Advertisement

Ilmu pengetahuan tentang penggunaan prinsip-prinsip rekayasa dan teknik ma-najemen ilmiah di dalam suatu perusahaan atau orga-nisasi untuk menjaga agar tingkat produktivitas tetap tinggi dengan biaya minimum. Sebagai suatu teknologi, teknik industri tidak hanya memanfaati m ilmu fisika dan matematika, melainkan juga ilmu sosial, termasuk ekonomi, dan prinsip analisis-sintesis rekayasa. Tugas utamanya adalah merancang sistem manufaktur serta meramalkan, mengendalikan, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari rancangan sistem tersebut.

Bidang Tugas Teknik Industri dalam Industri Manu-faktur. Dalam industri manufaktur, aktivitas teknik industri meliputi bidang-bidang perencanaan proses, tata letak pabrik, metode rekayasa, dan pembakuan unjuk kerja.

Advertisement

Perencanaan proses. Di dalam industri manufaktur, ahli teknik industri bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas perencanaan proses yang meliputi pemilihan proses yang akan digunakan dalam produksi, pemilihan urutan operasi, dan pemesanan peralatan® khusus untuk menghasilkan produk-produk yan? menguntungkan.

Dalam memilih proses produksi, ahli teknik industri mempertimbangkan jenis, ukuran, dan bentuk geO; metris bahan yang diproses. Penentuan urutan operas dilakukan dengan mempertimbangkan urutan proses yang logis sehingga penumpukan bahan yang akas diproses dapat dihindari.

Tata letak pabrik. Ahli teknik industri juga-ber-tanggung jawab dalam merencanakan tata letak p* brik, menentukan lokasi peralatan produksi maup$ peralatan pemeliharaan, ruang kontrol produksi

gudang penyimpanan, dan fasilitas penunjang lain- nya. Sasaran utamanya adalah mempertinggi efisiensi biay^ produksi dan dengan demikian mempertinggi tjngk keuntungan.

Tata letak pabrik dapat dirancang berdasarkan jalur produksi, berdasarkan kesamaan fungsi ataupun kombinasi keduanya. Tata letak berdasarkan jalur produksi lebih menguntungkan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan barang yang terstandarisasi, pada metode ini peralatan produksi disusun berdasarkan urutan proses operasi, dan bahan yang akan diproses bergerak menurut garis lurus.

Pada tata letak berdasarkan kesamaan fungsi, semua proses operasi yang sama atau semua jenis proses yang dikerjakan di dalam satu wilayah. Sebagai contoh, semua bagian yang memerlukan pengelasan dikerjakan di bengkel las, dan semua bagian yang memerlukan pengecatan dikerjakan di bengkel pengecatan. Tata letak ini biasanya digunakan di industri- industri yang produknya bermacam-macam, jadwal produksinya tidak tetap, atau urutan operasinya sering berubah-ubah.

Metode rekayasa, yang kadang-kadang dinamakan analisis operasi, adalah prosedur sistematik dalam usaha mengurangi biaya produksi dan/atau meningkatkan laba. Metode ini meliputi analisis yang rinci untuk semua operasi produksi dan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Para ahli teknik industri dilibatkan di dalam metode-metode rekayasa karena persaingan memaksa para produsen untuk selalu mempelajari dan memperbaiki proses-proses produksi agar konsumen mendapatkan produk-produk yang lebih baik atau lebih murah.

Di dalam metode rekayasa, metode produksi dipelajari dengan menggunakan sebuah bagan aliran proses yanc secara grafik menggambarkan semua operasi dan fak r-faktor seperti transportasi, pemeriksaan, penyimpanan, dan kelambatan selama proses. Bagan ini pun mencakup informasi-informasi mengenai waktu yang dibutuhkan untuk sebuah operasi dan jarak dari satu lingkungan kerja ke lingkungan kerja berikutnya.

Setelah menelaah metode produksi berikut semua pertimbangan proses operasi, bahan, kondisi pekerjaan, tata letak pabrik, transportasi, pengawasan, fasilitas penyimpanan, dan jumlah produk yang akan diproduksi ahli teknik industri memusatkan perhatiannya pada bagian-bagian yang mungkin paling perlu diperbaiki. Ia kemudian membuat rekomendasi untuk perbaikan-perbaikan.

Pembakuan unjuk kerja. Ahli teknik industri menetapkan bakuan unjuk kerja karyawan dengan metode- metode pengukuran kerja. Kebanyakan industri menetapkan bakuan unjuk kerja karyawan dengan meng-gunakan kajian waktu, data baku, rumusan matematis atau cuplikan hasil kerja.

