Advertisement

Bagi penganut agama Budha di Tibet, adalah dewi welas-asih, sedangkan bagi masyarakat Tibet dan Mongolia sekaligus dipercaya sebagai dewi pelindung. Dalam bahasa Tibet, Tara adalah Dolma yang dianggap sebagai pancaran Avalokitesvara. Ada 21 bentuk Tara yang berbeda warna ikonografi s, postur tubuh, atribut-atributnya yang lain, serta penampilan wajahnya (ada yang berwajah damai dan ada yang menakutkan). Yang paling sering ditemukan adalah Tara Putih dan Tara Hijau. Menurut legenda, keduanya adalah perwujudan istri Raja Strong-tsen- Ganpo yang berkuasa di Tibet pada sekitar abad ke-7. Keduanya, yang masing-masing berasal dari Cina dan Nepal, kemudian menyebabkan raja memeluk agama Budha. Tara lainnya ditambahkan belakangan, dan; pada abad ke-11 Atisa menyebabkan pemujaan terhadap Tara semakin meluas.

Advertisement
Advertisement