Advertisement

Gerak indah berirama yang merupakan perwujudan budaya manusia. Tari adalah salah satu unsur kebudayaan. Sebagian ahli seni berpendapat bahwa ada dua unsur penting dalam tari, yakni gerak dan irama. Gerak merupakan gejala primer manusia dan juga bentuk refleksi spontan dari kehendak yang terdapat di dalam jiwa. Oleh karena itu bisa dikatakan, tari lahif bersamaan dengan adanya manusia di dunia. Seorana ahli tari dan filsafat India, Enakshi Bhavnani, dalan kunya The Dance in India, menyatakan bah- wa biia melihat-ke masa lampau kita bisa melihat bahwa tari sebagai ekspresi perasaan naluri manusia telah berusia hampir setua sejarah manusia sendiri.

Ahli tari Amerika Serikat, John Martin, dalam bukunya The Modern Dance menyatakan bahwa gerak yang merupakan substansi baku tari adalah pengalaman fisik paling elementer dalam kehidupan manusia, karena gerak bukan hanya ada pada denyutan-denyutan di seluruh tubuh tetapi juga merupakan ekspresi nengalaman emosional manusia. Dengan demi* n> badan merupakan cermin jiwa manusia. Manusia adalah makhluk berbudaya yang mengha-silkan sesuatu untuk memberi kepuasan kepada diri sendiri dan orang lain. Walaupun pendapat Martin mengenai substansi dasar tari diperuntukkan bagi tari modem, pendapatnya berlaku juga pada segala jenis tari, termasuk tari klasik, tari rakyat, dan tari paling primitif.

Advertisement

Ahli tari India, Kamaladevi Chattopadhyaya, ber- landasan pada kenyataan bahwa tari adalah kodrat manusia, mengemukakan bahwa tari adalah insting, desakan emosi di dalam diri yang mendorong manusia untuk berekspresi dengan gerakan-gerakan luar ritmis yang lama-kelamaan mengarah kepada bentuk-bentuk tertentu.

Pada tarian primitif yang bersifat magis dan sakral, gerakan tari mempunyai kekuatan magis yang merupakan ekspresi kehendak yang lebih menonjol. Geraknya dikendalikan oleh kehendak untuk maksud-maksud tertentu, misalnya mendatangkan hujan, mengalahkan musuh, dsb. Bangsa-bangsa primitif sudah memiliW kemampuan meniru gerakan binatang. Bila seseoi j akan berburu, ia menari dengan gerakan meniru tingkah binatang yang akan diburunya serta gerak pemburu yang sedang membunuh buruannya. Kemampuan meniru tersebut menurut Keneth Mac- Gowan merupakan insting. Hal itu merupakan ekspresi kehendak dan keyakinan bahwa dengan meniru geraknya, mereka dapat mempengaruhi kekuatan binatang yang akan diburunya. Hal yang sama juga berlaku bagi tari keagamaan dan pergaulan.

Ekspresi akal yang diwujudkan dalam gerak-gerak ritmis yang indah juga terwujud dalam tari klasik. Gerakan tari klasik diatur oleh peraturan-peraturan mengikat yang seolah-olah merupakan hukum yang tidak boleh dilanggar. Gerakan tari klasik memiliki standar tertentu. Gerakan yang menyimpang dari gerakan baku dianggap salah. Dengan demikian standar- disasi yang mengikat dalam tari klasik lebih merupakan ekspresi akal dengan wujud gerak-gerak ritmis yang indah. Jadi, keindahan tari klasik terletak pada benar tidaknya si penari menari menurut standar yang ditentukan. Pada tari Jawa Klasik gaya Yogyakarta, misalnya, ukel harus dilakukan dengan posisi tangan nyempurit, yakni ujung ibu jari bertemu dengan ujung telunjuk, jari tengah dan jari manis ditekuk ke depan, sedangkan kelingking ditekuk ke atas membentuk setengah lingkaran. Apabila dilakukan dengan cara lain walaupun masih terlihat indah, karena bukan bentuk baku dalam tari klasik, cara itu dianggap salah.

Tari modem merupakan tarian ekspresi emosi manusia. Dalam tari modern setiap penari bebas mewujudkan ekspresi emosinya; ia tidak terikat oleh bentuk-bentuk gerak yang baku. Penari atau pencipta tari bebas merancang bentuk tarian sesuai dengan keinginannya.

