Advertisement

Peranti pengirim dan penerima berita jarak jauh dengan menggunakan kode tertentu. Pada mulanya istilah telegraph digunakan untuk menyebut sistem pengiriman sinyal visual yang ditemukan oleh Claude Chappe, seorang berkebangsaan Perancis, pada tahun 1792. Istilah telegraph berasal dari kata Yunani tele, artinya ‘jauh’, dan graphein, artinya ‘menulis’.

Perkembangan Telegrap. Dalam bentuk paling primitif, komunikasi jarak jauh dilakukan dengan asap ala Indian, api, ataupun kentungan. Telegrap optik ditemukan pertama kali oleh Claude Chappe dan George Murray pada abad ke-18. Sistem telegrap yang disebut semafor ini dikirimkan dan diterima di puncak-puncak gunung dengan bantuan teleskop. Chappe menggunakan tiang-tiang penyangga palang kayu bersendi dengan lembaran lebar di ujungnya seperti ‘bendera’. Posisi palang kayu merupakan kode-kode yang harus dibaca oleh penerima. Sistem Murray menggunakan kotak besar yang terpasang di puncak menara dengan enam panel yang dapat dibuka dan ditutup sesuai dengan kode yang hendak dikirimkan.

Advertisement

Penemuan cara pengiriman sinyal listrik dengan kabel merupakan awal perkembangan pesat dalam bidang telegrap. Di antara sistem telegrap listrik yang mula-mula dikembangkan adalah telegrap jarum berdasarkan penemuan Hans Christian Oersted pada tahun 1819 bahwa arus listrik dapat menyebabkan bergeraknya jarum magnet. Pada tahun 1837 Cooke dan Wheatstone membuat telegrap lima jarum yang terpasang pada panel bertuliskan huruf-huruf dan karakter-karakter lain. Perangkat ini banyak digunakan di Inggris terutama untuk sistem sinyal lalu lintas kereta api.

Telegrap sebagaimana kita kenal saat ini, mulai berkembang pesat sejak ditemukannya prinsip-prinsip penguatan medan magnet dengan menyisipkan inti besi lunak ke dalam kumparan. Penemuan dan pengembangan elektromagnet selanjutnya memberi jalan bagi Samuel Morse untuk menemukan cara pengiriman dan penerimaan sinyal listrik. Pada tahun 1837 Morse dapat membuat suatu tombol tekan untuk mengirim sinyal telegrap. Sinyal telegrap sistem Morse (dan juga sistem Internasional yang dikembangkan kemudian) menggunakan kombinasi kode titik, yang dinyatakan dengan penekanan tombol pengirim secara singkat, dan kode garis, yang dinyatakan dengan penekanan tombol agak lama. Kecepatan pengiriman dengan menggunakan kode Morse umumnya sekitar 20 sampai 25 kata tiap menit. Operator yang sangat terampil mampu mengirimkan berita dengan kecepatan sampai 35 kata tiap menit.

Untuk memperbesar efisiensi penggunaan jaringan telegrap, dikembangkan teknik dupleks yang me-mungkinkan pengiriman sinyal dua arah bersamaan pada jalur yang sama. Pada tahun 1874 Thomas A. Edison merancang suatu dupleks-rangkap atau kua- drupleks yang memungkinkan pengiriman empat sinyal telegrap secara serempak pada satu jaringan.

Pada tahun 1846, Royal E. House menemukan telegrap tercetak. Bagian pengirim memiliki papan kunci (keyboard) dengan 28 kunci yang masing-masing menyatakan satu karakter. Di balik papan kunci terdapat silinder yang permukaannya ditancapi pasak- pasak. Putaran silinder akan berhenti manakala pasak tertahan oleh kunci yang ditekan. Sakelar yang menutup dan membuka rangkaian listrik setiap kali satu karakter dikirimkan ditempatkan di ujung silinder. Pulsa listrik yang melalui elektromagnet menggerakkan roda gigi dan roda cetak pada pesawat penerima. Jika putaran terhenti, suatu penekan mini akan menekan pita ketik ke pita kertas tempat tulisan akan dicetakkan. Roda-roda dengan huruf timbul menyebabkan tercetaknya pesan pada pita kertas.

Tahun 1855 David Edward Hughes menerima hak paten atas sistem telegrap yang kemudian menjadi sistem baku yang digunakan di Eropa. Pada sistem Hughes, silinder pengirim dan roda cetak pada penerima berputar terus-menerus. Sebagai penyerempak dikirimkan sinyal berupa satu garis {dash) untuk setiap putaran dan satu titik (dot) untuk setiap penekanan kunci sewaktu mengirimkan pesan. Suatu pesawat telegrap dengan kecepatan operasi 40 kata tiap menit dikembangkan sejak tahun 1867. Telegrap jenis ini mampu bertahan, dan terus digunakan sampai tahun 1932. Sejak tahun 1933 digunakan telegrap serupa dengan kecepatan operasi 500 karakter tiap menit, dan sejak tahun 1964 digunakan telegrap dengan kecepatan 900 karakter tiap menit.