Dalam sebuah kajian waktu, waktu nyata yang di-gunakan untuk melakukan suatu operasi biasanya diukur dengan stopwatch atau alat pengukur waktu lain- nya dan hasilnya direkam. Pengukuran waktu ini kemudian disesuaikan dengan suatu skala prestasi. Nilai normal diberikan kepada karyawan yang melaksana- .a” tugas dengan kecepatan baku, mengikuti metode aku di dalam kondisi kerja baku. Setelah diketahui waktu normal, diberikan suatu kelonggaran waktu untuk kelambatan-kelambatan akibat kelelahan para pekerja.

Data baku adalah bakuan waktu kerja untuk operasi-operasi dasar seperti menghidupkan mesin atau mengubah kecepatan mesin. data-data ini diperoleh dari kajian waktu dan disajikan dalam bentuk tabel dan bagan, yang digunakan sebagai referensi di dalam menentukan waktu kerja.

Data gerakan dasar, sebuah bentuk data baku yang lebih rinci, diperoleh dengan mentabelkan gerakan- gerakan dasar, seperti memungut, menggenggam, me-mindahkan, melepaskan, dan mengangkat, dan me-nentukan lama waktu yang diperlukan untuk tiap-tiap gerakan dasar tersebut.

Di dalam data baku tersaji waktu operasi dasar dan data waktu gerakan yang umumnya berbentuk tabel, kurva, dan bagan. Data baku ini sangat berguna untuk menentukan waktu baku bagi pekerjaan tertentu tanpa melakukan pengukuran waktu untuk pekerjaan tersebut. Waktu yang dihitung dari data baku memberikan bakuan kerja yang relatif konsisten karena data yang ditabulasikan bersumber dari sampel-sampel yang sangat banyak jumlahnya.

Rumusan matematis dalam bentuk persamaan aljabar dikembangkan untuk menetapkan bakuan waktu operasi kerja sebelum proses produksi dimulai. Persamaan-persamaan kuantitatif dalam rumusan ini diturunkan dari data studi waktu atau dari data gerakan dasar.

Cuplikan hasil kerja adalah sebuah metode untuk menetapkan waktu baku dengan melakukan sejumlah pengamatan terhadap kerja para karyawan pada interval waktu acak dan kemudian menentukan perbandingan antara jumlah pengamatan pada keadaan tertentu dan jumlah total pengamatan yang diambil. Perbandingan ini menyatakan perkiraan persentase waktu total proses.

Bakuan unjuk kerja yang diperoleh dari studi waktu, data baku, rumusan matematis, atau dengan cuplikan kerja sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan operasi sebuah industri manufaktur, karena bakuan unjuk kerja merupakan dasar untuk membuat keputusan-keputusan terutama yang menyangkut biaya-biaya, tenaga kerja, kapasitas pabrik, dan pembelian peralatan baru.

Sejarah. Pengorganisasian manusia, bahan dan per-alatan dalam skala besar sebetulnya sudah mulai dila-kukan manusia ketika bangsa Mesir membangun pira- mid besar di Gizeh yang diperkirakan selesai 2.600 tahun sebelum Masehi, atau ketika bangsa Romawi membangun ruas jalan sepanjang 80.000 kilometer kira-kira pada tahun 200 Masehi dan 11 jalur akuaduk yang mampu mengalirkan 985 juta liter air setiap hari. Hal yang sama juga dilakukan bangsa Indonesia ketika membangun candi Borobudur kira-kira Fada tahun 850 Masehi. Meskipun demikian, pada masa itu tidak digunakan peralatan serumit yang digunakan pada abad ke-20, juga tekanan sosial dan ekonomi tidaklah sekuat yang berlaku sekarang ini. Kerja yang sistematis dan efisien mulai dirasakan perlunya ketika persaingan dalam pemasaran hasil produksi semakin ketat. Inilah yang kiranya mendorong para pemikir mengembangkan gagasan-gagasan yang kelak merupakan embrio dari teknik industri.

Sebelum Perang Dunia II analisis teknik industri telah dimanfaatkan, terutama di dalam industri-industri manufaktur untuk memperbaiki metode-metode produksi, menyusun prosedur-prosedur pengendalian produksi, menentukan standar kerja, dan rencana pengembangan pembayaran upah. Kemudian kegunaan teknik industri berkembang ke bidang-bidang nonma- nufaktur, termasuk industri konstruksi, transportasi, manajemen pertanian, hotel dan restoran, pemeliharaan dan pengoperasian pesawat terbang, toko eceran, bank, serta aktivitas pemerintahan seperti kantor pos dan dinas perbekalan militer. Meskipun bidang-bidang teknik industri terus berkembang, kegunaan utamanya tetap di bidang industri manufaktur.

