Advertisement

Yang di Maluku disebut buah tahi kambing, adalah jenis perdu atau pohon kecil yang tingginya 2-5 meter. Tumbuhnya di hutan campuran dan tepi hutan, pada ketinggian 5 – 1.000 meter di atas permukaan laut. Kayunya padat, keras, dan awet. Namun, kayu ini jarang digunakan sebagai bahan bangunan, karena berukuran kecil dan bengkok. Ada juga yang menggunakannya untuk tangkai kapak. Buahnya yang dapat dimakan berasa sepat kemanis- manisan. Buah masaknya, yang warnanya hitam- ungu, oleh penduduk Maluku digunakan sebagai obat yang dapat menyembuhkan kebiasaan ngompol pada anak-anak. Di Ambon, cairan buahnya digunakan sebagai bahan pewarna nasi. Sebagian penduduk menggunakannya sebagai pewarna hitam untuk kain. Di Serawak, buah ini digunakan untuk membuat perekat.

Klasifikasi Ilmiah. Sulaketan termasuk suku Euphorbia- ceae (jarak-jarakan); nama ilmiahnya Antidesma stipulare.

Advertisement

Advertisement