Advertisement

Adalah aliran Budha esoterik yang berdasarkan pada ajaran tantra. Tantra secara harfiah berarti benang, yang dalam perkembangannya mengalami pergeseran arti menjadi gulungan kertas, kitab, atau tradisi yang menggenggam segala sesuatu, termasuk aturan, ajaran, ritual, tata bahasa, dan filsafat. Tantra secara khusus ditafsirkan sebagai kumpulan ajaran esoterik yang berkaitan dengan pemanjatan mantra dan dharani, hal-hal magis, mandala, serta berbagai simbol yang – menurut penulisnya – mengandung kebenaran. Nama lain yang dipakai untuk merujuk Tantrayana adalah Vajrayana, Mantrayana, Mantranaya, atau Sahajayana. Lalu ketika dunia Barat mempelajari ajaran ini, Tantrayana sering dirujuk sebagai Tantrisme. Di Cina aliran ini dikenal dengan nama Chen-yen atau Mi-tsung, sedangkan di Jepang disebut Shingon atau Mikkyo. Agama Budha yang berkembang di Tibet umumnya dapat dikategorikan ke dalam aliran ini.

Bagi penganut Budha timbulnya aliran ini sering kali dipandang sebagai yana atau penafsiran ketiga dan terakhir, setelah aliran Hinayana dan Mahayana, walaupun pembentukan tantra dalam agama Budha sudah berjalan dalam waktu yang cukup lama, antara lain melalui pemakaian mantra. Bila dirunut ke masa vang lebih awal, aliran-aliran pertama yang muncul pada sekitar 200 hingga 300 tahun setelah Budha Gotama wafat, seperti aliran Vatsiputriya dan Dharmagupta, telah mempunyai koleksi mantra yang disebut paritta. Pemakaian mantra juga dikenal dalam naskah-naskah awal aliran Mahayana, seperti As- tasahasrikaprajnaparamita-sutra dan karya-karya Nagarjuna. Tantra makin tampak dalam naskah-naskah telah masa ini, seperti dalam Pratyutpanna-samadhi-sutra, Sugara-nagagaraja-sutra, dan dalam berbagai karya dharani berikutnya. Koleksi ini disebut Dharani-pitaka, Mantra-pitaka, atau Vidyadhara- pitaka. Tetapi kitab-kitab yang kemudian diakui sebagai kitab pembentuk aliran Tantrayana adalah Mahavairocanabhisambodhivikurvitadhistana-sutra atau disingkat Mahavairocana-sutra dan Sarvatatha- gatatattvasamgraha-mahayanabhisamaya-mahaka Ipa-raja-sutra atau disingkat Tattvasamgraha-sutra.

Advertisement

Umumnya para ahli menganggap Tantrayana terbentuk setelah agama Budna dibawa dan dipopulerkan oleh Subhakarasimha di Cina dengan menerjemahkan Mahavairocana-sutra. Di Cina sutra ini dikenal sebagai Taji-ching, sedangkan di Jepang sebagai Dainichikyo. Subhakarasimha datang ke Cina pada tahun 716 setelah sebelumnya belajar di Nalanda, India. Berikutnya, tahun 720, datang Vajrabodhi beserta Amoghvajra dengan membawa Tattvasamgraha-sutra. Subhakarasimha kemudian diakui sebagai sesepuh aliran ini; sesepuh kedua dan ketiganya adalah Vajrabodhi dan Amoghavajra. Di Jepang aliran ini dipopulerkan oleh Kukai yang membawa dan mempelajarinya dari siswa-siswa para sesepuh tadi di Cina.

Pada masa silam Tantrayana pernah berkembang di Indonesia. Pada masa jaya semasa Dinasti Syailendra, abad ke-8 dan ke-9, ada indikasi bahwa daerah Jawa Tengah telah menerima kehadiran aliran ini, antara lain, adanya tempat pemujaan terhadap Dewi Tara di Candi Kalasan, hadirnya pancajina di Borobudur dan Ngawen, serta keberadaan Borobudur sebagai mandala. Bila diperhatikan, konsepsi di balik bukti-bukti sejarah ini jelas berkait erat dengan konsepsi yang berkembang dalam aliran Tantrayana.

Perkembangan Budha di masa-masa selanjutnya menunjukkan bahwa aliran ini semakin menguasai keadaan pada waktu itu. Kitab Sanghyang Kamahaya- nikan yang diperkirakan ditulis pada masa pemerintahan Dinasti Isyana di Jawa Timur banyak membahas ajaran Tantrayana. Arca-arca peninggalan Kerajaan Singasari dan Majapahit serta penegasan dalam naskah Negarakertagama bahwa penganut Budha waktu itu adalah penganut aliran Bajradhara, memperkuat indikasi hadirnya Tantrayana di bumi Indonesia.

Setelah kemerdekaan, aliran ini terwujud dengan berdirinya Sangha Tantrayana pada 1 Februari 1982 di bawah naungan Sangha Agung Indonesia. Untuk pertama kalinya, Sangha Tantrayana dipimpin oleh Mahawiku Dharma Aji Uggadhammo sebagai nayaka (ketua).

Incoming search terms:

  • tantrayana
  • aliran tantrayana
  • pengertian aliran tantrayana
  • pengertian tantrayana
  • tantrayana adalah
  • Ajaran tantrayana
  • apa itu tantrayana
  • aliran tantrayana di kerajaan singasari
  • arti tantrayana
  • agama tantrayana

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tantrayana
  • aliran tantrayana
  • pengertian aliran tantrayana
  • pengertian tantrayana
  • tantrayana adalah
  • Ajaran tantrayana
  • apa itu tantrayana
  • aliran tantrayana di kerajaan singasari
  • arti tantrayana
  • agama tantrayana