara dan Kecamatan Kluet Sela­tan. Kedua kecamatan ini terbelah oleh batas alam, Sungai Krueng Kluet, yang berhulu di Gunung Leuser dan bermuara di Lautan Hindia. Wilayah kediaman orang Kluet ini terletak di pedalaman berjarak 20 ki­lometer dari jalan raya, 50 kilometer dari kota Tapak Tuan, atau 500 kilometer dari Banda Aceh. Wilayah ini adalah daerah yang subur untuk pertanian.

Jumlah orang Kluet tidak diketahui lagi secara pas­ti. Dalam sensus penduduk tahun 1930, nama suku bangsa ini tidak muncul, kemungkinan karena disatu­kan dengan orang Alas atau suku bangsa lainnya. Sua­tu perkiraan menyatakan bahwa orang Kluet berjum­lah 20.000 jiwa di antara 44.159 jiwa penduduk kedua kecamatan tadi pada tahun 1980. Orang Kluet memi­liki bahasa sendiri, yaitu bahasa Kluet, yang terbagi atas tiga dialek, yaitu dialek Paya bapur, dialek Meunggamat, dan dialek Krueng Kluet. Bahasa Kluet pada umumnya mempunyai banyak persamaan de­ngan bahasa Alas dan bahasa Karo. Bahasa ini konon merupakan asimilasi antara bahasa-bahasa suku bang­sa Alas, Karo, Aceh, dan Minangkabau.

Advertisement

Secara tradisional, atau sebelum berlakunya UU No. 5 Tahun 1979, setiap kecamatan di Aceh terbagi atas beberapa kemukiman, yang terbagi pula atas be­berapa kampung atau desa (gampong). Orang Kluet hanya mendiami empat dari 10 kemukiman yang membentuk kedua kecamatan tersebut di atas. Keem­pat kemukiman itu adalah kemukiman Meunggamat dan Sejahtera di Kluet Utara, dan kemukiman Mak­mur, dan Perdamaian di Kluet Selatan. Keenam ke­mukiman lainnya didiami oleh suku-bangsa lain, yaitu Aceh dan Aneuk Jamee.

Perkampungan orang Kluet terdiri atas kumpulan rumah dan sejumlah bangunan lainnya, yaitu lum­bung (berandang), meursah, deyah, rang kang, dan mesjid. Meursah memiliki banyak fungsi, seperti tempat mengaji dan bersembahyang berjamaah seha­ri-hari, tempat menyelenggarakan upacara hari besar Islam, balai pertemuan, atau tempat tidur para pemu­da apabila di kampung tidak ada rangkang. Deyah adalah bangunan tempat kaum wanita melaksanakan kegiatan ibadah berjamaah.

Mata pencaharian orang Kluet umumnya adalah bertani sawah (meusawa), berladang (merumo) hasil padi, dan berkebun (merumpus) dengan hasil terpen­ting kopi, nilam, serta sayur-mayur. Mata pencaharian sambilan mereka beternak dan menangkap ikan.

Dalam lingkup kekerabatan, keluarga inti (jabu) adalah kelompok kerabat yang terkecil. Mereka juga mengenal sistem klen yang disebut marga. Nama-na­ma marga pada masyarakat ini adalah Selian, Seba­yang, Munte, Pelis, Meucawan, dan Pinem. Nama-na­ma klen ini ada yang bersamaan dengan nama klen pada masyarakat Alas, Karo, dan Gayo. Mereka mengamalkan adat eksogami klen, artinya anggota klen harus mencari jodoh di luar klennya sendiri. Ga­ris keturunan ditarik secara patrilineal. Adat menetap sesudah nikahnya uxorilokal, artinya sepasang pe­ngantin baru harus menetap di sekitar lingkungan ke­rabat istri.

Suatu komunitas kecil pada masyarakat Kluet ada­lah sebuah kampung yang dipimpin oleh seorang keu­cik, dan diangkat berdasarkan hasil pemilihan warga kampung yang bersangkutan. Dalam tugas sehari-hari keucik dibantu oleh perangkat pamong yang mena­ngani bidang-bidang tertentu. Perangkat pamong itu adalah pejabat dalam lapangan keagamaan (teungku meursah), petugas dalam bidang pertanian (keujrun biang), pimpinan pemuda (indung mudo), pimpinan para pemudi (ketua anak bujang), pimpinan kaum ibu (petuo anak beru). Pimpinan yang setingkat di atas keucik adalah mukim, yaitu kepala kemukiman yang berada di bawah camat.

Orang Kluet pada umumnya pemeluk agama Islam. Namun kepercayaan lama belumlah terkikis habis. Hal ini tampak dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbagai upacara yang bersifat religi.

Incoming search terms:

  • pengertian suku bangsa
  • suku kluet
  • arti kata in kluet
  • kalimat bahasa kluet utara

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian suku bangsa
  • suku kluet
  • arti kata in kluet
  • kalimat bahasa kluet utara