Advertisement

Merupakan aliran air tawar melintasi daratan dalam suatu saluran yang tetap sepanjang tahun atau sebagian dari waktu itu. Indonesia, negara kepulauan, tidak mempunyai sungai yang benar-benar besar, dilihat dari panjangnya maupun dari debit airnya. Di bagian hulu biasanya sungai itu sempit dan airnya mengalir dengan cepat dan bergemuruh. Bagian ini biasanya terletak di pegunungan. Di bagian muara sungai melebar dan air mengalir dengan tenang. Sungai memberi sumbangan besar kepada peradaban manusia yang bermukim di daerah alirannya. Na^iun bila meluap, dan ini terjadi secara berkala, sungai dapat mendatangkan malapetaka bagi manusia y ng bermukim di kiri kanannya.

Sejak dulu dan sampai jaman modern ini sungai dimanfaatkan manusia sebagai sarana pengangkutan. Sungai juga merupakan sarana pembuangan limbah cair. Di negara maju hanya limbah cair yang telah dibersihkan dapat dibuang ke sungai. Energi potensial air umumnya juga dimanfaatkan, dengan mengubahnya menjadi energi listrik lewat turbin dan generator. Untuk itu sungai dibendung. Manfaat utama sungai adalah sebagai penyedia air, baik air pertanian n lupun air industri dan rumah tangga. Pertanian n mcakup pengairan sawah, budi daya tanaman lain dan juga perikanan air tawar.

Advertisement

Air presipitasi (hujan dan salju) sebagian dimanfaatkan oleh tumbuhan, sebagian menguap, sebagian meresap ke dalam tanah, dan sisanya merupakan air larian yang membentuk bagian hulu sungai. Air yang meresap ke dalam tanah akhirnya muncul kembali di daerah yang lebih rendah sebagai mata air dan bergabung ke sungai besar lewat anak-anak sungai. Bila gunung tempat jatuhnya air presipitasi itu tinggi, apalagi bila terletak di daerah subtropis, air presipitasi lama tertahan sebagai salju yang membentuk lapisan es yang tebal. Pada musim semi lapisan ini mulai meleleh dan menambah besarnya air sungai.

Daerah aliran sungai atau cekungan drainase suatu sungai adalah daerah yang air lariannya akan terbuang ke sungai itu. Dua daerah aliran sungai terbagi oleh suatu pembagi drainase. Umumnya pembagi drainase ini berupa barisan pegunungan. Sekitar 75 persen air larian di bumi ini akhirnya akan menuju ke samudera, sedangkan sisanya ke berbagai danau.

Pola perlembahan dalam suatu daerah aliran sungai mencerminkan keadaan geologi daerah itu dalam menghadapi proses erosi. Sungai-sungai beserta anak- anak sungainya yang mirip urat daun menunjukkan bahwa ketahanan daerah itu terhadap erosi seragam. Daerah itu terdiri atas batuan sedimen yang luas dan mendatar, atau lempeng luas yang menyembul (intru- sif). Anak-anak sungai yang boleh dikatakan tegak lurus terhadap induknya menunjukkan bahwa air mengikuti retakan-retakan batuan yang telah terjadi sebelum sungai itu ada, dan selanjutnya menggerus untuk melebarkannya. Adanya kerucut, misalnya gunung api, akan menyebabkan sungai-sungai bersikap radial satu terhadap yang lain. Bila batuan sedimen itu tidak mendatar, maka bagian-bagian yang relatif lebih mudah tererosi akan menjadi sungai dan anak-anak sungai terbentuk menurut kekerasan tanah dan kemiringannya. Maka akan diperoleh pola mirip jala.

Gerusan sungai terhadap daratan di kiri kanannya di satu pihak, dan tumpukan hasil erosi oleh air banjir di pihak lain, lama-kelamaan akan mengubah bentuk sungai. Dengan perkataan lain, sungai berubah bentuk dengan perjalanan waktu. Ada tiga macam perubahan arah sungai: kelokan biasa akibat erosi, penangkapan sungai, dan avulsi. Penangkapan sungai terjadi bila air dari sungai yang satu berpindah hampir seluruhnya ke sungai yang lain, karena hilangnya penyekat alamiah yang semula ada. Avulsi terjadi bila sungai menerobos tanggul alamiah dan memintas lebih pendek ke laut. Terobosan ini dapat terjadi karena pendangkalan oleh pengendapan.

Kadang sungai mempunyai banyak pulau. Pulau- pulau ini biasanya terjadi karena beberapa gletser menggerus di tempat-tempat yang berlainan. Gerusan gletser jauh lebih efektif daripada erosi oleh air. Sungai dengan banyak pulau dikatakan berbentuk anyaman. Ketika aliran hampir sampai di laut atau danau, terutama apabila aliran air cukup tenang, akan terbentuk delta. Kipas aluvial atau kerucut aluvial terbentuk bila sungai meninggalkan lembah di pegunungan yang sempit dan tiba di dataran yang terbuka atau lembah yang lebih lebar.

Semata-mata dilihat dari akibat gerusan sungai ter-hadap daratan, sungai digolongkan sebagai muda, dewasa atau tua. Sungai muda memiliki banyak air terjun. Sungai dewasa menunjukkan keseimbangan antara bagian yang tererosi dan sedimen yang menumpuk. Air terjun telah banyak yang hilang dan dataran banjir telah banyak terbentuk. Sungai tua tidak lagi memiliki air terjun dan dataran banjirnya sangat luas.

Incoming search terms:

  • pengertian sungai
  • arti sungai
  • deskripsi sungai
  • definisi sungai
  • pengertian kerucut aluvial

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian sungai
  • arti sungai
  • deskripsi sungai
  • definisi sungai
  • pengertian kerucut aluvial