Advertisement

Atau kerang mutiara, suatu kelompok kerang laut yang umumnya bercangkang hampir bundar. Permukaannya tidak licin dengan garis tumbuh berombak, berlekuk, dan kadang-kadang seperti bersisik. Warnanya cokelat kehijauan, kekuningan, polos atau burik. Permukaan kerang tua kasar dan ditumbuhi ganggang atau menjadi sarang cacing laut. Permukaan dalamnya mengkilat, karena berlapis mutiara yang berwarna keputih-putihan, kekuning- kuningan, kebiru-biruan, atau agak kemerah-mudaan. Kelaminnya terpisah. Telur yang berjumlah sampai ribuan butir dibuahi di luar tubuh induk. Larvanya hidup sebagai plankton. Setelah cangkang terbentuk, anakannya akan mencari benda keras untuk tempat melekatkan diri di dasar laut. Alat pelekatnya berupa seberkas benang dari zat tanduk yang disebut bisus. Setelah mencapai besar tertentu, anakan kerang ini akan melepaskan diri dan mencari tempat melekatkan diri yang lebih besar; jika tidak berhasil, kerang ini akan mati. Umur kerang mutiara dapat mencapai 5 – 6 tahun.

Pada dasarnya, proses pembentukan mutiara adalah upaya penyembuhan luka oleh kerang mutiara karena kemasukan benda asing, seperti cacing dan pasir. Karena tidak mampu mengeluarkan benda asing tersebut, kerang ini akan melapisinya dengan lapisan mutiara yang dikeluarkan oleh sel kelenjar mantelnya. Lama-kelamaan, lapisan yang membalutinya semakin tebal dan akan’ terbentuk sesuai bentuk bendanya. Benda yang terbalut lapisan mutiara inilah yang disebut mutiara dan bernilai ekonomi tinggi. Kemampuan kerang inilah yang menjadi dasar pembudidayaan kerang mutiara. Secara sengaja butiran bulat dimasukkan ke dalam mantel tubuh kerang. Lalu kerang ini diletakkan dalam keranjang di perairan laut. Keranjang itu diangkat kembali setelah 1,5 tahun atau lebih. Selanjutnya kerang dibuka dan butiran mutiara diambil. Cangkang kerang ini juga bernilai niaga, yakni sebagai bahan pembuat kancing, berbagai perhiasan, dan komoditas ekspor lainnya.

Advertisement

Jenis-jenisnya dapat ditemukan di hampir semua perairan laut daerah tropika. Yang terdapat di Indonesia, antara lain, jenis-jenis berikut:

Tapis Burik mempunyai cangkang hampir bundar dengan permukaan berlapis-lapis hitam agak kecokelatan yang berseling dengan warna putih, kadang-kadang bergaris-garis radial putih. Lapisan mutiaranya putih agak kekuningan. Diameter cangkangnya sampai 15 sentimeter.

Tapis Piring berbentuk hampir bundar, bersisik halus sampai kasar, dan berwarna kuning kecokelatan. Lapisan mutiaranya putih dengan kilauan warna pelangi. Diameter cangkangnya sampai 25 sentimeter.

Tapis Sekop mempunyai cangkang lonjong, cekung, dan hitam. Lapisan mutiaranya putih dengan kilau keunguan dan bertepi hitam. Panjang cangkangnya sampai 30 sentimeter.

Klasifikasi Ilmiah. Tapis-tapisan adalah suku Pteriidae. Nama ilmiah tapis burik adalah Pinctada margarisifera; tapis piring P. maxima; dan tapis sekop Pteria pinguin

Incoming search terms:

  • tapisan adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tapisan adalah