PENGERTIAN TEORI EKSISTENSIAL TENTANG DEPRESI DAN PENANGANANNYA – Pada tahun 1959 sebuah buku yang terkenal, From Death Camp to Existentialism, diterbitkan oleh Viktor Frankl, seorang psikiater berkebangsaan Austria yang menjalani tiga tahun yang mengerikan di kamp konsentrasi Nazi dalam Perang Dunia II. lstri, saudara laki-laki, dan orang tuanya meninggal di kamp yang sama dengannya. Telah direvisi sejak penerbitannya yang pertama dan diberi judul baru Man’s Search for Meaning (1963), buku karya Frankl tersebut dengan jelas menggambarkan penistaan, penderitaan, dan teror yang dialami para tawanan di kamp tersebut. Frankl menceritakan bagaimana ia dan para tawanan lain berupaya untuk selamat secara psikologis dalam kondisi kamp kematian yang brutal tersebut. Frankl menyimpulkan bahwa ia dapat bertahan secara emosional karena dengan berbagai cara berhasil menemukan makna penderitaannya dan menghu-bungkannya dengan kehidupan spiritualnya. Jiwa memberikan kebebasan kepada individu untuk jauh melampaui berbagai keadaan dan kebebasan men-jadikan individu bertanggung jawab terhadap hidupnya.

Frankl percaya bahwa psikopatologi, terutama depresi, terjadi bila seseorang tidak memiliki tujuan hidup. Berdasarkan pengalaman hidupnya di kamp konsentrasi ia mengembangkan pendekatan psikoterapeutik yang disebut logoterapi, diambil dari bahasa Yunani logos, yang berarti makna. Tugas logoterapi adalah menemukan makna dalam kehidupan klien. Hal ini dicapai pertama dengan menerima secara empatik pengalaman subjektif atas penderitaan klien, dan bukan menyatakan bahwa pen-deritaan merupakan suatu hal yang sakit dan salah sehingga dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal. Logoterapis kemudian membantu klien menemukan hikmah dari penderitaannya dengan menempatkannya dalam konteks yang lebih besar, suatu filosofi hidup di mana individu bertanggung jawab atas eksistensinya dan untuk hidup berdasarkan serangkaian nilai. Seperti disampaikan Nietzsche dalam tulisannya,”Mereka yang memiliki tujuan hidup dapat menghadapi hampir semua tantangan.”

Untuk mengaitkan pandangan Frankl mengenai depresi dan penanganannya dengan ketidakberdayaan yang dipelajari (learned helplessness) dapat bermanfaat karena kamp konsentrasi jelas menciptakan perasaan tidak berdaya dan keputusasaan, dan depresi yang parah merupakan suatu hal umum. Logoterapi dapat menjadi cara efektif untuk menghilangkan perasaan tidak berdaya yang dialami orang-orang yang depresi di masyarakat kontemporer, dalam berbagai kondisi yang tidak terlalu mengerikan dan brutal. Dengan menerima tanggung jawab atas hidup mereka dan dengan mencari makna dalam situasi yang sulit sekalipun, mereka dapat memperoleh rasa kendali dan rasa kompeten yang penting bagi pembentukan eksistensi yang dapat diterima.

Filed under : Bikers Pintar,