Advertisement

Adalah penggalian ke bawah permukaan tanah dengan maksud pengambilan bahan galian yang mempunyai arti ekonomis. Bahan galian itu dapat berupa bijih yang akan menghasilkan berbagai macam logam, atau berbagai macam bahan non-lo- gam (belerang, garam, gips, fosfat, asbes, dan lain- lain), minyak dan gas bumi, batu bara, batu, pasir, kerikil, dan tanah lempung. Kegiatan penambangan mencakup jauh lebih banyak upaya daripada yang tercermin oleh definisi ini.

Upaya penambangan dimulai sejak orang melakukan pencarian dan eksplorasi. Pencarian dapat dikhususkan untuk satu atau beberapa bahan galian, tetapi juga dapat dimaksudkan untuk menilai kekayaan akan bahan galian dalam kawasan itu. Eksplorasi ditujukan untuk menaksir ukuran, bentuk, kandung n dan beberapa karakteristik lain, setelah bahan galian tertentu ditemukan.

Advertisement

Berdasar hasil eksplorasi, teknik penambangan dapat berupa penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah. Teknik yang sama sekali lain ialah penambangan di bawah permukaan samudera. Masih tercakup dalam penambangan adalah pengangkutan bijih atau bahan galian itu dan pengolahan tahap pertamanya untuk menghasilkan konsentrat, yang akan dikirim ke pabrik peleburan.

Ada dua penambangan terbuka: model bangku dan model garis. Penambangan model bangku dilakukan terhadap bahan galian yang terletak pada permukaan tanah atau sedikit terbenam di dalam tanah, dan menjorok ke segala arah. Dari udara tambang jenis ini akan tampak seperti pinggan oval atau berbentuk lain, yang terbuat dari deretan teras, mirip bangku stadion. Tambang ini dibuka dengan menggunakan buldoser pencakar untuk menyingkirkan lapisan tanah humus dan lapisan batuan yang menyelimuti bahan galian. Kemudian digunakan baiian peledak untuk menghancurkan batuan yang berisi bijih. Bijih yang terbelah- belah itu kemudian diangkut ke tempat pemrosesan.

Tambang model garis terutama digunakan untuk mengambil batu bara, atau bahan galian lain yang lunak mirip batu bara, seperti kerikil fosfat dan bijih uranium. Penambangan model garis dilakukan bila batu bara atau bahan galian serupa terletak tidak terlalu dalam. Dari udara tambang jenis ini akan tampak seperti lubang lebar, dangkal dan dasarnya rata. Ciri lain adalah barisan sejajar tanah yang telah atau akan digunakan untuk menguruk bagian yang telah habis bahan galiannya.

Banyak bahan galian berharga bercampur dengan lumpur, pasir atau kerikil dan terdapat sepanjang tepi sungai atau pantai danau dan laut. Penambangan jenis ini disebut penambangan aluvial. Bahan galian yang biasa ditambang adalah bulir emas, intan, bijih timah (kasiterit), bijih titanium (rutil), zirkon, dan ilmenit. Juga pasir dan kerikil untuk bahan bangunan. Teknik paling sederhana adalah penanggukan pasir dan kerikil dan kemudian dengan mengolaknya dalam air sungai. lumpur dan pasir halus terbuang, dan bahan tambang (bulir emas atau intan) dipungut di antara kerikil dan batu di dalam tangguk itu. Dapat dilakukan mekanisasi dan penaikan skala terhadap teknik penanggukan ini.

Penambangan aluvial jenis lain disebut penambangan hidraulik. Di sini digunakan penyemprotan air terhadap tebing sungai yang tersusun dari pasir itu untuk menggalinya, dan bahan hancuran yang diperoleh dimasukkan ke dalam kotak-kotak pintu-air untuk mengkonsentrasikan bijih.

Penggunaan kapal keruk merupakan teknik penam-bangan aluvial modern. Kapal keruk ini dilengkapi dengan ember-ember pada sabuk angkut untuk mengangkut bahan galian ke dalam kapal, di mana bijih dipungut, kemudian pasir, kerikil dan lumpur sisanya dibuang ke bekas penambangan.

Bila bahan galian terletak jauh di bawah permukaan tanah, terpaksa dilakukan penambangan bawah-tanah. Penambangan ini dapat dilakukan hampir tanpa mempedulikan keadaan permukaan tanah, dan pnambangan ini tidak banyak mengubah keadaan permukaan tanah itu, kecuali dalam hal pembuangan sisa-sisa yang telah diangkut keluar dan tidak terpakai. Masalah utama dalam penambangan bawah-tanah adalah ventilasi dan penerangan, serta berbagai bahaya penambangan (ledakan).

Fase pengembangan mencakup penyiapan akses, ventilasi, sarana pengangkutan keluar, dan penyiapan deposit untuk ditambang. Fase induk dapat menggunakan berbagai teknik menurut keadaan: penggalian terbuka, penggalian bawah permukaan, penggalian yang mengerut, penggalian gali-tutup, pembuatan gua bawah tanah, pembuatan gua blok, penambangan larutan, penambangan sinambung, dan pengeboran (untuk minyak dan gas bumi). Peledakan nuklir bawah tanah untuk menghancurkan batuan dengan biaya rendah juga direncanakan.

Penambangan bawah permukaan laut dapat berupa penambangan bahan yang terlarut dalam air laut, yang terletak pada dasar samudera, dan yang terdapat dalam batuan di bawah dasar samudera. Penambangan air laut yang biasa ialah untuk mengambil garam dapur (NaCl) atau garam magnesium (diangkut sebagai MgO). Penambangan di bawah dasar laut umumnya berupa pengeboran untuk mengambil minyak dan gas bumi. Teknik ini dikenal sebagai pengeboran lepas pantai. Pada dasar samudera sering dijumpai tumpukan bulir atau malahan gundu-gundu bijih mangan dan endapan fosfat.

Incoming search terms:

  • PENGERTIAN TAMBANG
  • pengertian pertambangan
  • tambang adalah
  • definisi tambang
  • pengertian penambangan pasir
  • apa itu tambang
  • Pengertian tambang pasir
  • pengertian penambangan
  • arti tambang
  • pengertian bahan tambang

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • PENGERTIAN TAMBANG
  • pengertian pertambangan
  • tambang adalah
  • definisi tambang
  • pengertian penambangan pasir
  • apa itu tambang
  • Pengertian tambang pasir
  • pengertian penambangan
  • arti tambang
  • pengertian bahan tambang