Advertisement

Adalah sistem kalender. Tarikh yang banyak dipakai di Indonesia adalah tarikh Masehi, tarikh Hijriah, dan tarikh Jawa. Tarikh Masehi didasarkan peredaran matahari sedang tarikh Hijriah dan Jawa didasarkan peredaran bulan.

Akibat peredaran bumi mengitari matahar arah matahari dilihat dari bumi selalu berubah seolah-olah mataharilah yang mengitari bumi. Maka untuk memudahkan perhitungan sering dianggap matahari yang bergerak mengitari bumi. Bidang edar matahari di bola langit disebut bidang ekliptika.

Advertisement

Sebagai titik acuan di bola langit digunakan titik Aries atau titik Vernal Equinox yang merupakan salah satu titik potong bidang ekliptika dan bidang khatulistiwa. Matahari melintas di titik Aries pada setiap tanggal 21 Maret. Selang waktu antara saat matahari berada di titik Aries dan kembalinya ke titik Aries disebut satu tahun tropis yang lamanya 365,2422 hari. Tahun tropis ini merupakan dasar sistem kalender yang menggunakan masa peredaran matahari.

Di belahan bumi utara saat matahari berada di titik Aries menandai datangnya musim semi. Pada saat itu lama hari di semua tempat di bumi sama.

Keuntungan memakai peredaran matahari sebagai dasar penanggalan adalah bahwa pergantian musim selalu terjadi pada waktu yang sama. Misalnya untuk belahan bumi utara musim semi selalu mulai pada bulan Maret, musim panas selalu mulai pada bulan Juni. Begitu pula musim-musim lainnya.

Tarikh Masehi. Pada tarikh Masehi, tahun kelahiran Kristus ditetapkan sebagai tahun pertama. Tarikh Masehi sebenarnya berakar pada sistem kalender Roma.

Jadi total jumlah hari dalam setahun adalah 355, berbeda dengan total jumlah hari dalam tahun tropis, yakni 365,2422 hari. Oleh karena itu kalender Roma makin meleset terhadap tahun tropis.

Pada tahun 46 SM Julius Caesar, atas desakan as-tronom Sosigenes di Iskandariah, melakukan perubahan sistem kalender. Caesar menambahkan sepuluh hari ekstra pada satu tahun. Jadi jumlah hari dalam setahun adalah 365. Tetapi karena panjang satu tahun tropis 365,2422 hari, setiap tahun masih terjadi keme- lesetan kira-kira seperempat hari. Tentu saja jumlah hari dalam satu tahun harus bulat, jadi tidak mungkin menambahkan seperempat hari ke suatu tahun. Untuk mengatasi kekurangan itu setiap empat tahun ditambahkan satu hari ekstra. Hari ekstra itu ditambahkan pada akhir Februari. Ini merupakan prinsip tahun kabisat.

Julius Caesar menambahkan tiga bulan ekstra pada tahun 46 SM agar matahari berada di titik Aries pada tanggal 25 Maret tahun itu. Dengan begitu panjang tahun 46 SM menjadi 445 hari. Sistem ini disebut sistem kalender Julian. Kalender Julian dimulai pada tangga’ 1 Januari 45 SM.

Setejah Julius Caesar meninggal, nama bulan Quin- tilis diganti Julius sebagai penghormatan kepada Caesar. Kemudian bulan Sextilis diganti menjadi Augustus sebagai penghormatan kepada Kaisar Augustus (pengganti Julius Caesar).

Panjang satu tahun dalam sistem kalender Julian adalah 365,25 hari. Ini masih berbeda dengan panjang tahun tropis yang 365,2422 hari. Oleh karena itu setiap tahun Julian meleset 1 1 menit 14 detik terhadap tahun tropis.

Pada tahun 325, atas keputusan Konsili Nicea, hari raya Paskah ditentukan jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan berumur 14 hari (hampir bulan purnama) yang terjadi pada atau setelah 21 Maret.

Aturan penentuan hari raya Paskah ini masih dianut hingga sekarang. Misalnya pada tahun 1990, bulan berumur 14 hari yang terjadi setelah 21 Maret jatuh pada tanggal 9 April. Hari Minggu pertama setelah itu, yaitu tanggal 15 April 1990, merupakan hari raya Paskah.

Pada tahun 325 itu saat matahari berada di titik Aries bukan lagi jatuh pada tanggal 25 Maret seperti yang ditentukan pada jaman Julius Caesar melainkan pada tanggal 21 Maret. Ini disebabkan adanya perbedaan 11 menit 14 detik antara panjang tahun Julian dan tahun tropis.

