PENGERTIAN TEORI INTERPERSONAL DEPRESI

46 views

PENGERTIAN TEORI INTERPERSONAL DEPRESI – Dalam bagian ini kita membahas hubungan antara orang-orang yang depresi dengan orang lain. Beberapa data yang kami sajikan dapat memiliki relevansi dengan etiolog: depresi dan beberapa lainnya dengan perjalanan penyakitnya. Para individu yang depresi cenderunz memiliki sedikit jaringan sosial dan menganggap jaringan sosial hanya memberikan sedikit dukungan (Keltner & Kring, 1998). Berkurangnya dukungan sosial dapa: melemahkan kemampuan individu untuk mengatasi berbagai peristiwa hidup yang negatif dan membuatnya rentan terhadap depresi.

Kurangnya dukungan sosial tersebut kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa orang-orang yang depresi memicu reaksi negatif dari orang lain (Coyne, 1976). Cin depresi ini telah diteliti dalam berbagai cara, mulai dari melakukan percakapan telepon dengan para pasien depresi, mendengarkan rekaman pembicaraan para pasien depresi, hingga berpartisipasi dalam interaksi tatap muka. Data menunjukkan bahwa perilaku orang-orang yang depresi menimbulkan penolakan. Contohnya teman sekamar para mahasiswa yang mengalami depresi menilai kontak sosia: dengan mereka kurang menyenangkan dan menuturkan tingkat agresi yang tingg: terhadap mereka; para mahasiswa yang mengalami depresi ringan memiliki kemungkinan ditolak oleh teman sekamar mereka (Joiner, Alfano, & Metalsky, 1992). Menilik berbagai temuan tersebut, tidak mengherankan bila depresi dan perpecahan dalam perkawinan atau keluarga sering kali terjadi bersamaan, dan interaks orang-orang yang depresi dengan pasangan mereka ditandai oleh hostilitaskedua pihak (Biglan, Hops, & Sherman, 1988; Kowalik & Gotlib, 1987). Berbagai komentar yang bernada mengkritik dari pasangan orang-orang yang depresi merupakan prediktor signifikan bagi berulangnya depresi (Hooley & Teasdale, 1989). Pasangan yang salah satu dari mereka mengalami gangguan mood menuturkan kurangnya kepuasan dalam perkawinan dibanding pasangan yang masing-masing tidak memiliki riwayat gangguan mood.
Ada apa dalam diri orang-orang yang depresi sehingga mereka memicu berbagz reaksi negatif dari orang lain? Beberapa studi menunjukkan bahwa perilaku non-verbal orang-orang yang mengalami depresi dapat berperan penting dalam hal Contohnya, orang lain dapat menganggap hal-hal berikut ini sebagai sesuatu yanz menyebalkan: berbicara sangat lambat, dengan banyak jeda dan keengganan keterbukaan diri yang negatif; lebih banyak afek negatif; jarang melakukan konta.,. mata; dan sedikitnya ekspresi wajah yang positif serta lebih banyak ekspresi wajir yang negatif.

Penelitian yang lebih mutakhir menggali pemikiran bahwa perilaku terus-menerus mencari dukungan membuat orang lain merasa terganggu. Hal yang juga penting dalam teori intepersonal mengenai depresi adalah fakta bahwa hubungan interpersonal bersifat bi-direksional. Dengan demikian, bila para Endividu yang depresi secara pasti dapat memicu reaksi negatif dari orang yang kerinteraksi dengan mereka, reaksi orang yang berinteraksi dengan mereka tersebut keniungkinan memberikan dampak negatif timbal balik pada para individu yang mengalami depresi. Memang hubungan sosial orang-orang yang menderita depresi kbih kompleks, lebih sulit untuk dikelola, dan lebih memerlukan usaha dibanding kubungan sosial orang-orang yang tidak mengalami depresi (Coyne, 1999).
Apakah karakteristik interpersonal para penderita depresi memicu terjadinya depresi, yang berarti menunjukkan suatu hubungan kausal? Beberapa penelitian yang menggunakan metode orang-orang berisiko tinggi menunjukkan bahwa pwabannya adalah ya. Contohnya, perilaku murid-murid sekolah dasar yang orang raanya menderita depresi dinilai secara negatif oleh teman-teman seusia mereka dan para guru (Weintraub, Liebert, & Neale, 1975; Weintraub, Prinz, & Neale, 1978); kompetensi sosial rendah memprediksi onset depresi pada anak-anak usia sekolah dasar (Cole dkk., 1990); keterampilan penyelesaian masalah interpersonal yang rendah memprediksi peningkatan kondisi depresi pada remaja (Davila dkk., 1995); dan perpecahan dalam perkawinan memprediksi timbulnya depresi dalam sampel komunitas (Whisman & Bruce, 1999). Dengan demikian, kesulitan dan kurangnya hubungan interpersonal dapat menjadi penyebab depresi dan juga menjadi konsekuensinya. Secara singkat, perilaku interpersonal secara jelas berperan besar dalam depresi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *