Advertisement

Adalah perangkat penerima dan pengirim suara dengan perantaraan listrik. Kata telepon berasal dari bahasa Yunani tele yang berarti jauh dan phone yang berarti suara.

Prinsip Kerja. Pesawat telepon memiliki dua bagian penting, yakni mikrofon dan pengeras suara. Mikrofon mengubah suara menjadi sinyal listrik. Pada mikrofon serbuk arang (jenis mikrofon yang banyak dipakai pada pesawat telepon), membran yang berada di dalam mikrofon akan bergetar apabila seseorang berbicara di depan mikrofon tersebut. Getaran membran mengubah-ubah kepadatan serbuk karbon yang berada di belakang membran. Resistans serbuk karbon berubah-ubah sesuai dengan perubahan kepadatannya, akibatnya arus listrik yang mengalir melewati serbuk karbon berubah-ubah pula. Arus listrik diperoleh dari baterai yang terpasang di kantor telepon (pada telepon sistem baterai sentral) atau di rumah pelanggan (pada sistem baterai lokal). Karena perubahan arus listrik seirama dengan perubahan resistans serbuk karbon dan sesuai pula dengan perubahan tekanan pada membran, maka perubahan arus listrik pada kawat telepon seirama dengan suara yang diterima oleh mikrofon. Arus listrik yang berubah-ubah berjalan sepanjang bentangan kawat telepon menuju pengeras suara pada pesawat telepon lawan. Pengeras suara berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi suara. Di dalam pengeras suara terdapat dua jenis magnet, yaitu magnet permanen dan elektromagnet. Arus listrik yang mengalir dari pesawat telepon pengirim akan memagnetkan elektromagnet. Karena arus listrik berubah-ubah besarnya, maka kemagnetan elektromagnet berubah-ubah pula. Interaksi antara medan magnet permanen dan medan magnet elektromagnet menghasilkan getaran pada membran pengeras suara. Getaran membran ini menghasilkan suara.

Advertisement

Sistem Penyambungan Telepon. Komunikasi antara dua pemakai telepon dapat berlangsung apabila kedua telepon dalam keadaan tersambung satu sama lain. Dalam hal ini ada dua macam sistem penyambungan, yakni sistem manual (melalui operator) dan sistem otomatis.

Pada penyambungan manual, peminta sambungan terlebih dahulu harus berhubungan dengan operator yang berada di kantor telepon sebelum dapat berhubungan dengan pemakai telepon yang dituju. Operator menghubungkan telepon pemanggil dengan cara memasukkan jek (jack) atau colok penghubung ke papan-hubung (switchboard) dan membunyikan bel panggil. Dewasa ini sistem penyambungan manual sudah jarang digunakan.

Penyambungan otomatis mulai menggantikan sistem penyambungan manual sejak Almon B. Strowger menemukan sakelar putar bertingkat pada tahun 1880. Pada sistem ini, pemanggil cukup menekan tombol- tombol angka atau memutar piringan angka sesuai dengan nomor telepon yang dituju. Sistem penyambungan otomatis terdiri atas tiga jenis, yakni sistem penyambungan langkah demi langkah, sistem pe-nyambungan batang bersilang (crossbar), dan sistem penyambungan elektronis.

