Advertisement

Padanan kata Latin Credo (yang berarti “aku percaya”), adalah ringkasan pasal-pasal pokok iman yang dinyatakan dan diakui oleh agama atau komunitas pemeluk kepercayaan, suatu rumusan kepercayaan. Di Gereja Katolik dalam perkembangan agama sejak abad pertama sampai sekarang ada bebe rapa rumusan serupa. Misalnya Syahadat Para Rasul, Syahadat Nicea-Konstantinopel, Syahadat Paus Pius IV, di 1.

Rumusan-rumusan iman itu berkembang dari ke-biasaan yang mengharuskan calon penerima pembaptisan untuk secara jelas dan tegas menyatakan kepercayaannya kepada ajaran Gereja. Pada abad ke- 4, misalnya, calon penerima pembaptisan, atau katekumen, harus menjalani serangkaian pelajaran agama dan menjelang akhir pelajaran diberi suatu rumusan ajaran yang harus dihafal sehingga mereka dapat mengulanginya sebelum dibaptis. Rumusan ini pada masa awal Gereja merupakan pernyataan yang sangat sederhana seperti diceritakan dalam Alkitab. Pada Kisah Para Rasul Bab 8, misalnya, diceritakan bahwa ketika seorang Etiopia minta dibaptis, Philipus hanya mau membaptis orang ini setelah ia menyatakan imannya dengan berkata: “Saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah.”

Advertisement

Studi tentang syahadat yang sekarang berlaku, me-nunjukkan bahwa pada jaman awal ada dua syahadat dengan ciri yang berbeda. Bentuk pertama, seperti di atas, bersifat kristologis, artinya menekankan Yesus Kristus sebagai pusat. Di samping itu sejak awal juga sudah muncul pengakuan iman yang bersifat trinita- rian, artinya berpusat pada Allah Tritunggal. Dalam Epistola Apostolorum (Surat Para Rasul) dari pertengahan abad ke-2 disebutkan rumusan yang berbunyi: “(Saya percaya) Bapa Yang Mahakuasa, dan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, dan Roh Kudus, Sang Parakletus, Gereja Kudus, dan pengampunan dosa.”

Pada awal abad ke-3 di Gereja Roma terdapat sebuah syahadat yang merangkum kedua pusat ajaran tersebut, kristologis dan trinitarian. Syahadat ini menjadi dasar semua syahadat di Gereja Barat dan merupakan induk Syahadat Para Rasul yang berlaku sekarang. Tetapi di Gereja Timur Tengah terjadi perkembangan paralel yang agak berbeda. Pada pengakuan iman trinitarian ditambahkan pernyataan-pernyataan kristologis. Misalnya, kalau Gereja Barat menekankan kedatangan Sang Putra di dunia dari Sang Perawan Maria, Gereja Timur menekankan asalNya dari- Allah dalam keabadian. Ada tambahan-tambahan yang bermotivasi untuk menangkal gagasan sesat. Tetapi kebanyakan tambahan ini mempunyai tujuan kateketik. Dari beberapa syahadat Gereja Timur, ada dua yang terkenal, Syahadat Yerusalem dan Syahadat Sesarea.

Incoming search terms:

  • induk sahadat

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • induk sahadat