Advertisement

Berbagai proses alami mengakibatkan penyebaran partikel di atmosfer, misalnya letusan volkano dan hembusan debu serta tanah oleh angin. Aktivitas manusia juga berperan dalam penyebaran partikel, misalnya dalam bentuk partikel-partikel debu dan asbes dari bahan bangunan, abu terbang dari proses peleburan baja, dan asap dari proses pembakaran tidak sempurna, terutama dari batu arang. Sumber partikel yang utama adalah dari pembakaran bahan bakar dari sumbernya, diikuti oleh proses-proses industri.

Terdapat hubungan antara ukuran partikel polutan dengan sumbernya. Partikel yang berdiameter lebih besar dari 10 mikron dihasilkan dari proses-proses mekanis seperti erosi angin, penghancuran dan penyemprotan, dan pelindasan benda-benda oleh kendaraan atau pejalan kaki. Partikel yang berukuran diameter di antara 1-10 mikron biasanya termasuk tanah, debu dan produk-produk pembakaran dari industri lokal, dan pada tempattempat tertentu juga terdapat garam laut. Partikel yang mempunyai diameter antara 0.1-1 mikron terutama merupakan produk-produk pembakaran dan aerosol fotokimia. Partikel yang mempunyai diameter kurang dari 0.1 mikron belum diidentifikasi secara kimia, tetapi diduga berasal dari sumber-sumber pembakaran.

Advertisement

Unit untuk menyatakan konsentrasi partikel adalah mikrogram per m3 (ug/m3). Untuk mengubah dari ug/m3 menjadi ppm dengan dasar volume, diperlukan data mengenai herat molekul partikel tersebut. Karena komposisi partikel yang bervariasi, maka sulit untuk menentukan berat molekulnya.

 

Advertisement