Advertisement

Suatu jenis pohon hutan yang tingginya dapat mencapai 45 meter. Batangnya bergalar tegak, ramping, dan pada bagian pangkalnya tidak berbanir. Pepagannya halus dan tampak berkilap. Percabangannya berwarna keabu-abuan hingga kecokelatan. Daunnya majemuk menyirip genap dengan pinak daun sampai empat pasang. Pinak daunnya tebal seperti kulit dan berbentuk bundar telur yang mengelips sampai lonjong agak menyempit. Perbungaannya yang muncul di ujung atau ketiak daun tersusun dalam malai yang panjangnya sampai 24 sentimeter. Bunga dan mahkota bunganya berbau tidak enak dengan warna kemerahan yang berangsur-angsur akan ber-ubah menjadi keputih-putihan. Benang sarinya ungu, sedangkan tangkai putiknya merah tua. Polongnya berduri, mengginjal, atau agak membundar. Buahnya yang masih muda berwarna hijau dan berasa asam; sedangkan buah yang telah masak cokelat kehitaman.

Tamparan hantu tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Kalimantan. Pohon ini banyak adanya di hutan primer, pada tanah berpasir atau liat, terutama pada daerah yang topografinya tidak bergelombang, dan pada ketinggian di bawah 100 meter di atas permukaan laut. Pohon ini mirip pohon sindur; bedanya bagian ujung cabang maupun rantingnya tidak berwarna kekuningan yang mencolok. Gubalnya yang sangat tebal berwarna putih ketika masih segar, lalu berubah secara berangsur menjadi lebih gelap. Galuhnya yang berwarna merah tua berangsur-angsur berubah menjadi kecokelatan. Kayu pohonnya yang cukup tua keras dan tidak mudah dipotong atau dibelah; biasanya kayu ini digunakan sebagai balok bahan bangunan rumah. Tamparan hantu dapat menghasilkan balsam yang berwarna muda.

Advertisement

 

Advertisement