Sistem penyambungan langkah demi langkah menggunakan peranti utama berupa sakelar Strowger. Jenis sakelar Strowger yang sekarang banyak digunakan mempunyai larik kontak yang terdiri atas 10 kolom, yang masing-masing berisi 10 set kontak listrik. Setiap kolom kontak disusun melingkar. Lengan kontak memiliki dua arah gerakan bebas, yaitu arah vertikal menuju kolom yang diinginkan dan gerakan berputar menuju kontak-kontak listrik yang diinginkan pada kolom itu. Sakelar diaktifkan oleh elektromag. net dan mekanisme roda gigi. Elektromagnet dimag. netkan oleh pulsa-pulsa listrik yang dibangkitkan oleh piringan angka. Misalnya, dua pulsa yang diberikan pada elektromagnet pertama menyebabkan lengan kontak bergerak menuju ko-lom kedua, dan tiga pulsa pada elektromagnet kedua me-nyebabkan lengan kontak menuju kontak ketiga pada ko-lom itu. Setelah itu lengan kontak dikembalikan ke tempat semula oleh elektromagnet ketiga. Setiap langkah operasi sakelar Strowger dikendalikan oleh piringan angka telepon pemanggil. Pada sistem pencarian sambungan, sakelar se-cara otomatis mencari deretan KoniaK-KuruaK listrik sampai didapatkan kontak yang tidak sibuk. Hal ini dilakukan dengan membuat dua lengan kontak yang bergerak bersamaan, masing-masing kumpulan kontak sendiri. Salah satu kumpuian kontak digunakan untuk penyambungan sedangkan kumpulan kontak yang lain digunakan untuk meneruskan sinyal penanda sibuk atau kosong. Bila kontak sedang sibuk, secara otomatis akan diberikan satu pulsa pada elektromagnet sehingga lengan kontak bergerak satu langkah menuju posisi selanjutnya. Demikian seterusnya sampai didapatkan kontak yang kosong. Apabila jumlah sambungan telepon cukup banyak, telepon pemanggil mula-mula dihubungkan ke lengan kontak sakelar pertama yang disebut selektor. Kontak-kontak pada sakelar ini terhubung pada kelompok sambungan. Di bawah pengendalian piringan angka telepon pemanggil, sakelai bergerak menuju kolom kontak tertentu dan mencari kelompok kontak yang kosong. Proses ini berlangsung sampai pemanggil mendapatkan ke-_ lompok telepon yang dituju. Angka terakhir yang j diputar pemanggil akan menghubungkannya ke tele-J pon tujuan.

Sistem penyambungan batang bersilang digunakan pertama kali pada tahun 1938 dan menghasilkan pe-nyambungan yang lebih cepat daripada sistem pe-nyambungan langkah demi langkah. Sakelar yang di-gunakan memiliki rangka segi emp?t dengan kumpjfj an batang vertikal dan mendaur. Batang-batang iff menggerakkan kontak listrik yang hanya terprjj 0,25 milimeter. Elektromagnet memutar batang men’ datar dan menghubungkannya dalam waktu sang# singkat. Pada sistem ini, apabila pemanggilan pert* ma tidak berhasil secara otomatis akan dilakukan pemanggilan kedua dan seterusnya. Kelebihan lain ad^ lah kemampuannya memilih rute alternatif melals, sentral telepon lain apabila rute biasa sedang sibuk.

Sistem penyambungan elektronis bekerja seperti komputer. Peranti utamanya merupakan komponen- jcomp°nen elektronis, yakni transistor, rangkaian terpadu. dan sebagainya. Sistem ini meiliki tiga bagian utama, yakni pusat pengendali, memori, dan rangkaian penyambungan. Pusat pengendali mengendalikan seluruh sistem. Bagian memori menyimpan dua macam informasi, yakni instruksi-instruksi untuk menjalankan seluruh operasi dan data mengenai telepon yang digunakan lengkap dengan jalur yang tersedia untuk penyambungan. Rangkaian penyambungan memiliki ribuan jalur yang dapat dipakai untuk menyambungkan panggilan. Untuk menyambungkan dua telepon, pusat pengendali memilih jalur berdasarkan jnforn -si yang diberikan oleh memori dan mengirimkan instruksi untuk melakukan penyambungan, proses penyambungan berlangsung kurang dari 25 milidetik.

