PENGERTIAN SUPERSTRUKTUR IDEOLOGIS – Superstruktur ideologis meliputi cara-cara yang telah terpolakan, yang dengan cara tersebut para anggota masyarakat berpikir, melakukan konseptualisasi, menilai dan merasa, sebagai lawan kata dari apa yang mereka lakukan secara aktual. Kalau struktur merujuk kepada perilaku, maka superstruktur merujuk kepada pikiran. Superstruktur mencakup beberapa sub-komponen berikut:

1. Ideologi Umum. Ini merujuk kepada karakteristik kepercayaan, nilai dan norma yang menonjol dalam suatu masyarakat atau dalan beberapa bagian dari suatu masyarakat. Kepercayaan memberikan asumsi-asumsi kognitif tentang apa yang benar dan apa yang salah. Kepercayaan ini menyangkut hakekat alam semesta, teknik pendidikan anak yang bagaimana yang menghasilkan anak-anak berkepribadian sehat, perbedaan-perbedaan apa yang ada antara laki-laki dan perempuan, dan masih sangat banyak lagi. Nilai adalah konsepsi tentang sesuatu yang bernilai yang didefinisikan secara sosial. Ia menentukan pemahaman kita tentang apa yang baik dan buruk, indah atau jelek, disukai atau tidak disukai dan seterusnya. Norma menunjukkan standardstandard atau aturan bersama yang berkaitan dengan tindakan sosial yang pantas dan tidak pantas. Ia adalah perintah dan larangan yang berusaha ditanamkan suatu masyarakat ke dalam diri para anggotanya. Semua masyarakat menciptakan kepercayaan, nilai dan norma, tetapi diversitas gejala ini sangat besar.

2. Agama. Agama berisi kepercayaan dan nilai bersama yang bersinggungan dengan keyakinan akan adanya kekuatan dan kekuasaan sesuatu yang bersifat supernatural. Adanya, kekuatan dan kekuasaan sesuatu yang adi-kodrati itu umumnya dianggap secara langsung mencampuri jalannya suatu masyarakat, atau paling tidak mempunyai hubungan tidak langsung dengannya. Seperti banyak komponen sistem sosiokultural lainnya, agama merupa-kan ciri universal kehidupan sosial manusia.

3. Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah serangkaian teknik untuk memperoleh pengetahuan dengan mendasarkan kepada observasi dan pengalaman (yaitu pengumpulan bukti-bukti faktual, demonstrasi dan pem-buktian dan lain-lain). Ia tidak hanya meliputi teknik dan prosedur untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga bangunan akumulatif pengetahuan itu sendiri. Dengan memahaminya seperti ini, ilmu pengetahuan bukanlahbagian kebudayaan yang bersifat universal, tetapi hanya berkembang di tempat dan dalarn waktu tertentu.

4. Kesenian. Kesenian adalah komponen sosiokultural yang bersifat universal. Ia berisi kesan-kesan atau pengungkapan-pengungkapan simbolik yang mempunyai nilai estetis, emosional atau intelektual bagi para anggota suatu masyarakat atau bagian dari suatu masyarakat. Kesan-kesan dan pengungkapan-pengungkapan simbolik yang dibicarakan ini bersifat fisik.

5. Kesusastraan. Kesusastraan juga berisi kesan-kesan atau pengungkapan-pengungkapan simbolik yang mempunyai nilai estetis, emosional atau intelektual. Namun dalam hal ini kesan-kesan atau pengungkapan-pengungkapan lebih bersifat verbal (lisan maupun tulisan) daripada bersifat fisik. Dengan pemahaman seperti ini, mite, legenda, dan drama shakespeare semuanya dianggap sebagai kesusastraan.

Filed under : Bikers Pintar,