Advertisement

Merupakan kelompok terna yang tumbuh tegak atau melata di atas permukaan tanah, bebatuan, serta batang pohon hidup atau pohon mati. Perbungaannya selalu berbentuk tongkol yang bersel udang. Bunganya berumah satu atau berumah dua. Pada yang berumah satu, bunga betinanya terdapat pada pangkal perbungaan, sedangkan bunga jantannya di atas bunga betina, dan kadang-kadang diikuti oleh bagian bunga yang steril. Bentuk daunnya bervariasi, yakni tunggal atau majemuk.

Kerabat talas yang terdiri atas 110 marga dan 2.500 jenis tersebar terutama di Amerika Tropis dan Asia Tropis. Kerabat ini tergolong penting, karena anggotanya dapat dipakai, antara lain, untuk obat tradisional, sumber karbohidrat, atau tanaman hias. Jenis talas yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional biasanya mengandung saponin, minyak asiri, arin, konin, atau alkaloid. Oleh karena itu, jenis talas ini digunakan sebagai obat untuk penyakit asma, bronkitis, cacingan, serta obat pencegah pertumbuhan kanker dan kehamilan atau obat pembasmi serangga. Beberapa jenis talas juga dapat menimbulkan halusinasi, karena mengandung a- dan p — asaron atau 5-hidroksitrip- tamina. Akar dan daun beberapa jenis talas lainnya memproduksi suatu zat yang dapat dimanfaatkan se-bagai pewarna kain. Hasil buangan pengolahan talas pun dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk pembuatan alkohol atau bubuk farmasi yang dapat dipakai dalam memecahkan senyawa kimia tertentu, pupuk organik, dan bahan untuk menyaring air bersih.

Advertisement

Namun^ orang lebih mengenal talas sebagai suatu jenis tanaman umbi-umbian yang diperuntukkan bagi bahan makanan. Tanaman ini merupakan terna dengan daun menjantung yang menempel pada tangkainya, sehingga menghasilkan suatu susunan berbentuk perisai. Perbungaannya yang tumbuh menggerombol pada ketiak daun terdiri atas 2-5 tongkol. Panjang tangkai perbungaannya 15-30 sentimeter. Seludangnya yang panjangnya 20 sentimeter berwarna kuning pucat dengan tabung basal kehijauan. Panjang tongkolnya 6-14 sentimeter. Bagian steril pada tongkolnya berwarna kuning pucat. Bunganya berbau seperti bau buah mangga masak. Diduga, polinator- nya lalat buah. Buahnya yang masak berwarna hijau dan jarang mengandung biji. Diperkirakan tanaman ini telah dikenal penggunaannya di Asia Tropis maupun Asia Subtropis sejak 10.000 tahun yang lalu. Persebaran penggunaannya meluas mulai dari India sampai Cina Selatan, Taiwan, Filipina, Irian, dan Papua Niugini.

Talas menjadi makanan pokok beberapa suku bangsa di Irian. Sebelum dimakan, umbi talas dimasak terlebih dahulu untuk menghilangkan kristal oksalat yang berbentuk jarum dan zat iritasi lainnya. Talas mengandung 13-29 persen karbohidrat, 1,4- 3 persen protein, vitamin C dan B kompleks, terutama tiamina, riboflavin, dan niasin, serta mineral. Umbinya sering diiris tipis-tipis untuk dibuat kripik. Pelepah daun talas kultivar tertentu dapat dimasak sebagai bahan sayuran. Daunnya juga sering dimanfaatkan sebagai bahan sayur; daun ini mengandung protein (4,4 miligram per 100 gram), vitamin C (142 miligram per 100 gram), vitamin A (20 – 385 IU per 100 gram), j<a m, kalium, fosforus, dan besi. Kini diduga ada lebih dari 1.000 kultivar talas di seluruh dunia yang bervariasi dalam warna, ukuran, rasa, tekstur, tingkat kegatalan, kepekaan pada penyakit, dan kecocokan pada keadaan iklim yang berbeda, serta teknik pembudidayaannya. Meskipun telah banyak ragam- nva, usaha untuk menciptakan kultivar baru tetap di-lakukan, terutama untuk mendapatkan kultivar dengan produksi tinggi, nilai gizi yang lebih baik, dan jurangnya rasa gatal pada umbi. Di Indonesia ada kira-kira 15 kultivar talas, di antaranya talas sutera, tala: ?ahe, talas bentul, talas putih, dan talas bogor.

Pembudidayaan talas sangat mudah, yakni dengan cara menanam anakan atau potongan akar rimpangnya. Tanaman ini tumbuh baik pada daerah bersuhu 21 -27°C dengan curah hujan 1.750 milimeter per tahun. Tanah yang disukainya adalah tanah asam dengan pH 5,5 – 6,5 dan berhumus. Jenis hama yang banyak menyerang talas, antara lain, jamur Pythium dan Sclerotium yang menyebabkan busuk pada umbi; jamur Phytophthora colocasiae yang menjadi penyerang utama daun, sehingga menimbulkan banyak kematian; Nematoda Meloidogyne yang dapat me-nyebabkan kerusakan akar talas di daerah bertanah kering; dan serangga pengisap daun (Tarophagus proserpin) yang sering meletakkan telur pada tangkai daun, sehingga menyebabkan kerusakan tanaman.

Incoming search terms:

  • pengertian talas
  • apa itu talas
  • Definisi talas
  • pengertian daun talas
  • pengertian umbi talas
  • definisi pohin talas
  • tujuan tanaman talas
  • arti bunga pohon talas
  • apa? arti ubi talas
  • apa yang dimaksud dengan akar keladi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian talas
  • apa itu talas
  • Definisi talas
  • pengertian daun talas
  • pengertian umbi talas
  • definisi pohin talas
  • tujuan tanaman talas
  • arti bunga pohon talas
  • apa? arti ubi talas
  • apa yang dimaksud dengan akar keladi