Sarana Penghantaran Sinyal Telepon. Percakapan telepon atau pengiriman berita melalui telepon dihantarkan melalui jaringan kawat, kabel dan radio yang sangat rumit. Jaringan lokal, yang menghubungkan pemakai telepon dengan peralatan pada sentral telepon, biasanya terdiri atas sepasang kawat yang dibentangkan pada tiang-tiang telepon atau ditanam di bawah tanah. Satu pesawat telepon atau lebih disambungkan pada sepasang kawat tersebut. Pada hubungan jarak jauh, melemahnya sinyal cukup besar sehingga perlu dipasang perangkat penguat sinyal. Pelindung dari bahan plastik atau bahan lain pada kawat telepon berguna untuk mencegah interferensi dengan jaringan kawat listrik atau telepon di dekatnya. Selain kawat digunakan pula kabel, yakni kumpulan kawal yang secara mekanis maupun elektris terlindung oleh satu lapisan tertentu. Pada kabel tertentu, satu kabel bisa terdiri atas 2.400 pasang kawat. Lapisan pelindung kabel biasanya bahan plastik, misalnya polietilena. Kabel koaksial merupakan jenis kabel khusus yang digunakan untuk penghantaran sinyal jarak jauh karena tingkat pelemahan sinyalnya sangat rendah. Meskipun demikian, pada selang jarak tertentu perlu dipasang penguat sinyal.

Kabel bawah laut dan radio gelombang pendek merupakan sarana penghantaran sinyal lintas lautan yang mula-mula digunakan. Sistem kabel bawah laut lintas Atlantik pertama selesai dibuat tahun 1956 untuk menghubungkan Newfoundland dengan Skot- landia. Sistem radio gelombang pendek, yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah, tidak dapat diandalkan karena perambatan gelombang radio sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Pada waktu-waktu tertentu, komunikasi antara dua tempat dengan menggunakan radio.gelombang pendek tidak dapat dilakukan karena kondisi atmosfer menghalangi terjadinya perambatan gelombang radio secara baik.

Siar-sambung (relai) radio mikrogelombang digu-nakan sebagai pelengkap jaringan kawat telepon. Jaringan radio mikrogelombang menggunakan gelombang elektromagnetik yang panjang gelombangnya 25 sampai 76 milimeter, jauh lebih pendek dibanding panjang gelombang radio gelombang pendek. Sifat gelombang sependek itu hampir sama dengan cahaya, yakni merambat lurus tidak mengikuti lengkung bumi sehingga jarak pancarnya terbatas. Untuk mengatasi keterbatasan jarak pancar itu, setiap 50 kilometer dibuat satu menara siar-sambung untuk menerima, menguatkan dan memancarkan ulang sinyal yang diterimanya. Sistem mikrogelombang lintas horizon merupakan cara untuk memancarkan sinyal mikrogelombang melintasi cakrawala. Pada sistem ini dibuat suatu pemancar mikrogelombang berdaya besar untuk dipancarkan ke angkasa. Lapisan troposfer pada atmosfer bumi akan memantulkan sebagian kecil sinyal dan sinyal ini diterima oleh stasiun siar-sambung berikutnya. Dengan sistem ini jarak pancar meningkat sampai menjadi 320 kilometer.

Di Indonesia, jaringan telepon mikrogelombang di-bangun oleh PT Indosat (Indonesian Satellite Corpo-ration) pada tahun 1967, yakni jaringan Trans Sumatra dan Indonesia Timur.

Serat optik merupakan sarana baru pengganti kabel untuk menghantarkan sinyal telepon setelah diterapkannya sistem digital. Penggunaan serat optik memungkinkan penyampaian pesan yang lebih cepat, lebih andal, dengan kapasitas sambungan yang jauh lebih besar. Jaringan telepon dengan sistem digital memungkinkan pengintegrasian jaringan telegrap, teleks, data komputer, dan faksimili ke dalam satu sistem. Di Indonesia, penggunaan serat optik sebagai sarana penghantaran sinyal telepon masih dalam rangka uji coba.

Satelit komunikasi merupakan perangkat terbaik untuk mengatasi keterbatasan jarak pancar stasiun siar-sambung mikrogelombang. Pada dasarnya, satelit komunikasi adalah stasiun siar-sambung yang ditempatkan di antariksa. Era penggunaan satelit komunikasi dimulai ketika satelit komunikasi Telstar I diluncurkan pada tahun 1962. Semenjak itu berbagai satelit komunikasi diorbitkan untuk menerima, menguatkan dan memancarulangkan sinyal radio ke bumi.

