Advertisement

Mempunyai sejarah yang sangat panjang, sepanjang sejarah umat manusia itu sendiri. Tangis bayi karena lapar merupakan bentuk komunikasi yang paling dini dilakukan oleh manusia. Jadi, komunikasi sebenarnya sudah merupakan naluri yang tidak dapat dihalang-halangi, suatu kebutuhan yang mutlak diperlukan. Kebutuhan untuk saling bertukar informasi antara manusia sering kali dibatasi oleh jarak. Karena jarak menjadi rintangan sehingga manusia yang ingin bertukar berita tidak dapat berte* mu muka, atau suaranya tidak dapat mencapai telinga lawan bicaranya, lalu mereka mencari jalan untuk mengatasinya. Terjadilah apa yang disebut telekomunikasi.

Informasi dapat didefinisikan sebagai “…sesuat! yang berbentuk suara, gambar, tanda, atau lambani yang mempunyai makna.” Sedangkan komunikasi merupakan proses penyampaian informasi. Dengan kata lain, komunikasi adalah penyampaian suara gambar, tanda, atau lambang yang mempunyai mahw na. Proses komunikasi jarak jauh disebut telekomunikasi, yang melibatkan jarak sebagai unsur. Pengertian yang sekarang biasa dipakai di dunia telekomunikasi adalah; semua bentuk transmisi, emisi, atau penerimaan da; tanda, sinyal, gambar, bunyi, atau pengetahuan dalam segala bentuk lewat kabel, radio, alat-alat optik, atau sistem elektromagnetik yang lain.

Advertisement

Perkembangan telekomunikasi, yang dimulai ketika manusia menyadari bahwa jarak tidak boleh menjadi kendala dalam penyampaian informasi, tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, terutama ilmu listrik. Dengan demikian, tonggak-tonggak bersejarah yang patut dicatat bagi perkembangan telekomunikasi modern adalah penemuan alat telegrap modern oleh Samuel F.B. Morse (Ame -:a Serikat) pada tahun 1837 serta faksimili oleh Alexander Bain (Skotlandia) pada tahun 1843 yang kemudian disempurnakan oleh Ludovic d’Ar- lincourt (Perancis) pada tahun 1869. Menyusul kemudian penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell (Amerika Serikat) pada tahun 1876, dan radio oleh Guglielmo Marconi (Italia) pada tahun 1895. Televisi dalam bentuk sederhana diciptakan oleh Paul Nipkow (Jerman) pada tahun 1883, yang kemudian dikembangkan oleh Charles Francis Jenkins (Amerika Serikat) pada tahun 1925 dan John Logie Baird (Skotlandia) yang berhasil menemukan televisi berwarna pada tahun 1926. Pada tahun 1902, Arthur Korn (Jerman) berhasil mengirimkan potret melalui kabel, dan lima tahun kemudian menjadikannya sebagai layanan komersial.

Integrasi Komputer-Komunikasi. Penemuan prinsip-prinsip komputer dan perkembangan teknologi serta pengetahuan di bidang elektronika melahirkan disiplin ilmu tersendiri, yakni ilmu informatika, yang mengubah segala-galanya. Kemampuan menyimpan data dan memecahkan masalah yang batasnya hampir tidak dapat dibayangkan oleh manusia menjadikan komputer sebagai alat yang memicu lompatan raksasa di bidang telekomunikasi. Satelit komunikasi yang dilengkapi alat-alat elektronik canggih bersama stasiun pengontrolnya yang tersebar di permukaan bumi sanggup mengatur jaringan telekomunikasi berupa telepon, teleks, telegrap, faksimili, data komputer, dan televisi. Keadaan ini makin menambah kemampuan manusia untuk saling bertukar informasi.

kecenderungan ke arah pengintegrasian komputer dengan komunikasi sehingga jasa layanan telekomunikasi pun mengalami integrasi, yakni dalam ISDN (sistem komunikasi digital yang terintegrasi), seperti yang sudah dilakukan oleh negara-negara Dunia Kesatu.

Dalam masyarakat abad ke-21, informasi akan menjadi komoditi strategis. Siapa yang menguasai informasi, ia akan mempunyai kekuatan dan kekuasaan. Produktivitas kerja, mutu produksi, interaksi dengan lingkungan, dan daya saing akan dapat ditingkatkan apabila orang memiliki dan mampu mengakses informasi yang akurat. Kehidupan masyarakat demikian cenderung untuk terdesentralisasi, karena memiliki berbagai kemampuan untuk melakukan komunikasi yang kian hari semakin multidimensional. Demikian pula otomatisasi di segala bidang, dari layanan telekomunikasi sampai ke kehidupan sehari- hari. yang menuntut kemudahan-kemudahan.

