Advertisement

Yang lebih tepat disebut swasembada beras, untuk pertama kalinya dicanangkan dalam sebuah loka karya yang diadakan dalam tahun 1968 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam lokakarya tersebut dibahas upaya-upaya untuk menghapuskan ketergantungan Indonesia pada beras impor yang cenderung melonjak dari tahun ke tahun. Sejarah impor beras oleh Indonesia memang sudah berlangsung sejak lebih dari 100 tahun sebelumnya. Indonesia mulai mengimpor beras pada tahun 1847, dan keadaan ini berlangsung terus, dalam jumlah yang makin membesar, sehingga pada tahun 1980 Indonesia menjadi pengimpor beras terbesar di dunia.

Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri sebenarnya sudah diawali sejak tahun !959 dengan dimulainya program intensifikasi pertalian. Tetapi hingga akhir tahun 1960-an, program ini boleh dikatakan tidak ada hasilnya, sebab waktu itu beras masih langka dan sangat mahal, dan sebagian besar rakyat Indonesia terpaksa mencampur makanan pokoknya dengan bahan lain, karena tidak mampu membelinya. Dengan tekad pemerintah Orde Baru untuk mencapai tingkat swasembada beras, sejak Pelita I (1969-1974) berbagai program intensifikasi digalakkan, dan produksi beras selama periode tersebut meningkat rata-rata 4,5 persen per tahun.

Advertisement

Namun pada Pelita II, tingkat produksi merosot sebagai akibat serangan hama. serta karena belum ditemukannya jenis padi unggul yang cocok dengan tanah dan iklim Indonesia, dan yang tahan hama. Persentase rata-rata kenaikan produksi selama Pelita II hanya mencapai angka di bawah 4 persen per tahunnya. Keadaan ini memaksa Badan Urusan Logistik (Bulog), yang berfungsi sebagai pengendali stok bahan pangan dan harga, tetap mengimpor beras. Impor beras Indonesia mencapai puncaknya, yakni 2 juta ton, dalam tahun 1980.

Membaiknya pendapatan devisa yang diakibatkan oleh bonanza minyak pada awal tahun 80-an telah membuka peluang besar bagi usaha peningkatan produksi beras. Anggaran pembangunan untuk sektor pertanian dalam tahun 1980/1981 dinaikkan hampir dua kali lipat dari anggaran tahun-tahun sebelumnya, hingga mencapai 706,1 miliar rupiah. Dengan biaya sebesar itu, pembangunan saluran-saluran irigasi, bimbingan untuk petani melalui petugas penyuluhan lapangan (PPL), serta subsidi pembelian pupuk dan pestisida dilipatgandakan. Sejak tahun 1980 produksi beras naik dengan meyakinkan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, dan mengurangi impor. Sejak itu pula impor beras secara berangsur-angsur dikurangi, hingga terhenti sama sekali dalam tahun 1984.

Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menghasilkan penghargaan dari Organisasi Pangan Sedunia/FAO (Food and Agriculture Organization) yang menunjuk Indonesia sebagai contoh negara berkembang yang berhasil memenuhi kebutuhan pangannya. Sementara 400 juta orang di sebagian negara berkembang, terutama di Afrika, masih terancam kelaparan, Indonesia telah berhasil berswasembada pangan, FAO menganggap ini suatu keberhasilan. Untuk itu FAO mengundang Presiden Soeharto berpidato di depan sidang dua tahunan FAO di Roma, Italia, pada tanggal 14 November 1988.

Tantangan dalam Mempertahankan Swasembada. Bagi Indonesia tampaknya belum ada pilihan lain, kecuali swasembada beras, mengingat beras adalah makanan pokok utama. Ketergantungan pada beras impor, secara sosial maupun politis, sangat membahayakan posisi Indonesia. Itulah sebabnya, meskipun sementara pihak menganggap upaya mempertahankan swasembada beras terlalu mahal dan kurang realistis, di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) ditetapkan bahwa kebijakan swasembada beras harus tetap dipertahankan.

Guna menjaga kelangsungan swasembada beras, untuk tahun 1989 pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian, menargetkan kenaikan produksi sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya sehingga menjadi 29,2 juta ton. Untuk itu areal Supra Insus, Insus, Paket D, dan usaha-usaha intensifikasi lain akan diperluas sejak musim tanam 1988.

Incoming search terms:

  • pengertian swasembada pangan
  • swasembada pangan adalah
  • pengertian swasembada
  • arti swasembada
  • arti swasembada pangan
  • pengertian swasembada beras
  • apa itu swasembada
  • swasembada beras adalah
  • apa itu swasembada pangan
  • apa itu swasembada beras

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian swasembada pangan
  • swasembada pangan adalah
  • pengertian swasembada
  • arti swasembada
  • arti swasembada pangan
  • pengertian swasembada beras
  • apa itu swasembada
  • swasembada beras adalah
  • apa itu swasembada pangan
  • apa itu swasembada beras