Advertisement

Gejala hilangnya sama sekali resistans listrik dalam logam dan aliase tertentu yang didinginkan ke dekat nol kelvin (nol mutlak). Karena tidak ada hambatan, elektron dapat berputar- putar dalam gelang superkonduktor terus-menerus. Di sini dikenal suhu kritis; di atas suhu ini logam itu bersifat konduktor (penghantar) biasa. Suhu kritis itu berkisar sekitar 20 K. Namun sejak tahun 1986 ditemukan bahan (aliase, keramik, dan bahan majemuk lain) yang masih bersifat superkonduktor sampai 90 K. Orang masih terus meneliti untuk memperoleh bahan yang bersifat superkonduktor pada suhu kamar. Superkonduktivitas dapat dirusakkan oleh adanya medan magnet, di samping oleh kenaikan suhu.

Gejala superkonduktivitas ditemukan oleh H. Kamerlingh Onnes, fisikawan Belanda ahli suhu rendah, dalam tahun 1911 ketika ia mengukur resistans listrik merkurium padat pada suhu rendah (dibenamkan dalam helium cair). Pada tahun 1933 Walther Meissner dan R. Ochsenfeld, insinyur Austria, menemukan bahwa bahan superkonduktor yang ditaruh dalam medan magnet luar dan kemudian didinginkan ke bawah suhu kritisnya akan menolak fluks magnetik (bahan itu menjadi diamagnetik). Efek Meissner ini membuktikan bahwa gejala superkonduktivitas bukanlah gejala fisika klasik, melainkan gejala mekanika kuantum.

Advertisement

Superkonduktor mempunyai beberapa sifat yang khas. Kecuali suhu kritisvdan medan magnet kritis tersebut di atas, superkonduktor mengenal arus listrik kritis (di atas nilai itu, arus listrik akan menyebabkan bahan kehilangan superkonduktivitasnya), kedalaman tembus (sedalam apa medan magnet menembus sebuah superkonduktor), jarak koheren (jarak dua elektron agar bisa mengalir bersama-sama secara super- konduktif), dan kalor jenis di dekat suhu kritisnya. Teori superkonduktivitas telah cukup diperkembangkan. Yang terkenal adalah teori BCS (Bardeen – Cooper – Schrieffer). Berdasar teori ini superkonduktor tradisional dikelompokkan dalam dua tipe. Tipe I adalah superkonduktor “biasa”, sedangkan tipe II mempunyai kedalaman tembus yang besar dan panjang koheren yang pendek dibandingkan dengan tipe I. Dalam superkonduktivitas dikenal efek Josephson: Sepasang superkonduktor yang didekatkan sampai sedekat 10″ 10 meter dialiri arus listrik kecil. Ternyata pasangan-pasangan elektron (disebut pasangan Cooper) akan meloncat dari superkonduktor yang satu ke yang lain, meskipun tidak ada selisih voltase antara keduanya.

Superkonduktivitas diterapkan dalam banyak hal. Orang segera mampu membuat magnet dengan kuat medan yang sangat tinggi. Laboratorium kecil sekarang sanggup memiliki magnet dengan kuat medan 100.000 gauss untuk berbagai penggunaan. Penerapan kedua adalah untuk membuat peranti elektronik yang sangat peka, antara lain dengan memanfaatkan efek Josephson tersebut di atas. Peranti ini diterapkan dalam bidang perkomputeran, metrologi, dan rekayasa lain. Yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan superkonduktor dalam penerusan (transmisi) tenaga listrik, pembuatan generator dan motor berukuran kecil dengan daya yang besar. Sedang dicita- citakan pembuatan kereta rel yang mengambang karena diangkat oleh gaya magnet.

Incoming search terms:

  • superkonduktivitas
  • pengertian superkonduktivitas
  • pengertian superkonduktifitas
  • pengertian superkonduktor
  • super konduktivitas
  • perbedaan superkonduktivitas dan superkonduktor
  • tahun ditemukan efek josephson
  • materi superkpnduktifitas
  • materi superkonduktivitas
  • defino superkonduktor

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • superkonduktivitas
  • pengertian superkonduktivitas
  • pengertian superkonduktifitas
  • pengertian superkonduktor
  • super konduktivitas
  • perbedaan superkonduktivitas dan superkonduktor
  • tahun ditemukan efek josephson
  • materi superkpnduktifitas
  • materi superkonduktivitas
  • defino superkonduktor