Walaupun seolah-olah ada batas tegas antara tarian primitif, klasik, dan modern dalam segi kejiwaannya, ketiganya memiliki aspek jiwa manusia yang saling bertautan. Hanya saja pada tari primitif tekanannya terletak pada kehendak atau keyakinan, pada tari klasik tekanannya terletak pada akal, dan pada tari modern tekanannya terletak pada emosi.

Sifat Tari. Dari kenyataan bahwa tari adalah ekspresi jiwa yang berwujud gerak-gerak ritmis yang indah bisa terlihat bahwa tari mempunyai sifat bertensih jelas adanya sifat-sifat manusia pada’dewa-dewa. Memang umumnya para dewa mewakili kekuatan alam tertentu, tetapi di samping itu dunia dewa-dewa juga merupakan masyarakat tersendiri. Masyarakat dewa-dewa dalam politheisGpe mirip masyarakat manusia, hanya saja dewa mempunyai banyak kelebihan dibanding manusia.

Kehidupan dewa-dewa di India, misalnya dalam epos Mahabharata, mirip dengan di Yunani. Di dalamnya diceritakan bahwa Arjuna adalah anak Dewa Indra dengan Kunti, dan Karna adalah anak Dewa Surya yang lahir dari Kunti pula. Dalam Perang Bha- ratayudha Dewa Wisnu, yang menjelma sebagai Kresna, membantu keluarga Pandawa. Karena dewa-dewa mempunyai sifat yang mirip manusia, mereka juga senang pada tari. Itulah sebabnya, penganut politeisme sering melakukan tari-tarian untuk para dewa, sebagai tanda terima kasih, sebagai sajian untuk mendapatkan sesuatu, dsb. Karena itu, tari keagamaan selain merupakan ekspresi penari-penarinya juga dimaksud untuk dinikmati para dewa. Jadi tari tersebut adalah untuk masyarakat dewa.

Penari-penari tari klasik menari untuk dinikmati penontonnya, sedangkan pada tarian rakyat atau per-gaulan penari menari untuk kepuasan diri dan juga untuk orang lain yang menjadi pasangannya. Walaupun tari modern mengutamakan ekspresi individual penarinya, tarian itu menjadi tak bernilai bila tidak bisa dinikmati penonton. Jelaslah bahwa tari mempunyai dua sifat yang bertentangan, individual dan sosial, namun keduanya terjalin dan saling melengkapi. Hanya saja pada jenis tari tertentu salah satu sifatnya lebih menonjol.

Jadi suatu daerah akan mengalami perkembangan yang baik dalam seni tari apabila seni tari di daerah itu berkembang sesuai dengan perkembangan masya-rakatnya. Tari merupakan bentuk seni paling konservatif yang akan selalu menoleh ke belakang, kepada masa-masa lampaunya yang mengalami kegemilangan. Namun hal itu tidak berarti bahwa tari tidak berkembang. Tari selalu berkembang, setapak demi setapak. Perkembangan yang radikal sering menimbulkan tanggapan yang kurang menyenangkan dari masyarakat.

Incoming search terms:

  • penari atau pencipta tari bebas merancang bentuk tarian sesuai dengan keinginannya terdapat pada tarian
  • jelaskan definisi tari menurut enakshi bhavnani
  • definisi tari menurut enakshi bhavnani
  • keindahan tari klasik terletak pada
  • pengertian penari
  • penari atau pencipta tari bebas merancang bentuk tarian sesuai dengan keinginan terdapat pada tarian
  • definisi tari
  • substansi dari tarian terletak pada
  • gerak indah berirama yang merupakan perwujudan budaya manusia adalah
  • gerak indah berirama yang merupakan perwujudan budaya manusia disebut

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • penari atau pencipta tari bebas merancang bentuk tarian sesuai dengan keinginannya terdapat pada tarian
  • jelaskan definisi tari menurut enakshi bhavnani
  • definisi tari menurut enakshi bhavnani
  • keindahan tari klasik terletak pada
  • pengertian penari
  • penari atau pencipta tari bebas merancang bentuk tarian sesuai dengan keinginan terdapat pada tarian
  • definisi tari
  • substansi dari tarian terletak pada
  • gerak indah berirama yang merupakan perwujudan budaya manusia adalah
  • gerak indah berirama yang merupakan perwujudan budaya manusia disebut