Advertisement

space (tempat/ruang)

Ruang ada di mana-mana, dan peristiwa serta pe-rilaku yang menarik minat ilmuwan sosial terjadi di dalam dan melalui ruang. Ilmu-ilmu alam mengklaim bahwa sebagian besar peristiwa dan proses di muka bumi ini secara geometris dapat dikarakteristikkan sebagai Euclidean. Ruang merupakan alat penting untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai hal (Strawson 1959), dan kartografi merupakan alat utama di dalam masyarakat kita untuk menggambarkan hubungan-hubungan ini. Ruang juga menimbulkan efek yang mendasar dan menyebar terhadap semua tingkah laku. Meneliti efek-efek ini adalah salah satu tugas utama dari geografi manusia (Haggett 1965).

Efek ruang berasal dari perannya dalam kausalitas, yang menganggap bahwa kontak spasial harus dilakukan antar dan di kalangan obyek yang berinteraksi. Kontak-kontak ini semakin bersifat tidak langsung seiring dengan berkembangnya teknologi, transportasi, dan komunikasi; tetapi aliran energi, material, dan informasi di dalam ruang tidak boleh diinterupsi agar efek-efeknya dapat terjadi. Efek dari ruang tergantung pada bagaimana tatanan spasial dari obyek-obyek ini mempengaruhi interaksi mereka.

Mengisolasi efek tersebut dari sistem sosial merupakan tugas yang sangat sulit. Meskipun konfigurasi spasial dari elemen-elemen sistem sosial dapat dideskripsikan dalam istilah geometris, unsur-unsur geometri seperti jarak tidak mengandung efek yang sederhana (seperti yang terjadi di dalam hukum gravitasi). Hal ini disebabkan signifikansi dari jarak untuk peristiwa-peristiwa di bumi ini selalu dimodifikasi oleh medium tempat di mana interaksi terjadi (the relational concept of space principal: Sack 1980), dan teknologi modem memberikan banyak sekali saluran bagi interaksi.

Bahkan yang lebih kompleks lagi adalah efek yang dihasilkan dari batasan-batasan di dalam ruang yang diciptakan manusia yang menyaring, menghalangi atau mengganggu kontak yang terjadi. Batasan-batasan ini diasosiasikan dengan semua unit teritorial di bumi, mulai dari negara-bangsa sampai hak milik dan penetapan wilayah, serta hukum dan peraturan tentang perilaku yang tepat di jalan-jalan, gedung dan ruangan. Segmen teritorial dari ruang dengan aturan-aturannya memperjelas bagian-bagian dari ruang sehingga sesuatu dapat mengambil tempatnya masing-masing (Sack 1986). Aturan teritorial di dalam dan di luar ruang tidak hanya dapat membuat elemen sistem dan aliran di dalamnya mengambil tempat namun juga dapat membatasi atau mencegah interaksi lain melalui ruang tersebut. Pintu sebuah ruangan dan batas-batas negara dibuka atau ditutup untuk membatasi dan membuat interaksi spasial khusus dapat berlangsung. Fakta bahwa masing-masing dari tempat-tempat ini seringkah mengandung banyak fungsi lebih menyulitkan analisis mengenai bagaimana relasi spasial tersebut mempengaruhi interaksi dari suatu sistem.

Komplikasi seperti itu tergantung kepada bagaimana masyarakat mengorganisasikan teritori dan mengembangkan mekanisme interaksi sehingga dengan demikian mereka dapat menjadi contoh dari konstruksi sosial dari ruang (Harvey 1985). Spasialitas adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan dinamika dan interdependesi hu-bungan antara konstruksi ruang dari masyarakat, dan efek dari ruang terhadap masyarakat (Soja 1985). Konsep spasialitas berlaku tidak hanya pada level sosial tetapi juga pada tingkat individu, karena istilah ini memperhatikan fakta bahwa hubungan ini berlangsung melalui tindakan individu manusia, dan juga membatasi dan menjadikan tindakan ini terjadi (Giddens, 1984)

Incoming search terms:

  • pengertian tempat
  • tempat adalah
  • definisi tempat
  • perbedaan ruang dan tempat

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tempat
  • tempat adalah
  • definisi tempat
  • perbedaan ruang dan tempat