Advertisement

Atau gerabah, benda-benda peralatan yang terbuat dari tanah liat. Tembikar mulai dikenal dan digunakan manusia sekitar akhir masa Paleolitikum atau awal Neolitikum, yaitu ketika manusia telah menetap dan melakukan kegiatan pertanian atau hortikultura. Di luar Indonesia, gerabah yang tertua ditemukan sekitar tahun 6.500 SM pada masyarakat Sumeria Kuno di lembah Sungai Eufrat dan di Mesir Kuno sekitar tahun 4.500 SM.

Gerabah atau tembikar diciptakan dan dikembangkan manusia secara independen di kalangan masyarakat benua barat maupun benua timur. Namun ada masyarakat yang tidak mengenal atau menggunakan gerabah dalam kehidupan mereka, misalnya penduduk Polinesia. Diperkirakan bahan baku untuk gerabah tidak ditemukan di daerah mereka. Di Indonesia, tradisi pembuatan gerabah juga tidak dikenal di kalangan penduduk suku bangsa Irian Jaya.

Advertisement

Pada awalnya, teknik pembuatan benda-benda tembikar masih sangat sederhana, yaitu semuanya di-kerjakan dengan tangan tanpa menggunakan tatap batu dan roda pemutar. Tatap batu baru mulai dikenal pada Masa Perundagian. Situs arkeologi yang menghasilkan benda-benda gerabah dari masa bercocok tanam antara lain Kendenglemu (Banyuwangi), Kelapa Dua (Bogor), Serpong (Tangerang), serta Kalum- pang dan Minangea Sipakka (Sulawesi Tengah). Di daratan Asia Tenggara, penggunaan tatap pelandas dan roda pemutar telah berkembang lebih dahulu.

Gerabah pada masa bercocok tanam di Indonesia umumnya polos, meskipun ada juga yang berhias Teknik hiasnya bermacam-macam, antara lain teknik gores (incised), yaitu dengan menggoreskan suatu benda ke permukaan gerabah; teknik tekan (impressed), dengan menekankan benda bermotif hia: >.e per. mukaan gerabah; teknik tempel; dan teknik pembuat, an dengan cairan berwarna. Motif hiasan yang umum dikenal adalah motif geometrik, serta motif flora dan fauna. Benda-benda tembikar pada masa prasejarah mungkin sekali dibuat untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi dan kebutuhan ritual. Kerajinan tembikar pada Masa Perundagian menunjukkan tingkat yang lebih maju dibandingkan dengan masa sebelumnya. Permukaan beberapa gerabah diupam sehingga lebih halus. Di Indonesia, situs-situs arkeologi yang diduga menghasilkan benda-benda tembikar duri Ma-sa Perundagian adalah Gilimanuk (Bali), Melolo (Sumba), Anyer (Banten), Buni (Bekasi), Kalumpang (Sulawesi Selatan), dan Leuwiliang (Bogor).

Perkembangan terakhir menunjukkan adanya pen- ciptaan bentuk gerabah baru, seperti yang terdapat di daerah industri gerabah K asongan di Jawa Tengah yang menghasilkan berbagai bentuk pot bunga ber- bentuk kuda, burung, gajah, dan aneka patung hewan. Semua gerabah yang dihasilkan dari daerah ini diberi hiasan yang sangat rumit dan kompleks.

Pembuatan gerabah masih dilakukan oleh sebagian penduduk Indonesia. Penduduk Pulau Mare di daerah Maluku Utara, misalnya, menjadikan pembuatan gerabah sebagai mata pencaharian utama. Proses pembuatan gerabah di daerah ini melibatkan semua anggota keluarga. Tetapi kaum laki-laki hanya bertugas menyedu ^an bahan, mengangkat gerabah dari pembakaran, dan memasarkan hasil gerabah yang telah dibuat oleh kaum perempuan, karena menurut kepercayaan laki-laki yang membuat gerabah akan sulit memperoleh anak dalam perkawinannya. Sebelum gerabah dipasarkan, penduduk Mare mencari hari baik melalui kitab Saatan Kutika dan melakukan upacara untuk keselamatan perahu (otty dong) yang akan membawa gerabah ke pulau-pulau lain di sekitarnya.

Incoming search terms:

  • pengertian tembikar
  • tembikar
  • tembikar adalah
  • apa itu tembikar
  • Tembikar terbuat dari
  • arti tembikar
  • apa yang dimaksud dengan tembikar
  • apa yang dimaksud tembikar
  • kerajinan tembikar
  • terbuat dari tembikar

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tembikar
  • tembikar
  • tembikar adalah
  • apa itu tembikar
  • Tembikar terbuat dari
  • arti tembikar
  • apa yang dimaksud dengan tembikar
  • apa yang dimaksud tembikar
  • kerajinan tembikar
  • terbuat dari tembikar