Advertisement

Alat yang digunakan oleh para astronom untuk menangkap radiasi benda langit dan membentuk bayangan pada titik fokusnya. Untuk pengamatan dari muka bumi para astronom menggunakan teleskop optik dan teleskop radio. Teleskop optik digunakan untuk mengamati radiasi kasatmata sedang teleskop radio digunakan untuk mengamati radiasi radio. Kedua macam pancaran itulah yang dapat menembus atmosfer bumi dan menapai permukaan bumi. Penggunaan teleskop optik untuk mengamati benda langit pertama kali dilakukan oleh Galileo pada tahun 1610. Teleskop radio mulai dikembangkan pada tahun 1930 oleh Kari Jansky.

Teleskop Optik. Bagian terpenting sebuah teleskop optik adalah objektifnya yang dapat berupa lensa cembung atau cermin cekung. Objektif digunakan untuk mengumpulkan dan memusatkan cahaya bintang atau benda langit lainnya pada fokus teleskop. Teleskop optik dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu teleskop pembias atau refraktor dan teleskop pemantul atau reflektor. Objektif suatu refraktor berupa lensa cembung dan objektif reflektor berupa cermin cekung yang umumnya berbentuk permukaan paraboloid. Gambar berikut ini memperlihatkan prinsip re- fraktor dan reflektor.

Advertisement

Perbandingan panjang fokus objektif (f) dan diameter objektif (D) disebut angkabanding f (/”-ratio), yaitu f/D. Bila disebut angkabanding / adalah //8, artinya//D = 8. Setiap penggemar fotografi tahu bahwa makin kecil angkabanding-/suatu alat pemotret, makin pendek waktu pemotretan yang diperlukan. Hal itu berlaku juga pada teleskop astronomi.

Lensa objektif suatu refraktor umumnya terdiri atas dua lensa dengan angkabanding / yang besar (//12 hingga //20), oleh karena itu teleskop ini relatif lambat. Aberasi atau cacat lensa koma (bayangan di pinggir agak benjol) pada refraktor dapat dibuat kecil hingga medan pandangnya luas. Namun refraktor tidak bebas dari aberasi warna (cacat bayangan akibat letak fokus yang berbeda untuk warna yang berbeda). Kesulitan pada pembuatan refraktor, antara lain, adanya empat permukaan yang harus diasah karena refraktor umumnya terdiri atas dua lensa. Ada kesulitan lain untuk lensa yang besar. Karena harus disangga pada tepinya, lensa yang terlalu besar akan mengalami perubahan bentuk akibat gaya beratnya sendiri. Oleh karena itu orang tidak membuat refraktor yang terlalu besar. Refraktor yang terbesar saat ini terdapat di Observatorium Yerkes, Amerika Serikat: diameternya 102 sentimeter. Refraktor Zeiss di Observatorium Bosscha di Lembang berdiameter 60 sentimeter.

Suatu reflektor menggunakan cermin sebagai objektifnya, karena itu cukup satu permukaan saja yang harus diasah dengan sempurna. Cermin suatu reflektor berbentuk paraboloida (penampang lintangnya parabola). Reflektor bebas dari aberasi warna dan aberasi bola (cacat bayangan akibat cahaya dari tepi dan tengah difokuskan pada titik yang berbeda). Tetapi reflektor tidak bebas dari aberasi koma hingga medan pandangnya sempit. Karena bebas dari aberasi warna reflektor tepat untuk pekerjaan spektroskopi. Menopang suatu cermin cukup mudah, yaitu pada seluruh permukaan bagian belakangnya. Oleh karena itu orang dapat membuat cermin yang jauh lebih besar daripada lensa. Teleskop modern sekarang umumnya berupa reflektor. Salah satu reflektor yang terbesar di dunia adalah teleskop Hale di Observatorium Mount Wilson dan Palomar di Amerika yang diameternya 5 meter, sedang reflektor yang terbesar berada di Kaukasus Utara, Rusia, dengan diameter 6 meter.

Kemampuan suatu teleskop diukur dari daya pisahnya. Makin besar diameter suatu teleskop, makin kuat daya pisahnya. Begitu juga makin besar diameter objektif suatu teleskop makin besar pula daya pengumpulan cahayanya. Dengan teleskop Hale tersebut di atas kita dapat memotret benda langit yang kuat cahayanya 10 juta kali lebih lemah daripada benda terlemah yang dapat dilihat dengan mata bugil. Makin lemah cahaya yang bisa diamati, makin jauh daya jangkau teleskop itu ke kedalaman ruang alam semesta. Sekarang dengan teleskop raksasa orang dapat memotret galaksi dan kuasar yang jauhnya beberapa miliar tahun cahaya.

Akibat rotasi bumi dari barat ke timur benda langit tampak bergerak dari timur ke barat dengan kecepatan sekitar 15° per jam. Kita melihat benda langit terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerak ini disebut gerai’ harian benda langit. Suatu teleskop harus dilengkapi dengan sistem penggerak agar dapat mengikuti gerak harian itu. Bila teleskop kurang tepat mengikuti gerak harian benda langit, hasil pemotretan akan merupakan bayangan yang terdistorsi.

Dahulu sebelum fotografi berkembang orang mengamati langit dengan mengintai melalui teleskop. Astronom mencatat hal yang dilihat mata. Memang mata merupakan hasil karya evolusi yang tak ternilai harganya; dengan mata orang dapat menyadari lingkungannya. Namun bagi keperluan ilmu yang memerlukan pengukuran cermat, mata merupakan alat yang jauh dari sempurna. Karena itu astronom jarang mengamati langsung dengan mata.