Prinsip Kerja. Salah satu kode pengiriman sinyal telegrap yang paling dikenal adalah kode Morse. Kode ini merupakan kombinasi tanda garis dan titik yang dinyatakan sebagai pulsa listrik panjang dan pulsa pendek (sepertiga pulsa panjang). Huruf-huruf yang sering dipakai (misalnya e dan t) dikodekan dengan sinyal yang sederhana. Karena pengiriman melalui jaringan kabel laut dengan cara yang sama seperti di darat menghasilkan cacat-cacat sinyal sehingga banyak yang tidak terbaca, maka khusus untuk pengiriman melalui kabel bawah laut, tanda titik dinyatakan dengan pulsa arus positif sedangkan tanda garis dinyatakan dengan pulsa arus negatif. Kedua pulsa sama panjangnya.

Selain kode Morse, dunia telegrafi mengenal puli kode Murray, yang diciptakan oleh Donald Murray dari Inggris. Kode Murray ini merupakan modifikasi dari kode yang sudah ada sebelumnya, yaitu kode Baudot, yang diciptakan oleh Emile Baudot. Karakter-karakter pada kode Murray dan Baudot terdiri atas lima elemen, yang masing-masing terdiri atas kombinasi dua keadaan, yaitu ada pulsa atau tidak ada pulsa. Karena paling banyak hanya dapat dibuat 32 kombinasi maka kode Baudot maupun Murray tidak dapai digunakan untuk melambangkan seluruh huruf, ang-ka, dan tanda baca. Jalan keluarnya adalah dengan memberikan karakter simbol (figure) atau karakter huruf (letter) untuk membedakan dua kode yang saiM agar dikenali sebagai simbol (termasuk angka) atau sebagai huruf. Misalnya, urutan pulsa “tanda, selang- selang, selang, tanda” berarti kode untuk huruf z apabila sebelumnya didahului karakter huruf, tetapi berarti tanda + bila didahului karakter simbol. Di Amerika Serikat berkembang kode yang terdiri atas deto; pan elemen, yang dibakukan oleh American Standart Code for Information Interchange (ASCII) sellings disebut kode ASCII.

Tiga abjad terakhir dipakai dalam telegrafi yang dilengkapi dengan pencetak huruf, yang disebut tele- ketik, teletype, atau teletypewriter (TTY), atau, di Indonesia, lazim disebut teleks. Di Eropa, istilah teleks (telex) berarti layanan teleketik bagi masyarakat umum yang sistem penyambungannya diatur oleh sistem sakelar sentral. Layanan sejenis ini di Amerika Serikat disebut teletypewriter exchange service (TWX).

Mesin ketik jarak jauh atau mesin teleketik (tele-typewriter) merupakan mesin telegrap yang umum digunakan saat ini. Pada proses pengiriman, operator mengetikkan pesan, seperti layaknya mengetik surat. Setiap kali satu kunci tombol ditekan, lima batang panjang pembentuk kode Baudot akan bekerja. Untuk menyatakan selang (space) batang tersebut tetap diam di tempat. Untuk menyatakan tanda (mark) batang akan bergeser dan menyebabkan rangkaian arus listrik tertutup. Pada perangkat penerima, arus listrik ini akan mengaktifkan elektromagnet dan selanjutnya menekan batang-batang yang bersesuaian yang menyatakan kode tertentu. Bergesernya batang untuk menyatakan tanda dan tetap di tempat untuk menyatakan selang akan menghentikan putaran hulu cetak saat huruf yang diinginkan tepat berada pada posisinya. Selanjutnya punggung hulu cetak dipukul dengan suatu mekanisme pemukul sehingga tercetak huruf pada kertas di depannya.

Cara pengiriman yang lebih cepat dan pemanfaatan jaringan telegrap yang lebih efektif dapat dilakukan aPabila sinyal yang hendak dikirimkan direkam lebih dahulu. Perekaman semacam itu dibuat dalam pita kertas dalam bentuk lubang, untuk tanda, dan tidak ada lubang, untuk selang. Pita rekaman ini selanjutnya dimasukkan ke autotransmiter (autotransmitter) yang menggantikan operator mengetikkan kode-kode. Pada autotransmiter kode-ko^le pada pita ini di indera oleh lima buah jeruji logam. Apabila menemui lubang pada pita, jeruji akan menembusnya dan mengaktifkan sakelar untuk mengirimkan sinyal tanda. Sebaliknya, pada saat tidak ada lubang, sakelar tetap terbuka sehingga terkirim sinyal selang. Pada pesawat penerima, sinyal yang diterima digunakan untuk mengoperasikan reperforator yang membuat lubang- lubang pada pita kertas sesuai dengan sinyal yang diterimanya. Selanjutnya pita berlubang-lubang ini dimasukkan ke perangkat yang mengubahnya menjadi dokumen tercetak.

Metode Pengiriman Sinyal Telegrap. Untuk pengiriman sinyal telegrap mula-mula digunakan arus searah. Besarnya biaya pembuatan jaringan telegrap mendorong penemuan metode dupleks oleh Wilhelm Gintel pada tahun 1853, dan kuadrupleks oleh Thomas A. Edison pada tahun 1874. Selanjutnya ditemukan juga sistem multipleks waktu-terbagi (time-division multiplex) yang lebih mengekfektifkan pemanfaatan jaringan telegrap. Baudot berhasil mengoperasikan sistem multipleks waktu-terbagi secara manual dengan menggunakan kode 5 satuan pada tahun 1874. Sistem manual ini kemudian digantikan oleh sistem mekanis yang tetap digunakan sampai tahun 1930-an. Sistem multipleks Baudot dan sistem- sistem lain yang menggunakan pengsinyalan dengan arus searah sampai sekarang masih tetap digunakan untuk telegrap melalui kabel laut atau jaringan telegrap yang berjarak sampai 160 kilometer.

Pengsinyalan arus bolak-balik mulai digunakan bersamaan dengan berkembang pesatnya jaringan telepon dan telegrap jarak jauh. Dengan metode pengsinyalan arus bolak-balik, sinyal telepon dan telegrap dapat dikirimkan secara serentak pada jalur yang sama dengan sistem multipleks frekuensi-terbagi (frequency-division multiplex). Pada sistem ini, setiap kanal telegrap menggunakan satu frekuensi pembawa. Pada pesawat penerima, masing-masing kanal dipisahkan dengan penyaring elektronik.

Sinyal telegrap sistem multipleks frekuensi-terbagi dibawa oleh gelombang pembawa dengan salah satu dari tiga cara, yakni: modulasi amplitudo, modulasi frekuensi, atau modulasi fase. Pada sistem modulasi amplitudo, gelombang pembawa diaktifkan (on) untuk menyatakan tanda, dan dimatikan (off) untuk menyatakan selang. Pada sistem modulasi frekuensi, fre-kuensi gelombang pembawa direndahkan dan diting-gikan untuk menyatakan selang dan tanda. Pada sistem modulasi fase, fase gelombang pembawa digeser maju atau mundur untuk menyatakan tanda atau selang. Pada satu pita frekuensi percakapan telepon (300 sampai 3.300 hertz) dapat dikirimkan 12, 16, 18, atau 24 gelombang pembawa sekaligus dengan frekuensi yang berbeda-beda.

Jaringan telegrap yang panjang menyebabkan sinyal telegrap yang tersalur melaluinya semakin jauh semakin lemah. Pada sistem pengsinyalan arus searah, jarak antarstasiun diperpendek; di setiap stasiun arus listrik yang merupakan sinyal telegrap mengaktifkan relai yang menghubungkan baterai dengan jaringan telegrap. Sekarang ini, relai sederhana teiah digantikan oleh relai elektromekanis dan dilengkapi dengan perangkat yang disebut pengulang regeneratif (regenerative repeater) untuk memulihkan sinyal telegrap seperti aslinya.

Pada sistem radiotelegraf frekuensi tinggi, gangguan terhadap sinyal yang dipancarkan dapat terjadi akibat redaman perambatan {fading). Redaman perambatan ini dapat dikurangi dengan penggunaan modulasi frekuensi. Lebih lanjut, karena redaman perambatan hanya terjadi pada frekuensi-frekuensi dan jam-jam tertentu, maka upaya menghindari frekuensi dan saat-saat terjadinya redaman perambatan dapat mengurangi gangguan terhadap sinyal telegrap. Upaya lain yang dilakukan adalah diterapkan sistem beda-ruang (.space-diversity), beda-frekuensi (fre-quency-diversity, dan beda-waktu (time-diversity). Sistem beda-ruang menggunakan dua atau lebih antena penerima yang dipasang terpisah. Di antara beberapa sinyal yang diterima antena, hanya sinyal terkuat saja yang diambil. Sistem beda-frekuensi memilih yang terbaik dari dua sinyal yang dikirimkan pada frekuensi berbeda. Sistem beda-waktu hanya menerima sinyal terbaik di antara sinyal yang dikirimkan pada waktu yang berlainan. Elemen start dan stop pada pengiriman sinyal mesin teleketik sangat rentan terhadap redaman perambatan sehingga banyak di-gunakan kode Baudot tanpa elemen start dan stop, kode Morse berkecepatan tinggi, atau kode 7 satuan\ dengan detektor kesalahan.

Incoming search terms:

  • telegrap
  • pengertian telegraph
  • arti dari telegraph
  • definisi telegraph
  • pengertiam arus listrik
  • pengertiam telegraph
  • pengertian telegrap

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • telegrap
  • pengertian telegraph
  • arti dari telegraph
  • definisi telegraph
  • pengertiam arus listrik
  • pengertiam telegraph
  • pengertian telegrap