Telekomunikasi di Indonesia. Dunia pertelekomu- nikasian di Indonesia dirintis oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka melestarikan sistem penjajahannya. Mereka mendirikan dinas pos, telegrap, dan telepon dengan nama PTT Dienst, singkatan Post, Telegraaf en Telefoon Dienst. Ketika Jepang menggulingkan kekuasaan Belanda di Indonesia, dinas ini tetap menggunakan singkatan nama yang sama. Empat puluh hari setelah pemuda Indonesia merebut kemerdekaan, kantor pusat PTT di Bandung diambil- alih oleh para pemuda yang semula adalah pegawai PTT. Sejak saat itu, PTT, singkatan Jawatan Pos, Telegrap dan Telepon, menjadi dinas milik pemerintah RI. Dalam perkembangan selanjutnya, dinas pos dari PTT melepaskan diri dan menjadi Perum Pos dan Giro. Sedangkan dinas telepon dan telegrap menjadi Perum Telekomunikasi, yang bertugas melayani segala macam layanan telekomunikasi di Indonesia secara nasional dan internasional.

Kebutuhan layanan telekomunikasi yang makin meningkat sejalan dengan laju pembangunan mendorong Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi melebarkan jaringan telekomunikasinya. Perusahaan telekomunikasi dari Amerika, International Telephone and Telegraph (ITT), menanamkan modalnya dalam suatu perusahaan patungan, PT Indosat (Indonesian Satellite Corporation), yang didirikan pada tanggal 10 November 1967. Tugas pertama perusahaan ini adalah membangun jaringan gelombang mikro Trans-Sumatra dan Indonesia Timur. Kemudian menyusul jaringan komunikasi radio tropo-scatter, yang menghubungkan Surabaya dan Banjarmasin.

Kegiatan PT Indosat makin luas, dan kemudian ditugaskan untuk mewakili Indonesia di organisasi telekomunikasi internasional Intelsat (International Telecommunications Satellite Organization). Keanggotaan Indonesia dalam Intelsat memberikan kemajuan baru di bidang telekomunikasi internasional, karena Indonesia mempunyai hak pakai atas satelit- satelit Intelsat yang melayani sebagian besar telekomunikasi internasional. Kepercayaan dunia internasional akan kemampuan putra-putra Indonesia untuk mengendalikan satelit terbukti ketika pada tahun 1969 didirikan stasiun pengendali satelit komunikasi milik Intelsat di Jatiluhur, Jawa Barat. Langkah ini memantapkan posisi Indonesia yang sudah menapakkan diri di jalur komunikasi satelit. Peluncuran satelit komunikasi pertama Indonesia, Palapa A-l, pada tahun 1976, menempatkan Indonesia pada kedudukan seba-gai negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Kanada yang menggunakan sistem komunikasi satelit domestik.

Pada tahun 1989, seorang putra Indonesia, Jonathan L. Parapak, dipilih menjadi salah satu gubernur Intelsat. Kemampuan teknis para ahli telekomunikasi Indonesia semakin diakui setelah Stasiun Pengendali Jatiluhur diberi tanggung jawab mengendalikan jaringan telekomunikasi digital untuk Asia dan Eropa. Satelit Intelsat yang berada di atas Samudera Hindia langsung dikendalikan oleh stasiun Jatiluhur yang berfungsi sebagai time division multiple access (TDMA) reference monitoring station.

Kemudian dilakukan pembagian kerja antara Perum Telekomunikasi dan PT Indosat. Perumtel bertugas melayani semua sistem telekomunikasi nasional, sementara Indosat mengelola jaringan telekomunikasi internasional. Semua layanan telekomunikasi dalam negeri diselenggarakan oleh Perumtel. Tetapi pada saafseseorang memakai jasa telekomunikasi internasional, stasiun pusat Perumtel akan dihubungkan dengan Sentral Gerbang Internasional milik Indosat. Kemudian diteruskan melalui jaringan milik Indosat, baik lewat sarana satelit komunikasi (Palapa dan Intelsat) maupun jaringan kabel laut internasional.

Untuk melayani kebutuhan yang kian hari semakin bertambah besar di bidang pariwisata, pos, dan tele-komunikasi, Indosat membangun basis data bernama Sistem Informasi dan Manajemen Parpostel (Sim- parpostel) dan Sistem Informasi dan Manajemen Pariwisata Nasional (Simparnas). Pekerjaan yang lebih besar lagi adalah cita-cita menyatukan sistem informasi dan manajemen nasional (Simnas), yang melibatkan semua jajaran pemerintah dan badan-badan atau lembaga-lembaga yang mengelola negara. Mulai dari staf kepresidenan, departemen-departemen dan jajaran di bawahnya, pemerintah daerah, badan-badan tertinggi dan tinggi negara seperti MPR, DPR, dan DPRD, sampai kepada badan-badan non-pemerintah yang ada hubungannya dengan negara. Pada saat Sim. nas sudah berfungsi, seorang kepala desa di desa terpencil Irian Jaya, misalnya, diharapkan dapat dengan mudah membuat keputusan berdasarkan peraturan dan kebijaksanaan nasional, dan tidak lagi , 1a per, aturan yang tumpang-tindih atau bahkan bertentangan satu sama lain.

Incoming search terms:

  • pengertian telekomunikasi
  • pengertian perumtel

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian telekomunikasi
  • pengertian perumtel