Advertisement

Nama pelabuhan utama di Indonesia. Pelabuhan ini terletak di pantai utara Pulau Jawa, yaitu di Teluk Jakarta.

Keadaan pantai sekitar pelabuhan ini landai, dasar lautnya berupa lumpur pasir. Kedalaman pada alur masuk pelabuhan ini berkisar 10- 1 1,9 meter. Pada pintu masuk kanan dan kiri terdapat suar.

Advertisement

Areal Pelabuhan Tanjungpriok memiliki luas perairan 5.912 hektar dan luas daratan 603,77 hektar. Areal perairan pelabuhan ini dibatasi oleh penahan gelombang sepanjang 8.465 meter dengan dua pintu masuk. Tipe Pelabuhan Tanjungpriok adalah pelabuhan samudera kelas I yang dapat disandari kapal dari berbagai ukuran. Tanda pengenal pertama pada saat pertama memasuki Pelabuhan Tanjungpriok adalah menara suar yang terdapat di Pulau Edam.

Pelabuhan ini memiliki berbagai fasilitas, antara lain stasiun radio pantai, tempat sandar (dermaga), alat bongkar/muat yang terdiri atas derek listrik, derek apung, forklift, derek mobil, tongkang, gudang, dll.

Pelayanan pelabuhan ini terdiri atas kepanduan kapal tunda, motor boat, air tawar, bahan bakar, minyak lincir, bahan makanan, tenaga kerja pelabuhan, kemampuan bongkar muat dan sebagainya.

Selain komoditas impor dari mancanegara, barang ekspor utama melalui pelabuhan ini antara lain kain, barang kerajinan, barang hasil pertanian, perkebunan, dan industri. Tanjungpriok merupakan pelabuhan utama yang kini menangani kegiatan untuk 51 persen barang impor nasional dan 17 persen ekspor nasional. Dalam lima tahun terakhir ini, ekspor non migas yang melewati pelabuhan ini rata-rata sebesar 2,4 juta ton. Jumlah itu meningkat menjadi 5,5 juta ton pada tahun 1989 dan hingga September 1990 turun menjadi 3,8 juta ton.

Tanjungpriok kini (1991) telah berusia 114 tahun. Semula, pelabuhan Jakarta (Batavia) adalah Sunda Kelapa yang hingga kini masih berfungsi sebagai pelabuhan yang menampung kapal-kapal lokal antarpulau dan perahu-perahu layar tradisional dari seluruh Nusantara.

Karena Sunda Kelapa tidak sanggup menampung banyaknya kapal yang datang, tahun 1871 Pangeran Hendrik dari Belanda memutuskan untuk membangun pelabuhan baru di sebelah timur Sunda Kelapa yang kemudian dikenal dengan nama Tanjungpriok.

Tanjungpriok mulai dibangun pada bulan Mei 1877. Bersamaan dengan pembangunan pelabuhan I itu dibangun pula bendungan sebelah barat sepanjang 1.765 meter dan bendungan sebelah timur sepanjang 1.963 meter, sehingga sumbu pelabuhan luar ini menjadi 1.740 meter. Pembangunan kedua bendungan tersebut dimaksudkan untuk menjaga ketenangan kolam pelabuhan dari gelombang laut sehingga kapal-kapal bisa merapat ke dermaga dengan tenang.

Konstruksi bendungan yang merupakan pemecah gelombang dibuat dari batu granit yang didatangkan dari Merak. Batu-batu tersebut disusun sedemikian rupa sehingga bisa tahan ratusan tahun. Tanggul pemecah gelombang tersebut direhabilitasi tahun 1969 setelah dimulainya Pelita I dan rampung pada tahun 1975. Untuk mengatasi angkutan di daerah dibangun stasiun kereta api di depan pelabuhan.

Incoming search terms:

  • arti otu priuk
  • istilah tanjung priok
  • maksud tanjung priuk

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti otu priuk
  • istilah tanjung priok
  • maksud tanjung priuk