PENGERTIAN TEORI HUMANISTIK

56 views

Teori-teori dari Argyris, Blake dan Mouton, Likert, dan McGregor berurusan dengan perkembangan kepemimpinan yang efektif dan kohesif. Secara alamiah manusia merupakan motivated organism. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi supaya individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya di dalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok.

McGregor (1960, 1966) menyusun dua postulat kepemimpinan organisasional, Teori X dan Teori Y. Pembentukan yang berdasarkan kepada asumsi bahwasanya manusia bersikap pasif dan menentang kebutuhan organisasional ini mencoba mengarahkan dan memotivasi individu yang memiliki motivasi dan keinginan untuk bertanggung jawab, agar menciptakan kondisi organisasi yang memungkinkan terpenuhinya semua kebutuhan individu sambil mengarahkan usaha dalam mencapai tujuan organisasi.

Argyris (1957, 1962, 1964) melihat adanya konflik yang mendasar antara organisasi dengan individu. Sifat dasar suatu organisasi membentuk peranan anggota dan mengontrol penampilannya dalam usaha mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sedangkan sifat dasar individu adalah mengarahkan diri sendiri dan mencari pemenuhan kebutuhan melalui inisiatif pelaksanaannya dan pertanggungjawabannya. Suatu organisasi dikatakan efektif bila kepemimpinannya menciptakan suatu arti di mana para pengikut dapat melaksanakan segala kewajibannya sebagai sarana pengembangan diri dan ekspresi diri.

Likert (1961, 1967) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses yang saling berhubungan di mana seorang pemimpin harus memperhitungkan harapan-harapan, nilai-nilai, dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung. Artinya, pemimpin harus pula memperhatikan kepentingan para .mggota, misalnya dengan cara melibatkan mereka dalam mengambil keputusan. Dengan cara demikian pemimpin telah membentuk suatu ‘kelompok kepaduan’ atau group cohesiveness dan memotivasi anggota agar lebih produktif.

Blake dan Mouton (1964, 1965) mengonsepsikan kepemimpinan yang dikaitkan dengan jaringan managerial, ‘kepemimpinan’ yang memperhatikan kedudukan dari masing-masing anggota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *