Advertisement

Ejaan aslinya tashawwuf, dalam Islam, adalah aspek esoteris atau kedalaman ajaran keagamaan. Tasawuf disebut juga sufism atau Mistik Islam {Islamic Mysticism). Secara garis besar, lingkup tasawuf mencakup usaha manusia untuk membersihkan diri dari perilaku atau akhlak tercela (takhalli) dan menghiasi diri dengan perilaku terpuji (tahalli) agar tersingkap tirai yang menghalangi hubungan manusia dengan Tuhan (tajalli). Jadi laku tasawuf merupakan proses keberagamaan seseorang.

Para ulama sufi mengartikan tasawuf dengan pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat itu timbul karena rumusannya didasarkan atas pengalaman mereka masing-masing. Intinya adalah bahwa tasawuf merupakan pengetahuan yang membahas keadaan hati nurani ketika manusia ingin mem-bersihkannya dari segala keterpautan dengan sesuatu selain Allah, dan meningkatkan jiwa ke alam kesucian dengan beribadah kepada Allah semata.

Advertisement

Ada berbagai pendapat mengenai asal-usul istilah tasawuf. Pertama, tasawuf diperkirakan berasal dari kata tf/-s/2w/(ash-shuf) yang artinya bulu. Pendapat itu timbul karena orang-orang sufi biasanya mengenakan baju dari bulu yang kasar.

Pengalaman keberagamaan seorang sufi terbagi atas beberapa tingkatan (maqamat). Peringkat itu bisa dicapai melalui usaha keras (mujahadah) dan keadaan yang dianugerahkan Tuhan (ahwal) kepadanya. Tingkatan-tingkatan itu adalah: (1) tawbah, yakni ketetapan hati meninggalkan pengaruh duniawi dan memusatkan diri untuk mengabdi kepada .Allah; (2) tawak- kal, yakni menyerah dan pasrah kepada Allah; (3) wara, menahan dan mengekang diri dari segala kesibukan yang tidak bermanfaat atau hal-hal yang bersifat syubhat (tidak jelas halal atau haram); (4) zuhud, meninggalkan segala bentuk kesenangan yang bisa menjauhkan seseorang dari Tuhan; (5) faqr, yakni sikap -ing pada dasarnya tidak menuntut lebih dari apa yang ada dan diperlukan sebagai kebutuhan primer; (6) shabar, tabah menghadapi segala rintangan dan risiko karena beristiqamah (konsekuen dan konsisten) dalam melaksanakan perintah Tuhan; (7) ridha, yakni menerima segala ketentuan dan pemberian Tuhan.

Keadaan-keadaan yang dianugerahkan Tuhan kepada umat yang mendekatkan diri kepadaNya dengan sungguh-sungguh adalah: (1) muraqabah, yakni perasaan selalu berada di hadapan dan dalam pengawasan Tuhan; (2) khauf, yakni rasa khawatir bahwa Tuhan tidak menerima amal perbuatan yang dilakukan sehingga mendorong usaha untuk menghindari segala bentuk kemaksiatan; (3) raja\yakni perasaan optimis memperoleh rahmat dan nikmat Tuhan sehingga mendorong semangat ber -mujahadah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan; (4) syauq, yakni perasaan rindu bertemu dan selalu berada bersama Tuhan; (5) uns, yakni keadaan jiwa yang memusatkan selurjh perhatian dan ingatan hanya kepada Tuhan; (6) musyaha- dah, yakni keadaan saat kehadiran Tuhan benar-benar terasa, sehingga tak ada lagi tirai yang menghalangi hubungannya dengan Tuhan; (l)yaqin, yakni keadaan mantap ketika keyakinannya terhadap Tuhan tak tergoyahkan. KehadiranNya benar-benar dihayati; (8)thuma’ ninah, perasaan tenteram karena telah tercapai yang dicari, yakni bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan.

Para ulama membedakan dua jenis tasawuf, yakni tasawuf falsafi dan tasawuf amali. Tasawuf falsafi memperbincangkan Tuhan dan hubungannya dengan alam serta manusia. Dalam tasawuf ini dibahas teori tentang fana dan baqa, ittifrad, hului, wihdatu’l-wu- jud, dan isyraq (emanasi). Tokoh-tokoh tasawuf falsafi antara lain Abu Yazid al-Bustami, al-Hallaj, Ibnu ‘Arabi, dan Suhrawardi.

Tasawuf amali memperbincangkan perkembangan akhlak dan penyucian batin manusia. Tasawuf ini menyangkut praktik-praktik riyadhah (latihan) untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Tasawuf amali membahas berbagai masalah, termasuk, perkembangan tingkat syariat, tarekat, hakikat, hingga lahirnya tingkat ma’rifat, masalah maqamat, dan ahwal. Tokoh-tokohnya adalah Hasan Bashri, Zunnun al-Mi- s’nri, al-Junaid, dan al-Ghazali.

Incoming search terms:

  • mengapa tasawuf ber beda beda pendapat

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • mengapa tasawuf ber beda beda pendapat