Karena perbedaan itu pulalah maka saat matahari berada di titik Aries pada tahun 1582 bukan lagi jatuh pada tanggal 21 Maret seperti pada tahun 325 melainkan bergeser ke tanggal 1 1 Maret. Bila ini dibiarkan, maka hari raya Paskah akan bergeser ke musim dingin.

Oleh karena itu Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 melakukan perubahan; pada sistem kalender. Agar saat matahari berada di titik Aries kembali jatuh pada tanggal 21 Maret, tahun 1582 dipotong 10 hari. Hari setelah tanggal 4 Oktober 1582 ditetapkan menjadi tanggal 15 Oktober.

Agar panjang satu tahun lebih bertepatan dengan tahun tropis, Pau\ Gregorius menetapkan aturan sebagai berikut:

Setiap tahun yang habis dibagi empat ditetapkan sebagai tahun kabisat {leap year) yang panjangnya 366 hari. Tahun lain merupakan tahun biasa yang panjangnya 365 hari. Tahun pergantian abad merupakan tahun kabisat hanya kalau habis dibagi 400. Jadi tahun 1700, 1800 dan 1900 bukan tahun kabisat karena tidak habis dibagi 400. Tetapi tahun 1600 dan 2000 merupakan tahun kabisat. Pada sistem kalender Gregorius ini panjang hari rata-rata dalam setahun adalah 365,2425 hari, jadi masih berbeda sedikit dengan panjang tahun tropis yang 365,2422 hari itu.

Sekarang sistem kalender Gregorius itu diubah sedikit: tahun yang habis dibagi 4000, misalnya tahun 4000, 8000, 12000 dan sebagainya ditetapkan sebagai bukan tahun kabisat. Dengan sistem ini, panjang tahun hanya akan meleset satu hari terhadap tahun tropis dalam selang waktu sekitar 20.000 tahun.

Di Belanda sistem kalender Gregorius mulai diber-lakukan pada tahun 1583. Di Indonesia sistem ini diberlakukan sejak masuknya Belanda ke Indonesia.

Tarikh Hijriah. Tahun pertama tarikh Hijriah dihitung mulai hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Tata perhitungan maupun nama bulan tetap memakai sistem yang berlaku di masyarakat Arab waktu itu. Sistem kalender ini didasarkan atas peredaran bulan. Dalam sistem ini ada 12 bulan.

Muharam            Rojab

Shofar   Sya’ban

Rabiul Awal         Romadlon

Rabiul Akhir        Syawal

Jumadil Awal      Dzul Qo’dah

Jumadil Akhir     Dzulhijjah

Panjang bulan pada urutan ganjil adalah 30 hari dan pada urutan genap 29 hari. Jadi panjang satu tahun Hijriah 354 hari. Selang waktu dari bulan baru ke bulan baru, yaitu satu bulan sinodis, adalah 29,530588 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik. Jadi panjang 12 bulan sinodis adalah 354,367056 hari. Dengan begitu panjang satu tahun Hijriah lebih pendek 0,367056 atau sekitar 11/30 hari dari 12 bulan sinodis.

Untuk mengoreksi faktor pecahan itu, setiap 30 tahun dibagi atas 19 tahun panjang dan 11 tahun pendek. Tahun panjang 355 hari sedang tahun pendek 354 hari. Pada tahun panjang, bulan Dzulhijah yang panjangnya 29 ditambah menjadi 30 hari.

Menurut penelitian, hijrah Nabi terjadi pada tanggal 2 Rabiul Awal dan ini bertepatan dengan tanggal 14 September 622 M. Dari sini dapat ditelusur bahwa tanggal 1 Muharam 1 H jatuh pada tanggal 16 Juli 622 M. Berdasarkan kenyataan itu banyak orang yang berpendapat bahwa tanggal inilah yang merupakan hari pertama tarikh Hijriah. Tetapi ada yang berpendapat bahwa tanggal 15 Juli 622 M merupakan awal tarikh Hijriah.

Incoming search terms:

  • pengertian tarikh
  • tarikh masehi
  • tarikh matahari
  • pengertian tarikh masehi
  • tarikh adalah
  • pengertian tarikh bulan
  • arti tarikh
  • tarikh bulan
  • apa itu tarikh
  • arti tarikh masehi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tarikh
  • tarikh masehi
  • tarikh matahari
  • pengertian tarikh masehi
  • tarikh adalah
  • pengertian tarikh bulan
  • arti tarikh
  • tarikh bulan
  • apa itu tarikh
  • arti tarikh masehi