PENGERTIAN TEMPAT TINGGAL MENURUT MATRILINEAL ADALAH – Karena kebanyakan masyarakat patrilineal adalah patrilokal, maka keturunan dan tempat tinggal terikat secara rapi menjadi satu. Tapi tidaklah demikian rapinya di kalangan masyarakat matrilineal. Masyarakat matrilineal memperlihatkan sejumlah bentuk tempat tinggal (Tabel 15.3). Aturan tempat tinggal paling umum yang diassosiasikan dengan matrililxi ialah matrilokalitas, tapi tetap hanya lebih sedikit dari swertiga masyarakat matrilineal yang menggu_ nakannya. Salah satu masyarakat matrilokal-matrilineal demikiart ialah masyarakat Indian Hopi di Amerika Baratdaya (Keesing, 1975). Kelompokkelompok keturunan yang utama di kalangan masyarakat Hopi adalah matriklen eksogamus, dan mereka itu adalah kelompok-kelompok sekutu pemilik tanah. Matriklen Hopi selanjutnya dibagi-bagi lagi ke dalam kelompok matri-

yang tak bemama. Seorang laki-laki dewasa yang memillh tempat tinggal dalam rumah tangga istrinya tentu saja, adalah orang luar. Meskipun dalam kenyataan kaum pria terpencar setelah kawin, mereka tidak berpindah terlalu jauh dari rumah tangga kelahiran, sehingga relatif mudah bagi mereka untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang penting dalam kelompok matrilineal mereka sendiri.

Masyarakat matrilineal menggunakan avunkulokalitas hampir sama banyaknya dengan matrilokalitas . Suatu masyarakat matrilineal yang dikenal yang mempraktekkan tempat tinggal ayunkulokal adalah masyaraka t Kepulauan Trobriand (Keesing, 1975). Di kalangan masyarakat itu, kaum wanita pergi dengan suami mereka untuk tinggal dalam rumah tangga saudara pria ibu suaminya. Selama masa remaja, seorang anak laki-laki akan berpindall dari rumah orang tuanya dan kembali ke desa kelompok matrilinealnya sendiri. Saudara perempuan dari anak laki-laki itu tetap tinggai cli rumah ayahnya sampai saat nikah; pada saat perkawinan itu tiba tentu saja, ia akan pindah ke rumah tangga saudara pria dari ibu suaminya.

Filed under : Bikers Pintar,