Advertisement

Suatu karya sastra berbahasa Jawa Kuno campur bahasa Jawa Tengahan yang berisi kisah berangkai tentang kumpulan cerita binatang. Menurut C. Hooykaas, terdapat 12 jenis naskah Tantri, yakni tiga dalam bahasa Jawa Kuno, dua dalam bahasa Jawa Baru, dua dalam bahasa Madura, dan lima dalam bahasa Bali. Tiga naskah berbahasa Jawa Kuno adalah naskah terpenting karena naskah-naskah lain yang lebih muda usianya sangat buruk keadaan-nya. Ketiga naskah terpenting tersebut ialah Tantri Kadiri dan Tantri Demung yang berbentuk puisi Jawa Tengahan, serta naskah berbahasa Jawa Kuno peralihan yang berbentuk prosa. Naskah berbentuk prosa inilah yang terkenal, dan yang setelah diperbaiki bahasanya oleh Poerbotjaroko diterjemahkan oleh C. Hooykaas.

Induk karangan ini adalah kitab Pancatantra. Dibanding kitab induknya, Tantri Kamandaka hanya berbeda pada bagian pembukanya. Dalam Pancatantra dikisahkan putra-putra raja yang bodoh dan harus diajar oleh seorang pendeta dengan cerita perumpamaan dari dunia binatang. Cerita pembuka dalam kitab Tantri Kamandaka mirip kitab Seribu Satu Malam. Raja Jambudipa, Maharaja Eswaryapala yang keturunan Raja Samudragupta, setiap malam kawin dengan perawan tulen, sampai gadis di seluruh negeri habis dikawininya. Tinggallah Tantri, perawan satu- satunya yang adalah anak patih raja. Tantri bersedia dikawin raja asal ia boleh bercerita kepada raja sebelum diperawani. Cerita-cerita Tantri memikat raja sampai bermalam-malam, dan hal ini menyadarkan raja akan perangainya yang kurang baik.

Advertisement

Cerita pertama Tantri adalah tentang brahmana miskin yang ingin menjadi kaya. Cerita ini berakhir dan dilanjutkan dengan cerita Lembu Nandaka yang membuat brahmana miskin menjadi kaya. Begitu selanjutnya hingga terangkailah kisah berantai dengan tokoh-tokohnya yang sebagian besar binatang. Cerita-cerita yang dimuat di dalamnya, antara lain, Persahabatan Kura-kura dengan Angsa, Kutu dengan Kepinding, Harimau dengan Kera, Gagak dan Ular yang Mati Terbunuh oleh Ketam, Kera dan Burung Manyar, Harimau dan Kambing Betina, Cerita Sewanggara, dll.

Salah satu cerita yang kemudian terkenal dalam lingkungan sastra lisan rakyat adalah Maharaja Ari- darma atau Anglingdarmo, yang dimuat sebagai cerita terakhir. Kitab Tantri Kamandaka telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia disertai teks aslinya dalam bahasa Jawa Kuno oleh L. Mardiwarsito pada tahun 1983.

Incoming search terms:

  • pengertian tantri
  • tantri kamandaka
  • cerita tantri
  • pengertian tentang tantri
  • jenis-jenis satua tantri
  • cerita tantri kamandaka
  • tantri basa
  • kumpulan satua tantri kamandaka
  • jenis jenis satua tantri
  • cerita tantri kandaka

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tantri
  • tantri kamandaka
  • cerita tantri
  • pengertian tentang tantri
  • jenis-jenis satua tantri
  • cerita tantri kamandaka
  • tantri basa
  • kumpulan satua tantri kamandaka
  • jenis jenis satua tantri
  • cerita tantri kandaka