Advertisement

Kerabat serangga penyengat. Cirinya bagian kepala, dada, dan perut berbatas jelas; tubuhnya beruas-ruas; kulitnya berlapis khitin; sayapnya dua pasang, kuat, dan tipis dengan urat sayap jelas; serta tubuh dan kaki-kakinya berambut lebat. Selain itu, serangga ini memiliki ovipositor atau alat peletak telur yang berkembang menjadi alat sengat, dan terletak di ujung belakang perut. Kelenjar sengatnya memproduksi racun; racun ini akan dikeluarkan ketika tawon sedang menyengat mangsa atau manusia yang mengganggunya. Jika dilakukan berkali-kali, sengatannya dapat menimbulkan kematian bagi mangsa. Mangsanya berupa labah-labah dan serangga, seperti cengkerik, ulat dan larva kumbang, serta nektar dan madu bunga.

Dalam kehidupan sehari-hari, lebah, penyengat, tabuhan, dan tawon sering dibaurkan, karena semua serangga tersebut memiliki sengat. Biasanya, serangga-serangga itu dibedakan berdasarkan bentuk morfologi, peranan, dan potensinya. Misalnya, lebah biasa berbentuk membulat, berperan sebagai penyerbuk, dan berpotensi sebagai penghasil madu. Pe- nyengat dan tabuhan biasanya bertubuh langsing, berperan sebagai predator atau parasit berbagai jenis hama pertanian, dan berpotensi sebagai pengendali atau pemberantas hama secara biologis. Tawon biasanya berukuran lebih besar, berperan sebagai penyerbuk dan pengendali hama, sedangkan sengatannya sering membahayakan manusia, namun tempayaknya dapat dimakan.

Advertisement

Tawon Penyengat berukuran besar dengan panjang 3-4 sentimeter. Warnanya hitam dengan punggung berpita kuning dan noda hitam. Sengatannya cukup membahayakan. Betinanya suka menggali tanah untuk mencari mangsa, seperti orong-orong, lundi kumbang, atau uret; kemudian mangsa disengatnya sambil meletakkan telur ke dalam tubuh uret. Dalam tubuh induk semangnya, telur menetas menjadi tempayak. Tempayak berbentuk seperti ulat tetapi tidak berkaki. Pakannya tubuh induk semang. Setelah dua minggu, tempayak berubah menjadi kepompong; dan tawon dewasa yang keluar dari kepompong akan menjebol tubuh uret. Selanjutnya, tawon muda tersebut menuju permukaan tanah dan terbang mencari pasangan dan melanjutkan kehidupan.

Tawon Endas berukuran cukup besar dan hidupnya berkoloni. Sarangnya tergantung pada ranting pepohonan atau di bawah atap rumah. Bentuk sarangnya membulat sebesar kepala atau lebih, sehingga dinamakan tawon endas. Tawon ini juga sering menyengat kepala orang. Tubuh tawon berwarna hitam dengan kepala dan belang pada perutnya kuning. Pakannya serangga, seperti ulat, labah-labah, serbuk sari, dan madu bunga. Mangsanya, setelah dilumpuhkan de-ngan sengatnya, dimasukkan ke ruang-ruang telurnya. Larvanya, atau tempayaknya, dapat dimakan setelah dimasak atau digoreng.

Tawon Polistes membuat sarang dari campuran serat kayu dan ludahnya; lalu dari campuran ini dibuat suatu lembaran mirip kantung atau kotak sarang.

Sarangnya yang berupa sisir horizontal biasanya teracung di bawah atap rumah. Sarang koloninya berbentuk oval yang membuka di bagian bawah, dan tergaib ‘aS di ranting pepohonan. Pakan larvanya berupa u i a -. lalat, labah-labah, dan serangga lainnya.

Incoming search terms:

  • klasifikasi tawon
  • morfologi tawon
  • Deskripsi tawon
  • Klasifikasi tawon hitam
  • klasifikasi tawon hitam serangga lain
  • Klasifikasi tawon warna hitam
  • lebah hitam punggung kuning
  • tawon klasifikasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • klasifikasi tawon
  • morfologi tawon
  • Deskripsi tawon
  • Klasifikasi tawon hitam
  • klasifikasi tawon hitam serangga lain
  • Klasifikasi tawon warna hitam
  • lebah hitam punggung kuning
  • tawon klasifikasi