Advertisement

Perkembangan teknologi memiliki banyak definisi. Yang pertama, kata ini mengacu pada sebuah objek fisik atau artefak, seperti, mobil. Kedua, ia bisa mengacu pada sebuah kegiatan atau proses sistem produksi mobil, pola-pola organisasi di sekitar teknologi kendaraan, perilaku dan pengharapan dari para pengguna mobil, dan lain sebagainya. Yang ketiga, teknologi bisa merujuk pada pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam produksi atau penggunaan teknologi keahlian yang diperlukan untuk mendisain dan menggunakan mobil, dan juga imaji budaya yang lebih luas yang ditimbulkan dan ditopang oleh industri mobil.

Secara konvensional, teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat, atau secara lebih spesifik, atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme: teknologi memiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. Dalam pandangan ini, yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses di mana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada.

Advertisement

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat; bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi; dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh di mana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula, atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama (MacKenzie 1987; MacKenzie and Wajcman 1985).

Teknologi juga dianggap sebagai benda. Dalam cara pandang ini, teknologi membekukan hubungan sosial, yaitu, kumpulan praktek, asumsi, keyakinan, bahasa, dan lain sebagainya, yang tercetak dalam disain dan pembuatannya. Dengan demikian, teknologi adalah artefak budaya atau artefak sistem yang menyediakan cara-cara tindakan dan hubungan baru tertentu. Adalah tepat pernyataan bahwa teknologi dibuat bisa bertahan oleh masyarakat: teknologi mewakili bentuk tatanan sosial (jalinan hubungan sosial) dalam bentuk material (Latour 1991). Teknologi membekukan dan menawarkan versi tetap dari hubungan sosial ini. Mereka hanya akan dapat memahami teknologi tersebut secara ‘memadai’ jika mereka menyesuaikan diri dengan komunitas hubungan sosial yang melahirkan teknologi tersebut (cf Cooper and Woolgar 1993; Woolgar 1993).

Belum jelas sampai di mana perspektif-perspektif ilmu sosial menghadapkan tantangan yang radikal terhadap prekonsepsi-prekonsepsi tentang karakteristik teknologi. Kunci utama kritik ilmu sosial adalah bahwa teknologi tidak mengandung kapasitas atau potensi teknis yang intrinsik kualitas-kualitas ini adalah muara dari pembentukan sosial secara keseluruhan dan/atau interpretasi maupun penggunaannya. Meskipun kritik-kritik tersebut menyebarkan versi- tentang apa yang bisa diperbuat oleh teknologi Pada saru tingkatan, ada bahaya bahwa kanan tentang teknologi hanya menjadi aplikasi uar formula kelompok konstruktivis, demikian melupakan arti penting relatitisrr.e atas permasalahan mendasar tentang perjelasan sosial yang memadai.

Untuk menekankan fleksibilitas teknologi dan penggunaannya, perlu teknologi sebagai sebuah menggarisbawahi kemungkinan sosial dan proses pendisainan dan penggunaan teknologi. Secara khusus, ini menarik perhatian terhadap hubungan sosial antara produsen dan konsumen, serta menunjukkan pentingnya konsepsi-konsepsi pengguna yang terwujud dalam teks teknologi. Teks teknologi menyediakan bacaan-bacaan tertentu yang dapat dipergunakan oleh pengguna yang memadai.

Kelebihan perspektif ini mampu membatasi teknologi dalam sebuah kerangka pemahaman yang lebih teoretis tentang bagaimana artefak-artefak budaya ini diciptakan dan digunakan. Produksi dan konsumsi artefak budaya umumnya dapat dipahami sebagai manfaat reorganisasi hasil dari hubungan-hubungan sosial. Namun dibandingkan dengan benda-benda budaya yang lain. teknologi dan ilmu pengetahuan lebih kekal: yaitu, jaringan hubungan sosial yang terkandung di dalamnya mempunyai konsekuensi sangat mahal untuk dibongkar; sebaliknya, benda budaya seperti buku-buku teks ilmu sosial terdiri dari hubungan-hubungan sosial yang relatif lebih mudah dan murah untuk ditinggalkan.

Tidak dapat disangkal bahwa teknologi makin vital dalam kehidupan sosial modem. Tetapi dari sudut pandang analitis, perlu untuk mengakui bahwa hal ini selalu menjadi masalah; bahwa salah satu bentuk kehidupan yang pernah populer dianggap sebagai teknologi sekarang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebagai contohnya, menulis pada saat ini tidak dianggap sebagai teknologi, meskipun menulis adalah sebuah praktek dan sistem yang pada saat diperkenalkan telah memancing reaksi yang luar biasa tentang sifat dari penalaran dan tindakan (reason and practise) (Ong 1982). Cara ini memperluas konsepsi kita tentang teknologi dari sebuah benda fisik dan pola-pola organisasi sosialnya yang berhubungan menjadi pemikiran yang lebih luas tentang sebuah ‘sistem tatanan sosial’ yang memungkinkan kita memperluas perspektif yang dikembangkan bagi analisis skeptis tentang kualitas teknis intrinsik.

Perspektif teknologi ini memiliki dampak yang penting bagi pemikiran tentang hubungan antara teknologi dan kerja (work). Secara keseluruhan, tradisi yang belakangan ini mengikuti pemikiran deterministis dengan berkonsentrasi pada efek-efek pengenalan teknologi baru pada organisasi kerja. Sosiologi teknologi mengusulkan fleksibilitas yang lebih besar dalam interpretasi. penggunaan, dan implementasi teknologi dalam situasi kerja.

Teknologi juga menjadi fokus dalam menguji dan menghadapi prekonsepsi-prekonsepsi yang telah berakar tentang sifat manusia. Ini fnengikuti fakta bahwa muncul dan berkembangnya teknologi baru dapat menjadi fokus diskusi dan perhatian tentang perubahan-perubahan potensial terhadap hubungan sosial yang telah ada. Dengan demikian, sebagai contohnya, sebagaimana boneka mekanik abad 17 memancing keprihatinan moral yang luar biasa tentang implikasinya terhadap kualitas-kualitas khas manusia, demikian juga perdebatan belakangan ini terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat dipahami sebagai sebuah diskusi tentang apa intisari sifat manusia (yaitu yang non-mekanis).

Incoming search terms:

  • pengertian perkembangan teknologi
  • definisi perkembangan teknologi
  • apa itu perkembangan teknologi
  • pengertian teknologi dan pengertian perkembangan teknologi
  • jelaskan perkembangan teknologi
  • pengertian pengembangan teknologi
  • yang dimaksud perkembangan teknologi
  • cara pandang tentang teknologi
  • apa yang dimaksud dengan perkembangan teknologi
  • jelaskan maksud perkembangan teknologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian perkembangan teknologi
  • definisi perkembangan teknologi
  • apa itu perkembangan teknologi
  • pengertian teknologi dan pengertian perkembangan teknologi
  • jelaskan perkembangan teknologi
  • pengertian pengembangan teknologi
  • yang dimaksud perkembangan teknologi
  • cara pandang tentang teknologi
  • apa yang dimaksud dengan perkembangan teknologi
  • jelaskan maksud perkembangan teknologi