Advertisement

Sistem pengiriman data hasil peng-amatan atau pengukuran dari suaiu stasiun pengukur atau pengamat ke stasiun penerima untuk diterima, diolah, disimpan serta ditafsirkan. Semula media pengiriman yang digunakan adalah kawat atau kabel, tetapi dengan ditemukannya teknik radio, pengiriman data dilakukan dengan menggunakan gelombang radio. Telemetri digunakan untuk pemantauan terhadap pusat pembangkit listrik, gunung berapi, pesawat ruang angkasa, dan sebagainya.

Komponen Sistem Telemetri. Pada sistem telemetri dilakukan kegiatan-kegiatan, antara lain: pengukuran, pengkodean hasil pengukuran ke dalam bentuk tertentu agar kebal terhadap gangguan sewaktu pengiriman, pengiriman sinyal yang menggambarkan hasil pengukuran, penerimaan sinyal, pengubahan sinyal yang diterima ke dalam bentuk yang terbaca oleh operator, dan perekaman, peragaan, penyimpanan serta interpretasi data yang didapatkan.

Advertisement

Untuk mendukung kegiatan telemetri diperlukan transduser, perangkat pengirim, media pengiriman, perangkat penerima dan pemroses sinyal, serta perangkat penyimpan atau penampil data. Transduser mengubah besaran fisik yang diukur (misalnya suhu, tekanan, dan getaran) menjadi sinyal listrik. Menurut cara beroperasinya dikenal transduser aktif, yakni yang bersifat menghasilkan sinyal listrik, dan transduser pasif, yakni yang bersifat mengubah-ubah sinyal listrik. Bahan piezolistrik, misalnya, merupakan salah satu jenis transduser aktif yang akan menghasilkan sinyal listrik apabila mengalami deformasi mekanis. Deformasi mekanis dapat ditimbulkan oleh tekanan, stres, atau percepatan. Transduser pasif yang biasanya digunakan untuk mengindera deformasi mekanis adalah strain gauge. Resistans kawat atau bahan semikonduktor pada strain gauge akan berubah apabila mengalami deformasi mekanis tertekan atau teregang. Transduser lain yang juga sering digunakan adalah transduser jenis reluktans-variabel (variable- reluctance). Pada transduser reluktans-variabel ini, terdapat celah udara yang memutuskan rangkaian magnetik. Gerakan mekanis yang akan diukur digunakan untuk mengubah lebar celah udara dalam transduser, yang berarti juga mengubah reluktans. Perubahan reluktans ini kemudian diubah menjadi perubahan sinyal listrik.

Untuk pengukuran suhu dapat digunakan salah satu dari dua tipe pengindera suhu, yakni termistor atau termokopel. Termistor merupakan peranti yang resistans listriknya bergantung pada suhu, sedangkan termokopel merupakan peranti penghasil tegangan listrik apabila dipanasi. Termistor memiliki keunggulan dalam bentuknya yang kecil dan kecepatannya menanggapi perubahan suhu. Termokopel hanya menghasilkan tegangan listrik yang lemah sehingga kadang-kadang perlu dideretkan beberapa termokopel untuk mempertinggi kepekaannya. (Lebih lanjut lihat TERMOKOPEL). Media pengiriman sinyal yang lazim dimanfaatkan dalam sistem telemetri terutama adalah kawat atau kabel dan gelombang radio. Pengiriman dengan suara ataupun berkas cahaya kadang- kadang juga digunakan. Gelombang radio dimanfaatkan terutama untuk pengamatan objek di ruang angkasa atau di tempat-tempat yang lidak memungkinkan dibangunnya jaringan kawat. Penentuan frekuensi operasi sangat penting apabila pengiriman sinyal dilakukan dengan gelombang radio. Untuk telemetri dengan objek di ruang angkasa, biasanya digunakan frekuensi operasi 100 megahertz sampai 10 gigahertz.

