Advertisement

Atau swadeshi, adalah gerakan dalam rangka perjuangan mencapai kemerdekaan di India yang dipelopori oleh Mohandas Karam Chand Gandhi, seorang pemimpin pergerakan nasional India yang masyhur. Gerakan ini didasarkan atas kepercayaan bahwa segala yang ada di dunia ini telah ditetapkan oleh alam. Karena itu setiap warga negara wajib mengakui apa yang telah ditetapkan oleh alam. Tiap bangsa dan negara t£lah menerima penetapan alam dan kedudukan serta tugas masing-masing untuk tidak mencampuri urusan negara lain. Imperialisme merupakan suatu pelanggaran atas asas tersebut, oleh karena itu harus dilenyapkan. Negara harus berusaha mengembangkan negaranya masing-masing atas dasar kekuatan sendiri yang sudah diterimanya dari alam. Gerakan ini menganjurkan kepada para pengikutnya untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan hasil produksi dalam negeri.

Di Indonesia pengaruh gerakan ini cukup terasa pada masa pergerakan nasional, terutama di Jawa dan Sumatra. Di Jawa pengaruh gerakan itu tampak nyata. Orang pada waktu itu merasa bangga memakai pakaian lurik. Peci, baju, dan sarung juga dibuat dari lurik. Pakaian nasional ditukar dari yang pernah ditetapkan oleh Sukarno di masa PNI. PNI mengakui bahwa pakaian nasional adalah peci, jas dan pantalon, yang pada jaman Partindo diganti sarung. Semangat nasionalisme ini telah menggejolak di seluruh tanah air. Di Sumatra gerakan ini dipelopori oleh Permi. Orang memakai peci dan tas dari pandan, serta pakaian dari tenunan sendiri. Di saat menghebatnya gerakan swadesi inilah nama Sartono sebagai propagandis swadesi menjadi kian populer, lebih-lebih ketika ia memaklumkan meninggalkan kantor advokatnya dan menerjunkan dirinya seratus persen ke dalam pergerakan rakyat.

Advertisement

Hatta termasuk salah seorang tokoh pergerakan yang menolak pembubaran PNI dan sekaligus mengecam gerakan swadesi. Hatta selalu menyerang Sartono dan kawan-kawannya. Maka terjadilah perdebatan yang sengit antara Hatta (PNI) dan Sartono (Partindo). Hatta membantah dan melecehkan gerakan swadesi yang dilancarkan Sartono. Dikatakannya bahwa Indonesia tak dapat mencontoh India dalam hal swadesi ini. Di India swadesi dapat mematahkan barang- barang keluaran Inggris, tetapi di Indonesia usaha nasional kita sama sekali tak bisa memboikot barang- barang asing. Dumping Jepang dapat mematahkan gerakan swadesi ini dalam tempo beberapa menit saja. Barang Jepang sangat murah, sedangkan barang swadesi selain mutunya sangat rendah, juga terpaksa masih sangat mahal. Betapapun berkobarnya semangat nasional di dalam dada rakyat, mereka tetap akan mencari barang yang baik mutunya dan murah.

Bertubi-tubi Hatta menulis dalam pers mencela gerakan swadesi ini. Ternyata kritik Hatta ini benar, seperti terbukti dengan semakin merosotnya gerakan ini sampai akhirnya runtuh sama sekali.

Incoming search terms:

  • swadesi
  • pengertian swadesi
  • swadesi adalah
  • arti swadesi
  • gerakan swadesi
  • baju swadesi
  • apa yang dimaksud swadesi
  • apa itu swadesi
  • pengertian swadeshi
  • pengertian gerakan swadesi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • swadesi
  • pengertian swadesi
  • swadesi adalah
  • arti swadesi
  • gerakan swadesi
  • baju swadesi
  • apa yang dimaksud swadesi
  • apa itu swadesi
  • pengertian swadeshi
  • pengertian gerakan swadesi