Semula, satelit komunikasi ditempatkan di orbit dengan waktu edar yang tidak sama dengan waktu putar bumi sehingga diperlukan antena pelacak agar satelit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai stasiun siar-sambung secara terus-menerus. Pada waktu-waktu tertentu, satelit dengan orbit tak-sinkron itu tidak bisa dihubungi oleh satu stasiun karena berada di luar ‘batas pandang’ antena pelacak. Pengetahuan mengenai orbit geostasioner, yakni suatu daerah pada ketinggian tertentu di atas katulistiwa, memungkinkan penempatan satelit yang waktu edarnya sama dengan waktu putar bumi sehingga satelit seolah-olah berada di tempat yang tetap terhadap suatu titik di permukaan bumi. Dengan menempatkan satelit pada orbit geostasioner praktis tidak diperlukan lagi antena/stasiun pelacak satelit.

Penempatan beberapa satelit berorbit geostasioner yang daerah liputannya saling menutupi memungkinkan dibuatnya sistem komunikasi global pada seluruh permukaan bumi. Langkah menuju sistem komunikasi global tersebut sudah dilakukan oleh konsorsium satelit komunikasi internasional Intelsat (.International Telecommunications Satelite Organization) yang berpusat di Washington, D.C. Satelit-satelit Intelsat membentang di atmosfer sepanjang katulistiwa untuk melayani sistem telekomunikasi negara-negara anggotanya.

Selain satelit yang bersifat internasional tersebut, beberapa negara juga memiliki sistem komunikasi domestik untuk melayani telekomunikasi dalam wila-yahnya masing-masing. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki sistem komunikasi domestik dengan menggunakan satelit Palapa buatan Amerika Serikat.

Metode Penghantaran Sinyal. Penghantaran beberapa sinyal secara bersamaan pada sepasang kawat dilakukan dengan teknik pemultipleksan (multiplexing). Dewasa ini dikenal dua cara pemultipleksan yakni pemultipleksan frekuensi-terbagi dan pemultipleksan waktu-terbagi. Pada sistem pemultipleksan frekuensi-terbagi, sinyal percakapan memodulasi gelombang pembawa. Ban frekuensi gelombang pembawa termodulasi disebut kanal. Beberapa kanal dengan gelombang pembawa berlainan dikirimkan bersama- sama sebagai bagian dari sinyal ban lebar. Pada penerima, suatu rangkaian elektronis yang berfungsi sebagai penyaring digunakan untuk memisahkan kanal-kanal dan suatu demodulator akan mengubahnya menjadi sinyal percakapan untuk diteruskan ke pesawat telepon yang dituju. Lebar kanal bergantung pada banyaknya informasi yang dikirimkan. Satu kanal suara selebar 3 sampai 4 kilohertz mampu menampung 12 kanal mesin teleketik atau 8 kanal data. Sebaliknya, satu kanal televisi lebarnya sama dengan 600 kali lebar kanal suara dan satu kanal telepon bergambar sama dengan 125 kali kanal suara.

Pada sistem penggandaan waktu-terbagi, percakapan antara dua telepon tidak dihantarkan secara terus-menerus tetapi diputus-putus secara elektronis. Jangka waktu pemutusan bervariasi bergantung pada kebutuhan. Sebagai contoh, bila sinyal suara dikirim selama 2 mikrodetik pada setiap 100 mikrodetik secara bergantian, maka dalam satu jalur hantaran dapat dihantarkan 50 sinyal sekaligus. Sakelar elektronis dioperasikan dan disinkronkan agar dua telepon yang berhubungan dapat melakukan percakapan tanpa terganggu.