Penggunaan fotografi merupakan langkah maju yang besar dalam pengamatan astronomi. Umumnya orang menggunakan pelat fotografi untuk memotret benda langit, yaitu pelat kaca yang dilapisi emulsi fotografi. Jadi teleskop berfungsi sebagai kamera raksasa.

Cahaya benda langit umumnya sangat lemah sehingga walaupun sudah dibantu teleskop, mata kita sering masih belum mampu melihatnya. Dengan fotografi orang dapat memperpanjang waktu pemotretan hingga cahaya yang sedikit itu lambat laun terhimpun dan dapat menghasilkan bayangan. Tidak jarang p2″ potretan suatu benda langit memakan waktu beberapa jam- Gambar astronomi yang indah umumnya me-lupakan hasil pemotretan dengan waktu yang lama.

pen :n dikembangkannya penguat bayangan elektronik waktu pemotretan bisa jauh dipersingkat. Dalam alat penguat bayangan elektronik digunakan permukaan yang dilapisi zat yang dapat melepaskan elektron bila ditumbuk cahaya. Elektron kemudian dipercepat oleh medan magnet dan dipusatkan ke sasarannya dengan medan magnet. Sasaran elektron bisa berupa pelat fotografi biasa tempat tumbukan elektron menghasilkan bayangan.

Dalam banyak pekerjaan, astronom tidak memotret langsung cahaya bintang tetapi menguraikannya melalui pr nia kaca atau kisi-kisi hingga diperoleh spektrum atau uraian cahaya bintang menurut panjang gelombangnya. Pekerjaan semacam ini disebut spektroskopi.

Hal lain yang dilakukan oleh astronom adalah mengukur kuat cahaya bintang. Untuk mengukur kuat cahaya bintang dengan cermat digunakan suatu tabung photomultiplier. Dengan alat ini cahaya bintang diubah menjadi arus listrik yang dapat dicatat kekuatannya. Pekerjaan semacam ini disebut fotometri.

Walaupun suatu teleskop dilengkapi dengan sistem penggerak untuk mengikuti gerak harian bintang, pada waktu pengamatan seorang astronom harus memandu teleskopnya agar gerak harian ini dapat diikuti dengan cermat. Di observatorium yang modern pemanduan dapat dilakukan lewat layar televisi atau bahkan pemandu otomatis.

Teleskop Radio. Teleskop radio umumnya merupakan teleskop pemantul atau reflektor. Bentuk teleskop radio mirip dengan antena parabola yang sekarang banyak dipakai untuk menerima siaran televisi. Gelombang radio dari benda langit dipantulkan oleh suatu perm !.aan konduktor berbentuk paraboloida. Permukaan itu dapat berupa logam utuh atau jaring-jaring kawat yang disebut pinggan atau dish. Dibandingkan dengan pancaran kasatmata, pancaran radio kosmik sangat lemah hingga dibutuhkan pinggan besar untuk mengumpulkannya. Teleskop radio paraboloida terbesar yang dapat diatur arahnyafdengan garis tengah 100 meter, terdapat di Institut Max Planck untuk Astronomi Radio di Bonn.

Dua teleskop radio atau lebih dapat disusun berdasarkan prinsip interferometer. Perbedaan fase gelombang radio yang diterima rangkaian teleskop itu dapat diukur dengan cermat dan digunakan untuk menentukan arah yang tepat sumber radio itu.

Sekarang telah dikembangkan teknik Very Long Base Line Interferometry (VLBI), yaitu penggunaan dua teleskop yang jaraknya terpisah beberapa ribu kilometer sebagai suatu sistem interferometer, misalnya teleskop radio di Green Bank, Amerika Serikat, dan di Parkes, Australia. Dengan kedua teleskop radio itu, pancaran radio diukur dan direkam bersama sinyal-sinyal dari jam sesium yang amat cermat. Kemudian kedua pengamatan dianalisis dengan suatu kom-puter untuk mencari beda fasa pancaran radio di kedua stasiun itu. Dengan cara ini bisa dicapai daya pisah seribu kali lebih kuat dari pengamatan optik.

Teleskop Antariksa. Atmosfer adalah pelindung bagi semua jenis kehidupan di bumi. Tetapi atmosfer merupakan pengganggu bagi pengamatan astronomi. Untuk mengatasi gangguan atmosfer bumi teleskop harus ditaruh di luar atmosfer. Loncatan besar dalam astronomi diharapkan terjadi dengan diluncurkannya teleskop antariksa yang diberi nama teleskop Hubble pada tahun 1990. Teleskop antariksa ini merupakan teleskop reflektor berdiameter 2,4 meter yang dibawa ke orbitnya oleh pesawat ulang-alik Discovery. Kare-na letaknya di luar atmosfer gangguan atmosfer bumi tak akan terjadi hingga daya pisah teleskop ini sepuluh kali lebih kuat daripada teleskop besar di bumi. Teleskop ini dapat mendeteksi benda yang 100 kali lebih lemah daripada yang dapat diamati di bumi. Sayangnya, ada kesalahan konstruksi sehingga teleskop ini tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

Incoming search terms:

  • pengertian teleskop
  • apa itu teleskop
  • perbedaan astronom radio dan astronom optik
  • kegunaan teleskop astronomi
  • pengertian teleskop optikrefraktor
  • kegunaan teleskop ad
  • definisi teleskop hubble
  • daya pisah teleskop
  • apakah yg dimaksud teleskop
  • apakah yang dimaksud dengan teleskop

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian teleskop
  • apa itu teleskop
  • perbedaan astronom radio dan astronom optik
  • kegunaan teleskop astronomi
  • pengertian teleskop optikrefraktor
  • kegunaan teleskop ad
  • definisi teleskop hubble
  • daya pisah teleskop
  • apakah yg dimaksud teleskop
  • apakah yang dimaksud dengan teleskop