Advertisement

Tarian Jawa klasik bernapaskan suasana feodal keistanaan. Tari ini menggambarkan perang tanding antara dua wanita, namun lazimnya – demi keindahan – tari ini diperankan oleh empat penari. Misalnya dalam lakon Srikandi me guru manah, tarian melukiskan perang tanding Srikandi – Mustakaweni dan Srikandi – Larasati. Tarian Jawa klasik yang sangat tua usianya ini sudah ditemukan sebelum Kerajaan Mataram pecah. Besar kemungkinannya bahwa Srimpi mulai ada sejak jaman masuknya agama Islam ke Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari sebagian besar isinya yang menggambarkan peristiwa pada jaman Indonesia-Islam.

Pada jaman Mataram, Srimpi berfungsi sebagai tari Pengiring benda-benda keramat pada upacara kerajaan. Sifat religius tari ini berkenaan dengan tugasnya sebagai pembawa benda-benda keramat milik kerajaan. Tari Srimpi mempunyai gerak yang sangat halus dan cerita yang dibawakan mengandung nilai simbolis. Pengembangan seni budaya Jawa ini yang paling pesat terjadi pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Serat atau kitab sastra gending menyatakan bahwa apabila ada keluarga yang tidak dapat memainkan gamelan atau pun tari, ia dianggap sebagai bukan trah Mataram.

Advertisement

Tarian keistanaan yang lazimnya ditarikan oleh empat penari wanita ini juga menggambarkan peperangan antara seorang prajurit wanita dan prajurit wanita lain. Keempat penarinya merupakan tokoh berpasangan; dua penari memerankan satu tokoh, sedangkan dua penari lainnya memerankan tokoh kedua.

Sultan Hamengku Buwono V pernah menggubah Srimpi. Isinya bukan kisah peperangan melainkan kisah perjalanan Raja Anglingdarma mencari penjelmaan Dewi Setyawati, yakni Dewi Renggawati, dengan menyamar sebagai burung belibis putih. Srimpi gubahan yang disebut Srimpi Renggawati ini tidak ditarikan empat penari, melainkan lima orang. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII juga pernah menciptakan tari Srimpi, yang diberi nama Srimpi Lobong. Tari ini mengisahkan perang tanding antara Srikandi dan Patih Suradiwati dari lakon carangan Suprabawati Tina nding.

Dalam tari Jawa klasik ada tari lain yang mirip Srimpi, yakni Bedaya. Tari ini jarang dipentaskan, dan karena itu kalah populer bila dibandingkan Srimpi yang lebih sering dipentaskan. Bedaya dipentaskan dalam lingkungan sangat terbatas, biasanya dalam kalangan keraton. Karena miripnya, hingga kini banyak orang yang salah dalam membedakan keduanya. Sebetulnya kesalahan ini tidak akan terjadi kalau kita mengetahui beberapa perbedaan dasarnya. Dari pakaian yang dikenakan, keduanya sepintas sama walaupun warnanya berbeda. Pakaian penari Bedaya lazimnya berwarna tua, seperti merah tua, biru tua, hijau tua, ungu, atau hitam, sedangkan pakaian penari Srimpi umumnya berwarna muda.

Jumlah penari Srimpi dan Bedaya berbeda. Bedaya ditarikan 9 orang, sedangkan srimpi 4 atau 5 orang. Di sisi lain, asal-usul kisah kedua tari ini juga berbeda. Kisah Bedaya bersumber dari sejarah negeri Jawa, sedangkan Srimpi lebih merupakan kisah yang berasal dari India atau pun Cina. Gending-gending yang digunakan untuk mengiringi Srimpi sebagian besar berlaras pelog. Hanya beberapa yang berlaras Slendro, termasuk Srimpi Lobong ciptaan Sri Sultan Hameng- ku Buwono VIII.

Segi yang sangat menarik dari tari Srimpi adalah beberapa bentuk gerak tari, seperti garuda nglayang, gajah ngoling atau gajah yang memainkan belalainya, ombak banyu sebagai gambaran ombak di lautan, wedi kengser atau pasir bergeser ditiup angin atau terbawa air, dsb. Gerak sangat berperanan karena tari Srimpi tidak mengenal dialog; yang ada hanya gerak tubuh yang melukiskan keadaan.

Incoming search terms:

  • pengertian tari serimpi
  • perbedaan tari srimpen dan srimpi
  • pengertian serimpi
  • pengertian gerakan nglayang
  • makna tari serimpi
  • jelaskan perbedaan tari bedaya dan tari srimpi !
  • jelaskan pengertian tari serimpi
  • bedanyq tari srimpi dan tari srimpen
  • tegesipun srimpi
  • apa yang dimaksud dengan tari bedhaya dan tari serimpi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tari serimpi
  • perbedaan tari srimpen dan srimpi
  • pengertian serimpi
  • pengertian gerakan nglayang
  • makna tari serimpi
  • jelaskan perbedaan tari bedaya dan tari srimpi !
  • jelaskan pengertian tari serimpi
  • bedanyq tari srimpi dan tari srimpen
  • tegesipun srimpi
  • apa yang dimaksud dengan tari bedhaya dan tari serimpi