PENGERTIAN TENTANG PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN

50 views

Individu hidup berdampingan dengan individu lain. Dalam hu-bungannya dengan individu lain, kelompok adalah suatu ikatan di antara individu-individu untuk saling bergaul, berinteraksi, dan saling berkomunikasi. Di samping itu kelompok juga merupakan tempat untuk menyatakan keberadaban atau eksistensi seseorang.

Individu yang menduduki suatu status tertentu di atas individu yang lain di dalam kelompok, dapat dianggap seorang pimpinan atau pemimpin. Hal ini memungkinkan bahwa dalam menduduki posisinya dapat terjadi secara formal. Artinya individu yang menjadi pemimpin melalui pemberian atribut-atribut secara formal atau tertentu. Misalnya seorang ketua rukun kampung (Rukun Warga) adalah dipilih resmi oleh warga masyarakat kampungnya. Dengan demikian diberikan atribut- atribut sebagai ketua rukun warga melalui pemilihan suara dan sebagainya, dan akhirnya dikukuhkan secara resmi. Atau pemimpin dapat juga tidak membutuhkan atribut-atribut secara formal karena secara informal sudah mempunyai pengaruh yang luas dalam masyarakatnya, atau sudah mempunyai pengikut. Misalnya, seorang pemuka agama, dalam kehidupan masyarakat mempunyai pengaruh yang sangat besar, sehingga kadangkala ucapan atau aturan tak tertulis dari pemuka agama tersebut dapat ditaati oleh seluruh warga masyarakatnya.

Akan tetapi dari uraian tersebut di atas, sangatlah sukar untuk dipisahkan secara tegas mana yang mendapat atribut formal dan mana yang tidak mendapat atribut tersebut. Untuk mengatasi kekaburan ini, istilah “pimpinan formal” hanya dikenakan kepada pimpinan yang secara langsung diangkat dan dipilih oleh rakyat atau warga masyarakatnya. Sedangkan istilah pimpinan informal diperuntukkan bagi pemimpin yang tidak diangkat langsung oleh pemerintah tetapi mempunyai pengaruh yang sangat luas bagi warga masyarakatnya. Meskipun demikian kedua istilah ini tidak menerangkan terlampau banyak mengenai proses-proses dan struktur yang justru sangat penting untuk memahami aspek-aspek kepemimpinan melalui berbagai disiplin ilmu.

Antropologi Sosial dalam ulasan ini, memberikan arti pada istilah “pimpinan masyarakat” yang dianggap memiliki dua aspek yang saling berkaitan, yaitu dapat merupakan kedudukan sosial dan proses sosial. Kedudukan sosial berarti sesuatu yang kompleks daripada hak-hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang yang disebut pimpinan. Proses sosial dimaksudkan bahwa pimpinan itu meliputi semua tingkah laku yang dilaksanakan oleh orang atau badan, untuk menyebabkan gerak warga masyarakat di dalam peristiwa-peristiwa kemasyarakatan (Koentjara-ningrat).

Di dalam pengertian tersebut di atas, memperlihatkan suatu kejelasan bahwa pimpinan masyarakat selain mempunyai dimensi gerak juga merupakan posisi yang berperanan secara simultan dan tidak terpisahkan. Di dalam arti simultan ini maka terkandung adanya unsur-unsur gerak; hal ini merupakan suatu petunjuk bahwa pimpinan adalah pribadi-pribadi yang dapat menyatakan, mengarahkan, dan memenuhi kebutuhan kelompoknya, sehingga dengan demikian seorang pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan. Kepemimpinan menurut Bogardus merupakan suatu fungsi daripada aktivitas-aktivitas kelompok.

Uraian tersebut di atas juga dapat disimpulkan bahwa “Kepemimpinan sebagai suatu ide mengandung arti adanya kualitas pribadi kepemimpinan pada diri seseorang” dan “Kepemimpinan sebagai ide yang mengandung arti sebagai fungsi organisasi”. Kepemimpinan sebagai kualitas pribadi menggambarkan karakteristika atau sifat-sifat yang menonjol pada diri seorang pemimpin. Dan kepemimpinan sebagai fungsi organisasi menunjukkan adanya pembagian kekuatan pengambilan keputusan dalam organisasi, atau menggambarkan adanya pola-pola kekuasaan dan autoritas dalam organisasi. Kedua konsep tersebut jelas tidak dapat dipisahkan dan keduanya penting guna memahami konsep kepemimpinan dalam masyarakat. Dengan demikian maka fungsi kepemimpinan menyangkut semua aspek yang mendukung berlangsungnya aktivitas-aktivitas pembuatan keputusan, perencanaan, menjalankan keputusan sampai dengan pengawasan terhadap akibat-akibat keputusan tersebut.

Hal-hal tersebut di atas masih merupakan pengertian umum yang terlepas dari pengaruh-pengaruh lingkungan yang secara langsung mempengaruhi corak pimpinan dan kepemimpinannya dalam kelompok. Kebutuhan dan kebiasaan dalam kelompok secara langsung ikut menentukan corak pimpinan, dan akhirnya dipertanyakan corak pimpinan yang bagaimana yang harus mereka dudukkan sebagai pimpinan kelompok? Hal ini akan menjadi jelas bila dilihat bahwa aktivitas (kegiatan) kelompok tergantung dari kebutuhan dan tradisi yang berlaku. Kebutuhan ini menuntut adanya aktivitas yang terarah pada sasaran atau tujuan tertentu, sedangkan untuk mencapai tujuannya diperlukan corak kepemimpinan tertentu, corak aktivitas dan corak kepemimpinan itu sendiri sangat tergantung kepada kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam kelompok serta adat budayanya. Dengan adanya variasi aspek-aspek yang mempunyai kaitan pada masing-masing proses, maka timbullah berbagai perbedaan atau variasi pada tipe sistem kepemimpinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *