PENGERTIAN TEORI DIATHESIS-STRES LINEHAN – Linehan berpendapat bahwa gangguan kepribadian ambang terjadi bila orang yang memiliki diathesis biologis (kemungkinan genetik berupa kesulitan mengendalikan emosi dibesarkan dalam lingkungan keluarga yani: menginvalidasi. Yaitu, suatu diathesis yang disebutnya disregulasi emosional dapat berinteraksi dengan berbagai pengalaman yang menginvalidasi si anak yang sedang berkembang—mendorong berkembangnya kepribadian ambang.

Lingkungan yang menginvalidasi adalah lingkungan di mana keinginan dan perasaan seseorang tidak dipertimbangkan dan tidak dihargai; berbagai upaya untuk mengomunikasikan perasaan tidak diterima atau bahkan dihukum. Bentuk invalidasi ekstrem adalah penyiksaan anak, seksual dan nonseksual. Ayah berkatz ia mencintai saya, namun ia menyakiti saya dan mengancam akan lebih menyakm saya jika saya menceritakan kepada orang lain apa yang terjadi. Sebuah contoh dan kami baru-baru ini—cukup menggelikan bila dilihat dari sisi yang berbedanenggambarkan invalidasi antara sepasang suami istri.

Sebuah bukti penting bagi teori Linehan berkaitan dengan penyiksaan fisik dan seksual di masa kanak-kanak. Penyiksaan semacam itu diyakini lebih sering terjadi pada kalangan orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian ambang dibanding di kalangan orang-orang yang didiagnosis menderita sebagian besar gangguan lain, meskipun tidak semua bukti mendukung keyakinan ini . Sebuah pengecualian terhadap kemungkinan bahwa penyiksaan pada masa kanak-kanak lebih berhubungan dengan BPD dibanding dengan gangguan lain adalah gangguan identitas disosiatif, yang mana dalam gangguan tersebut kami juga menemukan tingkat penyiksaan pada masa kanak-kanak yang sangat tinggi. Mengingat seringnya terjadi simtom-simtom disosiatif dalam kepribadian ambang, kita dapat berspekulasi bahwa dua gangguan tersebut bisa saja berhubungan dan bahwa dissosiasi dalam kedua gangguan tersebut disebabkan oleh stres ekstrem yang terjadi karena penyiksaan pada masa kanak-kanak. Memang, sebuah studi belum lama berselang menemukan bahwa hubungan antara penyiksaan anak dan simtom-simtom ambang dimediasi oleh suatu kecenderungan untuk mengalami disosiasi.

Filed under : Bikers Pintar,