Advertisement

Tahun yang secara khusus dimaklumkan kudus oleh Sri Paus. Tradisi dalam Gereja Katolik ini berakar pada kebiasaan Yahudi yang disebut Tahun Yobel: “Selanjutnya kamu harus menghitung tujuh tahun sabat, yaitu tujuh kali tujuh tahun, sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya.

Gerbang Kudus di Basilika St. Petrus, yang dibuka hanya oleh Sri Paus pada upacara resmi Tahun Suci. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu.” (Im 25: 8, 10).

Advertisement

Sekarang di kalangan Gereja Katolik tahun suci diadakan setiap 25 tahun sekali, meskipun – karena alasan pastoral tertentu – Sri Paus bisa memaklumkan tahun suci yang lain. Kebiasaan ini dimulai pada tahun 1300 oleh Paus Bonifacius VIII dengan surat penetapan Antiquorum fide relatio (laporan yang ter- percaya mengenai jaman kuno). Salah satu upacara istimewa yang menandai tahun suci adalah pembukaan dan penutupan kembali gerbang kudus dari Basilika St. Petrus di Roma dan gereja basilika lain yang ditentukan.

Selama tahun suci, umat Katolik bisa menerima pengampunan dosa dan indulgensi penuh dengan berziarah ke gereja-gereja basilika yang telah ditentukan, sambil menerima Sakramen Tobat dan menyambut Komuni. Gereja-gereja itu di antaranya adalah Basilika St. Petrus, Basilika St. Paulus di luar tembok Roma, Basilika St. Yohanes Lateran, dan Basilika St. Maria Magiore di Roma. Dalam tahun suci ada tradisi Gereja menerima kembali orang-orang beriman yang diekskomunikasi (dikucilkan).

Advertisement