Dalam sistem telemetri kadang-kadang perlu dilakukan pengiriman beberapa jenis data hasil pengukuran secara serentak. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode pemultipleksan frekuen.

si-terbagi (frequency-division multiplexing) atau pe. multipleksan waktu-terbagi (time-division multiply xing). Pada sistem pemultipleksan frekuensi-terbagi masing-masing data hasil pengukuran dikirimi an dengan frekuensi yang berbeda. Sedangkan pada sistem pemultipleksan waktu-terbagi, data-data hasil peng. ukuran dikirimkan pada selang waktu tertentu secara bergiliran.

Proses modulasi dilakukan untuk ‘menumpangkan’ sinyal telemetri ke gelombang pembawa. Ada beberapa metode modulasi dalam telemetri yang dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah modulasi analog yang terdiri atas modulasi amplitudo dan modulasi frekuensi serta metode-metode yang berhubungan dengannya. Kelompok kedua adalah sistem modulasi digital, yakni modulasi kode- pulsa. Pada sistem modulasi amplitudo, sinyal hasil pengukuran mengubah-ubah amplitudo gelombang pembawa; pada sistem modulasi frekuensi, sinyal hasil pengukuran mengubah-ubah frekuensi gelombang pembawa. Sistem modulasi analog lainnya adalah modulasi lebar-pulsa, yakni sinyal hasil pengukuran mengubah-ubah lebar pulsa, dan modulasi posisi-pulsa, yakni sinyal hasil pengukuran mengubah-ubah posisi pulsa. Pada sistem modulasi kode- pulsa, sinyal hasil pengukuran diubah ke daiam bentuk digital menjadi kelompok-kelompok pulsa baru dan kemudian dikirimkan.

Perangkat penerima dalam sistem telemetri berfungsi memisahkan sinyal yang diterima dari gelombang pembawanya, dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dibaca. Data dapat disajikan seketika ataupun direkam terlebih dahulu. Bergantung pada keperluannya, media penampil dapat berupa kertas tercetak ataupun layar grafis (tabung sinar katode, penampil plasma gas, penampil luminesens: listrik, dan sebagainya).

Perkembangan bidang telemetri akhir-akhir ini sangat pesat. Kini telemetri digunakan juga dalam dunia kedokteran untuk mengamati aktivitas organ tubuh bagian dalam dengan cara memasukkan transduser ke dalam tubuh pasien ataupun menempatkannya di luar tubuh. Dalam bidang oseanografi telemetri digunakan untuk mengamati kondisi laut (salinitas, suhu, dan sebagainya) hanya dengan menempatkan sensor-sensor pada titik-titik tertentu, sementara pengamat yang berada di stasiun penerima memantau dan merekam data yang terkirim.

Sejarah. Telemetri dengan kawat pertama kali digunakan pada tahun 1874 berupa pengiriman data meteorologis dalam bentuk sinyal listrik dari Mont Blanc ke Paris yang berjarak kira-kira 485 kilometer. ; Sistem telemetri juga digunakan dalam pengamatan tinggi permukaan air di Terusan Panama pada tahun 1913-1914. Telemetri radio mulai dimanfaatkan oleli Perancis pada tahun 1931, yakni ketika diterima data suhu, tekanan, dan kelembapan yang diukur dan dikirimkan oleh balon cuaca tak berawak. Sistem telemetri di ruang angkasa mulai dikenal sejak Uni Soviet meluncurkan satelit buatan yang pertama, Sputnik, pada tahun 1957. Data-data pengukuran maupun pengamatan yang dilakukan oleh satelit dikirimkan ke stasiun di bumi melalui gelombang radio.

Incoming search terms:

  • telemetri
  • pengertian telemetri
  • telemetri adalah
  • sistem telemetri
  • fungsi telemetri
  • apa itu telemetri
  • fungsi telemetry
  • pembahasan tentang sensor telemetri
  • apa itu telemetry
  • devinisi telemetri

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • telemetri
  • pengertian telemetri
  • telemetri adalah
  • sistem telemetri
  • fungsi telemetri
  • apa itu telemetri
  • fungsi telemetry
  • pembahasan tentang sensor telemetri
  • apa itu telemetry
  • devinisi telemetri