Advertisement

Tempat ditemukannya fosil hominid jenis Australopithecus. Tempat yang berupa lubang galian gamping ini terletak 9 kilometer sebelah barat daya stasiun kereta api Taung, 120 kilometer sebelah utara Kimberley, Bechuanaland, Transvaal, Afrika Selatan, dalam patahan plato gamping dolomitik, tertimbun dan tersemen breksi pasiran. Deposit Taung adalah bagian dari Thasbeek Travertine, yang merupakan massa tertua dari empat massa gamping yang membentuk lembah Sungai Harts, dari kala Pliosen atau Pleistosen Bawah. Penemuan pertama pada 1924 oleh M. de Bruyn, sedangkan pada tahun-tahun berikutnya oleh R.A. Dart, yang juga ikut meneliti temuan pertama, yang dinamakannya Australopithecus africanus. Taung, yang merupakan daerah kering dan memiliki perbedaan kelembapan udara, terletak jauh dari situs lainnya, seperti Kromdraai, Sterkfontein, Swartkrans, dan Makapansgat.

Temuannya berupa tengkorak, rahang bawah, gigi tetap dan gigi seri, cetakan otak, dan tulang-tulang muka. Ciri-cirinya tengkorak membulat; dahi mendatar; tidak ada tonjolan kening yang kuat, tetapi bagian tengah kening menonjol; lubang dasar tengkorak yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang terletak agak ke depan; rongga mata besar bundar; hidung datar, bahkan menyerupai kera; terdapat ketong- gosan subnasal; lengkung gigi berbentuk parabolik dan teratur; kapasitas otak 494 – 543 sentimeter kubik; tengkorak memberi gambaran sudah manusiawi; umur 5-6 tahun.

Advertisement

Temuan sertanya berupa fosil hewan menyusui, yaitu pemakan serangga, pengerat, ajak, rusa, kelelawar, babun; sedangkan gaj.3^1 dan pemakan daging tidak ada. Temuan serta berupa artefak pun tidak ada. Kepurbaannya diperkirakan dari kala Pleistosen Bawah atau bagian dari Villafranchia Atas, tetapi mungkin juga lebih muda.

 

Advertisement