Penghantaran sinyal secara digital merupakan metode penghantaran yang relatif baru digunakan. Hampir sama dengan sistem penggandaan waktu-terbagi, gelombang kontinu yang menggambarkan sinyal suara diubah menjadi sederetan pulsa cuplikan. Meskipun demikian terdapat perbedaan yang cukup jelas. Pada penggandaan waktu terbagi setiap pulsa cuplikan langsung dihantarkan dan perbedaan tingginya menggambarkan amplitudo gelombang suara aslinya. Pada sistem digital, tinggi pulsa cuplikan dinyatakan dengan kode pulsa biner dan kemudian dihantarkan melalui jaringan telepon. Penghantaran semacam ini disebut sistem modulasi kode pulsa. Pada sistem kode pulsa 3 bit. misalnya, pulsa setinggi 7 sat u air dinyatakan dengan angka biner l l 1 yang berarti 7 dalam sistem desimal. Pulsa biner yang diterima oleh stasiun penerima digunakan lagi untuk membangkitkan pulsa cuplikan. Deretan pulsa yang dibangkitkan ini diteruskan ke penyaring elektronis yang akan meng-ubahnya menjadi sinyal suara kontinu. Sistem ini kebal terhadap gangguan yang bersifat merusak bentuk gelombang listrik. Kelemahannya, sistem ini memerlukan perangkat pengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dan pengubah sinyal digital menjadi analog.

Sejarah Penemuan Telepon. Dalam tahun 1870-afl, permintaan penggunaan telegrap berkembang sangat pesat sehingga lalu lintas sinyal telegrap sangat padat Untuk mengatasi hal ini, salah satu cara adalah dengan membangun jaringan telegrap tambahan dengan konsekuensi diperlukannya biaya sangat besar. Cara lain yang dikembangkan kemudian adalah teknik multipleks yaitu cara untuk mengirimkan beberapa sinyal secara bersamaan pada satu jalur penghantaran. Pemultipleksan yang dilakukan oleh Elisha Gray adalah dengan menggantikan pemutusan-penyambungait arus listrik searah untuk menyatakan titik (dot) dafi garis (dash) dengan pemutusan dan penyambungan sinyal listrik audiofrekuensi. Pada pesawat penerima, sinyal berfrekuensi tertentu hanya akan menggetarkan per tertentu yang beresonansi dengan frekuensi sinyal.

Mula-mula Gray menggunakan pesawat pengirim dan penerima terpisah untuk setiap kanal frekuensi audio. Dalam satu jalur hantaran dikirimkan beberapa kanal sekaligus. Upaya Gray selanjutnya adalah membuat suatu penerima tunggal yang mampu menerima seluruh ban frekuensi audio, dengan demikian mampu juga mereproduksi sinyal musik. Gray menyadari bahwa suara manusia terdiri atas bermacam-macam frekuensi. Asalkan dapat dibuat pesawat pengirim yang tepat, maka suara manusia pun akan dapat dikirimkan melalui jaringan telegrap.

Problem untuk memultiplekskan juga ditemui oleh Alexander Graham Bell, dan cara pemecahan yang dilaku tn juga sama. Dengan bantuan seorang asistennya, Thomas A. Watson, Bell merancang pesawat pengirim yang mampu mengirim bermacam-macam frekuensi dengan menempatkan per magnet di tengah membran yang akan bergetar bila seseorang berbicara di depan membran. Getaran per menyebabkan ber- ubah-ubahnya arus listrik pada elektromagnet. Pada ujung lainnya dipasang pesawat penerima dengan menggunakan perangkat yang sama. Paten atas penemuan itu diterima Bell pada tanggal 7 Maret 1876.

Berdasarkan alat temuan Bell, pada tahun 1877 dibangun jaringan telepon komersial pertama oleh RoswelI C. Downer, seorang bankir, untuk menghubungkan rumah dengan kantornya yang berjarak lima kilometer. Saat itu belum dikenal papan penghubung sehingga hanya sepasang telepon yang dapat berhubungan. Tahun itu juga papan hubung pertama dioperasikan oleh E. T. Holmes untuk menghubungkan empat kantor bank dengan satu perusahaan.

Incoming search terms:

  • pengertian telepon
  • pengertian telephone
  • pengertian telepon rumah
  • definisi telepon
  • pengertian telpon
  • arti telepon
  • Pengertian dari telepon
  • Arti telephone
  • Definisi telephone
  • pengertian telefon

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian telepon
  • pengertian telephone
  • pengertian telepon rumah
  • definisi telepon
  • pengertian telpon
  • arti telepon
  • Pengertian dari telepon
  • Arti telephone
  • Definisi telephone
  • pengertian telefon