Advertisement

Istilah yang diambil dari kata Perancis tache yang berarti “bintik” atau “gumpal”, dan digunakan untuk menyebut gaya lukisan pada pertengahan abad ke-20 yang tidak mengungkapkan sesuatu kelaziman, seperti pemandangan, wajah, potret, dan kehidupan sehari-hari, atau komposisi, termasuk perspektif dan permainrn cahaya. Tachisme mencoba menghindari penggambaran tersebut untuk menciptakan kesan susunan yang bersifat tidak statis. Gaya ini pada dasarnya mengandalkan gerak tak sadar, gerak alamiah yang secara tak sadar memanipulasi warna.

Pada perkembangannya, di Perancis tachisme menjadi sama artinya dengan lukisan gestural, yang lebih mementingkan gerakan sapuan kuas daripada teknik melukis. Tachisme dengan akar-akarnya dalam kaligrafi Jepang menjadi alat ekspresi favorit bagi sekelompok pelukis Perancis. Beberapa pelukis yang pernah memakai gaya ini adalah Alan Davie, Sam Francis, Hans Hartung, dan Jackson Pollock.

Advertisement

Advertisement