Advertisement

Naskah berbahasa Kawi karya Mpu Tantular. Diperkirakan naskah ini ditulis Mpu Tantular saat Raja Hayam Wuruk, penguasa Kerajaan Majapahit, berkuasa (1350-1389). Dalam naskah ini dikisahkan bahwa Budha menitis sebagai Raden Suta- soma, putra Prabu Mahaketu, Raja Hastina. Sutasoma rajin bersembahyang dan sangat mencintai agama Budha Mahayana. Karena tidak ingin dikawinkan dan dinobatkan menjadi raja, pada suatu malam ia meloloskan diri dari istana. Pintu-pintu istana yang tertutup membuka sendiri seolah-olah membukakan jalan baginya. Dalam perjalanannya menuju Gunung Himalaya, ketika tiba di sebuah candi di tengah hutan, ia memutuskan untuk bersemadi. Ia diantar oleh beberapa pendeta sampai di sebuah pertapaan. Para pertapa di tempat ini sering mendapat gangguan dari Raja Purusada, titisan raja raksasa penghuni hutan yang mempunyai luka yang tak kunjung sembuh di kakinya. Para pendeta memohon kepada Sutasoma agar membunuh raksasa pengganggu ini, namun Sutasoma menolak.

Ketika melanjutkan perjalanannya Sutasoma berhasil menyingkirkan gangguan raksasa berkepala gajah dan naga. Setelah itu ia melihat seekor harimau betina yang hendak memakan anaknya sendiri. Menyaksikan ini Sutasoma menawarkan diri untuk menggantikan anak harimau itu. Harimau setuju, lalu mengisap darah Sutasoma hingga habis. Namun harimau ini akhirnya menyesali perbuatannya dan menangis di telapak kaki mayat Sutasoma. Beruntunglah Batara Indra yang sedang lewat berhasil menghidupkan Sutasoma kembali.

Advertisement

Sutasoma meneruskan perjalanan, dan bertapa di sebuah gua. Olui para dewa keteguhannya bertapa diuji dengan berbagai godaan. Sutasoma dapat menjelma menjadi Budha Wairocana. Setelah berbalik ke asalnya semula Sutasoma pulang ke Hastina. Dalam perjalanan pulang, Sutasoma bersua dengan balatentara raksasa Purusada yang sedang dikejar-kejar Prabu Dasabahu, saudara sepupu Sutasoma. Menjumpai Sutasoma, Prabu Dasabahu memintanya ikut pulang ke negerinya untuk dinikahkan dengan adiknya. Dan sekembalinya ke Hastina, Sutasoma dinobatkan menjadi raja bergelar Prabu Sutasoma.

Dikisahkan pula Raksasa Purusada yang berjanji mempersembahkan seratus orang raja untuk santapan Batara Kala asalkan luka di kakinya bisa sembuh. Setelah berhasil menawan 99 orang raja, untuk melengkapinya, Purusada – dengan menyamar sebagai pendeta tua — berhasil juga menawan Raja Widarba. Namun ketika keseratus tawanan ini dipersembahkan, Batara Kala menolak karena ia menghendaki daging Prabu Sutasoma. Mendengar kabar itu Prabu Sutasoma menyediakan dirinya untuk disantap asal-kan 100 tawanan lainnya dibebaskan. Pengorbanan ini mengharukan hati Batara Kala, bahkan juga Purusada. Akhirnya Purusada bertobat dan berjanji tidak akan menangkap manusia lagi.

Kisah Sutasoma ini membawa konsepsi pengorbanan dan belas kasihan yang perlu dijalankan oleh seorang Bodhisattva untuk mencapai kesempurnaan tertinggi dan sekaligus menjadi ciri khas Budha Mahayana. Di sisi lain, naskah ini juga merekam konsepsi sunyata yang bersifat absolut dan merupakan salah satu falsafah dasar Mahayana. Atas dasar ini Mpu Tantular membuat Siwa dan Budha menjadi satu kesatuan tunggal, seperti yang terungkap melalui pernyataan: “Hyang Budha tanpahi Siwa raja dewa …. mangka Jinatwa lawan Siwatatwa tunggal, bhinneka tunggal ika tanhana dharmma mangrwa.” Artinya, “Hyang Budha tiada bedanya dengan Siwa, raja para dewa …. karena hakikat Jina (Budha) dan Siwa adalah satu, berbeda-beda namun satu, tiada kebenaran bermuka dua.”

Potongan pernyataan bhinneka tunggal ika dipetik oleh Prof. Muh. Yamin dan disahkan sebagai semboyan negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.

Dalam lingkungan agama Budha di Indonesia, khususnya di kalangan Sangha Agung Indonesia, kitab Sutasoma ini bersama-sama dengan naskah Sanghyang Kamahayanikan dan naskah Budha berbahasa Kawi lainnya dipandang sebagai bagian dari naskah suci agama Budha Indonesia.

Incoming search terms:

  • kitab sutasoma
  • pengertian sutasoma
  • sutasoma
  • arti sutasoma
  • pengertian kitab sutasoma
  • arti suta
  • isi kitab sutasoma
  • apa yang dimaksud kitab sutasoma
  • kitab sutasoma adalah
  • sutasoma adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kitab sutasoma
  • pengertian sutasoma
  • sutasoma
  • arti sutasoma
  • pengertian kitab sutasoma
  • arti suta
  • isi kitab sutasoma
  • apa yang dimaksud kitab sutasoma
  • kitab sutasoma adalah
  • sutasoma adalah