Advertisement

Istilah manusiawi untuk menjelaskan masalah iman yang sangat pelik. Di satu pihak kita percaya bahwa Tuhan Mahakas’h sehinef semua orang yang bertobat pasti diampuni dan diterimaNya apabila orang itu “menghadapNya”. Di lain pihak kita percaya juga bahwa Tuhan Mahabijaksana dan Mahaadil sehingga semua kebaikan maupun kejahatan manusia diberi imbalan seimbang. Oleh karena itu, orang yang meninggal dalam rahmatNya bolen yakin bahwa Tuhan akan menyambut di pan?’

kuanNya. Orang yang meninggal dengan membawa dosa berat namun ingin bersatu dengan Tuhan boleh uea percaya kepada kerahiman Allah walaupun juga nieng keadilanNya yang menghakiminya. Tradisi Gereja Katolik mempunyai istilah untuk itu: di Tem- at penantian, orang yang bertobat namun masih Memiliki dosa besar yang belum diberi silih dapat menantikan keselamatan kekal seraya menghabiskan silih atas dosanya. Intinya, kita percaya pada kasih, kerahiman, dan keadilan Tuhan, Bapa kita.

Advertisement

Advertisement