Advertisement

Burung yang termasuk kelompok cangak-cangakan. Burung ini mempunyai kebiasaan terbang malam hari sambil mencari pakan. Burung jantan dan betinanya berbeda nyata. Bulu burung jantan di bagian atas berwarna cokelat tua, sedangkan di bagian bawah, dari dada ke belakang putih dengan lurik cokelat dan hitam. Leher bagian bawahnya cokelat muda dengan totol-totol hitam di tengah. Bulu kepala bagian atas dan bulu mahkotanya hitam. Bulu burung betinanya di bagian atas berwarna cokelat kehitaman dengan garis-garis cokelat muda pada setiap bulu. Bulu penutup tubuh bagian bawahnya hampir sama dengan yang jantan. Bulu leher bagian bawahnya putih dengan totol-totol hitam di tengah. Bulu kepala bagian atas dan mahkotanya hitam kecokelatan dengan garis-garis putih. Jika burung terbang, bulu sayapnya tampak berwarna hitam dengan sedikit putih pada ujung-ujung bulu. Pan-jang tubuhnya 35 – 40 sentimeter. Paruhnya yang panjang dan runcing berwarna hijau kekuningan. Selaput pelangi matanya kuning. Kakinya hijau kekuningan.

Pakannya serangga kecil, katak, dan kadal. Suweko hutan lebih menyukai tempat yang berair, seperti tepi sungai, sawah, dan rawa-rawa yang banyak ditumbuhi rerumputan. Burung ini juga sering terlihat bertengger di atas pohon bambu, ranting mati, dan pohon berdahan jarang. Umumnya suweko hutan hidup menyendiri.

Advertisement

Daerah penyebarannya meliputi Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Cina Selatan, Filipina, Tai-wan, Hainan, India, Sri Lanka, Myanmar, Indocina, Kepulauan Nikobar, Kepulauan Ryukyu Selatan, dan Kepulauan Palau. Pada musim dingin di belahan bumi utara, burung ini bermigrasi ke Jawa, dataran rendah Tenasserim, Malaya, Thailand Tengah, Laos Utara, Tonkin,’dan Hong Kong.

Klasifikasi Ilmiah. Suweko hutan termasuk suku Ardei- dae; nama ilmiahnya Gorsachius melanolophus.

Advertisement