Secara formal teknik industri lahir di Amerika Serikat pada tahun 1880-an, dan merupakan pengembangan dari penelitian tentang perbaikan metode-metode produksi, efektivitas gerakan serta unjuk kerja para karyawan. Frederick Winslow Taylor, yang dianggap sebagai bapak teknik industri modern, mulai mengembangkan gagasannya dalam bidang pengukuran kerja dan manajemen yang bersifat ilmiah pada tahun 1881. Dalam gagasan-gagasan berikutnya, Taylor mengemukakan perlunya meningkatkan produktivitas para pekerja. Agar tujuan ini tercapai, Taylor mengusulkan diadakannya penelitian tentang waktu yang digunakan para pekerja dalam mengerjakan tugas-tugasnya, dan berikutnya ia juga mendorong agar dilakukan penelitian tentang waktu yang terpakai untuk menyelesaikan proses-proses produksi.

Berdasarkan beberapa hasil penelitiannya, Taylor kemudian menunjukkan rumusan dasar yang harus dipakai untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Rumusannya menetapkan bahwa pekerjaan setiap pekerja harus telah dirancang oleh pimpinannya selambat-lambatnya sehari sebelumnya. Masing-masing harus diberi sebuah tugas tertentu di dalam kurun waktu tertentu dengan sebuah metode tertentu pula. Tugas ini harus sudah dibuat secara rinci dengan dasar sebuah kajian pekerjaan, sehingga diperoleh urutan operasi yang terbaik. Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas dihitung oleh instruktur dengan menggunakan stopwatch, sedangkan metode penyelesaian tugas didasarkan pada eksperimen terinci dan direkam pada sebuah kartu instruksi.

Pada tahun 1885 Frank B. Gilbreth memperkenalkan gagasannya tentang kajian gerakan. Ia melakukan penelitian tentang gerakan ini ketika bekerja di sebuah pabrik pembuat batu bata. Para pekerja dilatih untuk melakukan gerakan-gerakan yang efektif dalam membuat batu bata. H?silnya, produktivitas pekerja meningkat tajam di^i 120 menjadi 350 batu bata selesai dalam satu jam.

Di dalam studi gerakan, gerakan-gerakan yang di-gunakan dalam proses produksi dianalisis untuk memperoleh gerakan-gerakan dasar yang mutlak diperlukan dan membuang semua gerakan yang tidak perlu. Gerakan-gerakan dasar sedapat mungkin disederhanakan dan urutannya dibuat agar efisien. Penelitian Gilbreth ini disempurnakan bersama istrinya, Lillian, dengan cara memfilmkan gerakan yang dilakukan pekerja dan kemudian secara teliti menganalisis unsur-unsur dasar gerakan tersebut. Hal ini di. laporkannya pada bukunya yang berjudul Motion Stu. dy yang diterbitkan tahun 1911. Pada tahun 192] Gilbreth memperkenalkan bagan proses, yam; meru. pakan sebuah alat untuk menganalisis dan menyusun sebuah urutan kerja.

Kursus teknik industri pertama kali diadakan dj Pennsylvania State College (sekarang Pennsylvania State University) di bawah bimbingan Taylor. Pada tahun 1910, dua tahun setelah kursus pertama dibuka, dua orang dinyatakan lulus dari program ini dengan gelar sarjana muda bidang teknik industri. Tahun-tahun berikutnya lembaga-lembaga pendidikan lain mulai menyelenggarakan kursus-kursus teknik industri, dan sekarang sebagian besar universitas di seluruh dunia termasuk beberapa di Indonesia menyelenggarakan program bidang teknik industri. Di Indonesia beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta telah memiliki departemen maupun jurusan teknik industri, misalnya Institut Teknologi Bandung, Universitas In- donesia, Universitas Trisakti, Universitas Islam Indonesia, dan sebagainya.

Incoming search terms:

  • pengertian teknik industri
  • definisi teknik industri
  • penjelasan tentang teknik industri
  • jelaskan pengertian teknik industri

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian teknik industri
  • definisi teknik industri
  • penjelasan tentang teknik industri
  • jelaskan pengertian teknik industri