Advertisement

Suatu tipe kemah satu sisi yang dijadikan tempat berlindung manusia jaman purba. Biasanya kemah itu menempel pada dinding karang ntau dinding pada gua-gua. Kemah ini terbuat dari bahan yang ringan seperti kulit kayu atau dedaunan. Bekas-bekas perkampungan ini oleh para ahli prasejarah disebut abris sous roches (tempat perlindungan di bawah karang). Selain kemah tadah angin biasanya ditemukan pula bekas-bekas alat-alat batu, tulang, dan kerang. Beberapa masyarakat berburu dan meramu di pedalaman Irian Jaya mengenal bentuk-bentuk tadah angin, yakni untuk tempat bermalam atau beristirahat waktu bekerja mengumpulkan sagu atau berburu. Orang Mej Brat, misalnya, menamakannya sebiach.

Advertisement
Advertisement