Advertisement

Bagi para pengamat folklor, digolongkan sebagai kepercayaan rakyat (folk belief). Takhyul tampaknya dikenal oleh hampir semua suku bangsa di dunia ini, bahkan pada masyarakat modern sekali pun, dan diwariskan melalui media tutur kata.

Jenis takhyul bermacarmfrnacam dalam kaitan dengan daur hidup-manusia, alam gaib, alam semesta, dll. Contohnya pada orang Betawi ada larangan membawa bayi ke luar rumah pada saat maghrib karena takut diganggu roh-roh jahat. Orang Cina di Jakarta percaya bahwa.tulisan huruf Cina hu (harimau) pada leher orang berpenyakit gondong akan mempercepat kesembuhannya. Demikian juga orang Jawa mengatakan bahwa kedutan pada kelopak mata merupakan pertanda bahwa yang bersangkutan akan mendapat berita kurang baik dari kerabat atau teman dekat; atau rumah yang letaknya tegak lurus terhadap jalan raya di depannya (“tusuk satai”) akan membawa celaka bagi penghuninya.

Advertisement

Kepercayaan akan beragam makhluk halus juga termasuk takhyul. Masih banyak lagi takhyul yang berhubungan dengan kehamilan wanita, perjalanan, membangun rumah, penyakit, dll.

Advertisement