Advertisement

Suatu kelompok keong darat yang bercangkang bundar gepeng. Permukaannya umumnya licin, agak mengkilat sampai mengkilat, berwarna cokelat, cokelat kemerahan, keunguan, kuning, kuning kecokelatan, atau hijau kebiruan. Mulut cangkangnya oval berbibir tipis. Diameter cangkang 10 – 50 milimeter dengan tinggi 20 milimeter. Tubuhnya cokelat, cokelat kelabu, dan krem. Pada kepalanya terdapat sepasang tentakel panjang yang diujung- nya terdapat mata. Kelaminnya hermafrodit; namun, telurnya tidak dapat dibuahi sendiri, karena itu harus ada pembuahan silang dengan melakukan kopulasi. Pada alat kelamin berbagai jenis tengek-tengekan terdapat semacam duri halus yang dinamakan telum amoris. Pada kegiatan kopulasi, duri ini digunakan sebagai perangsang. Sekali bertelur, keong ini memproduksi beberapa puluh butir telur yang bundar berkulit kapur dengan diameter 1 — 2 milimeter. Anakan yang keluar dari telur sudah bercangkang.

Pakannya tetumbuhan hidup, daun busuk, kadang- kadang sisa-sisa binatang mati. Keong ini hidup di tanah, lantai hutan, atau di bawah serasah, bebatuan, batang pohon roboh, dan tempat lainnya yang lem- bap; berbagai jenis lainnya hidup di pohon dan semak. Salah satu jenisnya yang agak umum ditemukan adalah tengek jawa. Cangkangnya berbentuk bundar gepeng sampai agak cembung dan berwarna cokelat, cokelat keunguan, sampai cokelat tua.

Advertisement

Incoming search terms:

  • tengek
  • arti tengek
  • telek

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tengek
  • arti tengek
  • telek